Penyebab Kematian Anak dengan Covid-19 Murni Karena Infeksi

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 17:06 WIB
Penyebab utama kematian pada anak dengan Covid-19 adalah murni karena infeksi virus corona itu sendiri. Hanya sebagian kecil yang disebabkan penyakit penyerta. Ilustrasi. Penyebab utama kematian pada anak dengan Covid-19 adalah murni karena infeksi virus corona itu sendiri. (istockphoto/mustafagull)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komorbid atau penyakit penyerta dan penyebab kematian pada anak yang terinfeksi Covid-19 berbeda dengan orang dewasa. Pada orang dewasa, komorbid yang memperparah Covid-19 diantaranya hipertensi, obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia, Aman Bhakti Pulungan mengungkapkan penyebab utama kematian pada anak yang terinfeksi Covid-19 adalah murni karena infeksi virus itu sendiri. Hanya sebagian kecil yang disebabkan oleh penyakit penyerta.

"Tidak seperti orang dewasa, pada anak-anak karena Covid-19 itu sendiri, hanya 15 persen dari semuanya penyakit lain," kata Aman dalam program Setroom, Secret at Newsroom di CNNIndonesia.com, Kamis (15/10).


Data IDAI menunjukkan, 10,4 persen kasus positif Covid-19 di Indonesia dialami oleh anak berusia 0-18 tahun. Sementara itu, 1,7 persen kematian akibat Covid-19 terjadi pada anak-anak usia 0-18 tahun.

Aman menjelaskan, Covid-19 menyebabkan anak mengalami pneumonia atau radang paru-paru, sepsis, gagal napas, dan radang orang. Kondisi ini lah yang menyebabkan kematian pada anak yang terinfeksi virus corona.

Data dari UNICEF menyebut, anak-anak berisiko tinggi terkena pneumonia. Banyak kasus pneumonia pada anak berujung pada kematian. Lebih dari 19 balita di Indonesia meninggal akibat pneumonia pada 2018 lalu.

Sedangkan pada sebagian kecil lainnya, kondisi yang memperparah Covid-19 dan menyebabkan kematian adalah penyakit jantung bawaan, cerebral palsy, tuberkulosis, dan malnutrisi. Kondisi atau penyakit ini umum dijumpai pada anak-anak. Selain itu itu, anak-anak juga belum memiliki penyakit layaknya yang diderita orang dewasa seperti hipertensi dan diabetes tipe 2.

Oleh karena itu, Aman menyarankan agar anak yang memiliki gejala Covid-19 seperti demam, batuk, pilek, dan kehilangan kemampuan penciuman serta perasa untuk segera dibawa ke dokter atau rumah sakit demi mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Infeksi Covid-19 yang lambat ditangani berisiko membuat gejala semakin parah dan menimbulkan infeksi serius seperti pneumonia dan sepsis.

(ptj/asr)

[Gambas:Video CNN]