Jadi Gadis Sampul, Foto Tanpa Bra PM Finlandia Tuai Kritik

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 18:51 WIB
Penampilan PM Finlandia Sanna Marin dalam sebuah sesi foto majalah menuai kritik. Foto Marin dinilai terlalu seksi dan tak pantas dilakukan di tengah pandemi. Penampilan PM Finlandia dalam sebuah foto majalah menuai kritik karena dinilai terlalu seksi dan tak pantas. (Kenzo TRIBOUILLARD / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penampilan PM Finladia Sanna Marin dalam sebuah sesi foto salah satu majalah gaya hidup menuai kritik dan memicu perdebatan tentang seksisme.

Marin, yang menjadi perdana menteri termuda di dunia saat menjabat pada tahun lalu, berpose untuk majalah Trendi edisi Oktober dengan mengenakan blazer, tanpa balutan pakaian dalam sedikit pun. Marin tampil memperlihatkan belahan dadanya.

Direktur Media khusus Wanita A-Lehdet, grup yang membawahi majalah Trendi, Mari Paalosalo-Jussinmaki, mengatakan bahwa foto tersebut memicu reaksi besar-besaran di Finlandia. Trendi, sebut dia, menerima kritik keras di media sosial setelah majalah dirilis pada 9 Oktober lalu.


"Itu [kritik] mengejutkan. Kami sering mengeluarkan foto semacam itu sebelumnya. Tapi mereka [masyarakat] tak pernah merespons negatif seperti saat ini," ujar Jussinmaki, melansir CNN.

Jussinmaki mengatakan bahwa banyak masyarakat yang kecewa akan penampilan sang perdana menteri. Seorang perdana menteri dinilai tidak pantas untuk berpose terbuka sebagaimana yang ditampilkan dalam majalah gaya hidup itu.

Selain itu, beberapa masyarakat juga mengkritik pilihan Marin yang dinilai tak pantas untuk berpose terbuka di tengah kesibukan pemerintah menangani pandemi Covid-19. "Hal ini [pemotretan] dianggap membuang-buang waktu perdana menteri," kata Jussinmaki.

[Gambas:Instagram]

Marin dipilih sebagai cover story majalah Trendi pada edisi Oktober 2020. Di dalamnya, Marin berbicara mengenai tuntutan pekerjaannya, rasa lelahnya, serta kesulitannya menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan keluarga.

Apa yang disampaikan Marin dalam majalah pun memicu dukungan di media sosial. Sebagai tanggapan, banyak perempuan mengunggah gambar mereka dengan balutan blazer tanpa pakaian dalam di media sosial, ditemani tagar #imwithsanna.

"Saya pikir mereka bicara tentang perempuan yang lelah dengan berbagai pembatasan berperilaku, termasuk salah satunya yang dinilai dari penampilan mereka," ujar Jussinmaki.

Marin bukan politisi perempuan pertama yang menghadapi kritik atas penampilannya, baik dalam kehidupan pribadi ataupun publik. Pada 2016 lalu, mantan Perdana Menteri Inggris Theresa May menghadapi kritikan setelah difoto dengan celana kulit untuk Sunday Times Magazine.

Selain itu, anggota parlemen Inggris, Tracy Brabin, juga mendapatkan sindiran di dunia maya setelah seseorang di media sosial memperlihatkan fotonya dengan bagian bahu yang terbuka dalam sebuah rapat parlemen.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK