5 Cara Mengubah Emosi Jadi Motivasi

tim, CNN Indonesia | Kamis, 17/12/2020 05:50 WIB
Ahli sosial klinis mengungkapkan bahwa dalam batas tertentu, kemarahan bisa menjadi sesuatu yang positif seperti membantu orang termotivasi. Ahli sosial klinis mengungkapkan bahwa dalam batas tertentu, kemarahan bisa menjadi sesuatu yang positif. (PublicDomainPictures/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setiap orang memiliki cara sendiri dalam menanggulangi emosi yang sedang dihadapi. Ada yang langsung meluapkannya seperti membanting pintu atau menggunakan nada tinggi saat berbicara, ada pula yang memilih memendamnya.

Ahli Sosial Klinis dan Direktur Eksekutif di Maryland House Detox, Scott Dehorty, mengatakan bahwa saat marah, orang cenderung memikirkan perilaku daripada emosi.

"Perilaku adalah agresi, perasaan adalah kemarahan. Kemarahan adalah respons alami dan normal terhadap berbagai rangsangan. Orang cenderung merasa marah ketika diancam, dianiaya, atau menjadi saksi ketidakadilan," kata Dehorty mengutip dari She Knows.


Dehorty kemudian mengungkapkan bahwa dalam batas tertentu, kemarahan bisa menjadi sesuatu yang positif seperti membantu orang termotivasi dan fokus.

Berikut cara mengubah emosi menjadi motivasi:

1. Cari tahu masalah yang mendasari

Tidak hanya sehat, kemarahan sebenarnya memberikan Anda petunjuk berguna tentang apa yang memotivasi. Dehorty mendorong untuk mencari tahu penyebab kemarahan entah itu disebabkan sakit hati, ketakutan atau kesedihan. Setelah sumber diidentifikasi, masalah bisa diatasi.

Akan tetapi saat masalah yang mendasari diabaikan, Anda hanya akan fokus untuk menghentikan perasaan marah saja. Ini justru akan memicu kemarahan yang lebih besar.

2. Kumpulkan informasi

Setelah menemukan masalah yang mendasari, ambil langkah lebih jauh dan tentukan alasan orang atau situasi tertentu membuat Anda sangat marah.

Menurut John Hamilton, kepala petugas jangkauan klinis di Mountainside Treatment Center, cara terbaik melihat kemarahan adalah dengan melihatnya sebagai informasi.

Informasi, lanjutnya, dapat membantu Anda menyadari apa yang Anda harapkan dari situasi ini.

3. Belajar dari kemarahan

Seperti halnya pengalaman dalam hidup, kemarahan bisa jadi bahan pembelajaran. Kemarahan bisa memberi pemahaman lebih baik tentang apa yang terjadi dalam hidup. Jika marah karena sakit hati, selanjutnya Anda dapat mulai belajar untuk menerima, memaafkan orang yang membuat rasa sakit hati. Dengan begini, Anda bisa belajar untuk menerima dan memaafkan diri sendiri.

4. Tak semua tentang Anda

Saat marah, orang cenderung mempersonalisasi situasi tertentu sehingga membuatnya menjadi tentang mereka meski sebenarnya bukan.

Hamilton merekomendasikan untuk mengubah situasi dan mencari tahu penyebab kekesalan. Apa Anda mengalami hal buruk? Apa ada yang memicu kilas balik masa lalu yang buruk?

Ingat, Anda tidak bisa mengontrol semuanya. Kunci memanfaatkan amarah adalah dengan berdamai dengan fakta bahwa ada hal-hal di luar kendali Anda.

"Kesadaran ini memungkinkan Anda untuk menyalurkan amarah dengan cara yang lebih produktif dan dapat meredakan amarah lebih cepat," kata Hamilton.

5. Ambil tindakan

Kadang mencari tahu penyebab kemarahan itu mudah. Anda tidak setuju dengan kebijakan baru karena merugikan kaum pekerja, wajar Anda marah. Anda tahu alasan Anda marah sehingga siap untuk ambil tindakan dan mulai menyelesaikannya.

"Gunakan kemarahan sebagai motivasi untuk perubahan. Jika Anda marah, lakukan sesuatu. Lakukan perubahan, aktiflah. Jika tidak, itu akan berubah jadi balas dendam atau sikap apatis," kata Dehorty.

(els/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK