Kontaminasi Bakteri, Tisu Basah Cottonelle Ditarik Edar

CNN Indonesia | Minggu, 18/10/2020 19:04 WIB
Produsen tisu basah besar asal AS, Cottonelle, menarik beberapa produknya setelah mendapat laporan terkait kontaminasi bakteri Pluralibacter gergoviae. Produsen tisu basah besar asal AS, Cottonelle, menarik beberapa produknya setelah mendapat laporan terkait kontaminasi bakteri Pluralibacter gergoviae. (Istockphoto/5432action)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tisu basah kini menjadi salah satu barang yang digunakan masyarakat umum demi mencegah penyebaran virus. Tisu basah dipakai untuk membersihkan banyak barang yang kerap disentuh termasuk mengelap tangan.

Namun, salah satu produsen tisu basah besar asal AS, Cottonelle, menarik beberapa produknya setelah mendapat laporan terkait kontaminasi bakteri. Mereka menarik tisu basah yang diproduksi dalam periode 7 Februari-14 September 2020.

Bakteri yang terdeteksi dalam kemasan tisu basah mereka adalah Pluralibacter gergoviae (sebelumnya dikenal sebagai Enterobacter gergoviae), patogen yang ada di lingkungan dan tubuh manusia secara alami.


Kimberly-Clark selaku perusahaan induk Cottonelle menyatakan Pluralibacter gergoviae sesungguhnya jarang menyebabkan infeksi serius pada orang sehat. Mereka tak mau mengambil risiko sehingga memilih menarik produk.

"Orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah berisiko tinggi terinfeksi," kata perwakilan Kimberly Clark.

Mereka menyatakan saat ini telah menerima keluhan seperti iritasi dan infeksi ringan. Komplain disebut masih dalam tahap rendah. Para pengguna yang mulai merasakan gejala iritasi diminta menghentikan penggunaan tisu tersebut dan segera mencari bantuan medis.

Tak hanya itu, perusahaan juga menegaskan kontaminasi bakteri tersebut tak berhubungan dengan wabah virus corona yang masih terjadi di dunia saat ini.

"Tak ada bukti yang mendukung penularan Covid-19 dengan produk ini," tutur mereka seperti dilansir BGR.

(chri/chs)

[Gambas:Video CNN]