Jaga Imunitas Tubuh Lewat Wisata Kesehatan di Jateng

Kemenparekraf, CNN Indonesia | Sabtu, 17/10/2020 19:00 WIB
Seiring pandemi Covid-19 yang melanda dunia, masyarakat terlihat lebih peduli kesehatan sehingga meningkatkan potensi wisata di sektor terkait. Seiring pandemi Covid-19 yang melanda dunia, masyarakat terlihat lebih peduli kesehatan sehingga meningkatkan potensi wisata di sektor terkait. (Foto: dok. CNNIndonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seiring pandemi Covid-19 yang melanda dunia selama hampir setahun belakangan, masyarakat menunjukkan peningkatan kepedulian terhadap kesehatan. Tak sedikit orang yang memanfaatkan minyak ekstrak tumbuhan, atau bermeditasi untuk menambah imunitas tubuh.

Hal itu tak ayal meningkatkan potensi wisata kesehatan #DiIndonesiaAja. Terlebih, tanah Indonesia dikenal subur untuk pertumbuhan berbagai tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan makanan, obat, hingga sebagai minyak atsiri, atau biasa dikenal dengan essential oil.

Di Kabupaten Karanganyar, Solo, ada tempat pembuatan minyak atsiri. Terletak di Desa Tawamangu, Rumah Atsiri Indonesia berlokasi sekitar 41 km dari Kota Solo. Dibangun pada tahun 1969, Rumah Atsiri sempat digunakan sebagai pabrik pengolahan minyak serai wangi atau citronella yang merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan Bulgaria.


Rumah Atsiri memiliki sekitar 101 tanaman aromatik sebagai bahan baku pembuatan minyak. Berwisata ke tempat ini pun akan baik bagi kesehatan mental, dengan hamparan tumbuhan berwarna-warni dan udara sejuk. Anda bakal dibuat kagum oleh manfaat dan keindahan tanaman rosemary, lavender, calendula, kayu putih, sampai bunga kenop yang kerap dipakai untuk peralatan mandi aromatik.

Minyak atsiri sendiri dibuat menggunakan teknik distilasi. Tanaman yang sudah dicacah dimasukkan ke dalam panci besar sebelum dipanaskan. Kemudian uap akan naik ke kondensor atau pendingin, hingga kembali cair. Minyak yang bermassa jenis lebih ringan dari air pun akan mengapung di atas permukaan air.

Manajer Edu Rekreasi Rumah Atsiri Noviani Christin Wilhelmina menyarankan penggunaan minyak jenis Eucalyptus Globulus di rumah untuk kesehatan keluarga. Minyak itu disebut mempunyai manfaat antibakteri, antivirus, juga disinfektan.

"Untuk pemakaiannya bisa dihirup, atau dengan menggunakan diffuser. Dia memiliki fungsi untuk menekan batuk, mengeluarkan dahak, dan juga melegakan pernapasan," tutur Noviani.

Wisata kesehatan yang menyegarkan ini lalu dapat dilanjutkan ke Taman Hutan Lemah Putih, di mana pengunjung bisa melakukan meditasi bunyi amerta demi memperoleh manfaat holistik. Meditasi ini dipopulerkan oleh Galih Seno, yang telah bermeditasi sejak tahun 1990-an.

"Meditasi bunyi amerta ini merupakan sebuah bentuk kesadaran tubuh untuk menghidupkan seluruh cakra berdasarkan frekuensi getaran suara," kata Galih.

Menurut Galih, metode holistik bisa menjadi alternatif hidup sehat, terlebih di masa pandemi yang menguras tenaga dan pikiran. Meditasi bunyi amerta disebut akan mendekatkan seseorang dengan Tuhan, alam, serta sesama manusia sehingga baik untuk pemulihan fisik dan mental.

Akibat pandemi, satu sesi meditasi hanya bisa diikuti oleh empat peserta yang diharuskan saling menjaga jarak. Hal itu sekaligus menunjukkan implementasi protokol kesehatan berbasis CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment) yang diterapkan di berbagai destinasi. Selama mengikuti peraturan yang ada, serta tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan, Anda pun tak perlu khawatir untuk melakukan wisata kesehatan #DiIndonesiaAja.

[Gambas:Youtube]

(rea)