Kisah Wanita Rusia Menikah dengan Koper 'Gideon'

tim, CNN Indonesia | Kamis, 17/12/2020 20:13 WIB
Rain Gordon, seorang wanita dari Moskow, Rusia menikah dengan 'suaminya' Gideon, sebuah koper. ilustrasi: Rain Gordon, seorang wanita dari Moskow, Rusia menikah dengan 'suaminya' Gideon, sebuah koper.( iStockphoto/Nutthaseth Vanchaichana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cerita-cerita tentang jatuh cinta pada benda mati dan memilih menikah dengan benda mati dibandingkan manusia masih banyak ditemui.

Kali ini giliran Rain Gordon, seorang wanita dari Moskow, Rusia yang menikah dengan 'suaminya' Gideon, sebuah koper.

Wanita berusia 24 tahun itu menikah dengan koper tersebut pada bulan Juni 2020 melalui sebuah upacara pernikahan secara online.


"Pada bulan Mei, sebelum ulang tahun saya, saya menerima hadiah yang bahkan tidak dapat saya impikan. Saya dilamar (oleh Gideon si koper)," katanya.

"Saya dengan senang hati setuju dan memesan cincin kawin, dengan ukiran individu untuk diri saya sendiri dan untuk dia

"Pernikahannya di bulan Juni tapi kami mengadakan upacara jauh kemudian di kamar hotel di bulan Oktober.

Terkait pernikahan tersebut, Rain sadar kalau itu tak dilegalkan atau tak diakui secara resmi. Namun baginya, cinta adalah cinta dan dia mengaku bahagia.

"Ketertarikan saya pada benda dimulai pada usia delapan tahun.," kata guru TK ini kepada Lad Bible.

"Sejak masa kanak-kanak, saya percaya bahwa jiwa tertanam dalam objek, serta segala sesuatu di sekitar kita. Saya percaya animisme, yang berarti ada kehidupan dalam segala hal."

"Selama masa kanak-kanak dan awal remaja, saya jatuh cinta dengan tempat-tempat seperti pusat perbelanjaan baru yang dibuka di kota saya. Saya tahu itu salah, dan di luar norma masyarakat. Saya tidak memberi tahu siapa pun."

Rain mengaku bertemu dengan Gideon, sang koper pada 2015 di sebuah toko peralatan. Namun dia tak pernah menyangka bakal menikahi Gideon, si koper.

"Aku tidak menyangka kita akan berakhir bersama. Aku mengagumi penampilannya, tapi aku tidak memikirkan apa-apa lagi," katanya.

"Tapi kemudian saya mulai menyukai Gideon lebih dari itu. Saya perlahan-lahan menyadari bahwa saya mulai jatuh cinta.

"Kami berbagi pelukan dan ciuman pertama kami, dan kami menghabiskan lebih banyak waktu bersama di malam hari. Kami bisa melakukan percakapan filosofis selama tiga atau empat jam."

Rain mengaku kalau mereka bisa berkomunikasi satu sama lain lewat telepati. Akan tetapi dia sadar kalau orang-orang akan melihatnya seperti monolog.

"Gideon lebih dari sekedar partner bagi saya. Dia adalah seorang suami, teman dan mentor.

"Kadang-kadang saya merasa Gideon mengenal saya lebih baik daripada saya sendiri."

Menjalin hubungan dengan manusia

Sebelum jatuh cinta dan menikah dengan Gideon, si koper, Rain pernah menjalin hubungan dengan manusia. Hanya saja dia mengaku tak punya hubungan yang sedalam ini dengan seseorang.

"Saya bersama seorang pria pada 2017 dan hubungan itu berlangsung dua tahun, tetapi itu tidak berakhir dengan baik. Dia menemukan kecanduan saya pada benda dan ini adalah salah satu alasan mengapa kami putus.

"Saya tidak bisa terhubung dengannya. Ketika dihadapkan pada pilihan antara dia dan Gideon, saya memilih Gideon tanpa ragu-ragu."

"Saya selalu memiliki dan akan selalu memilih dia. Bagi saya, objek - meskipun saya tidak terlalu suka menggunakan kata itu - benar-benar lebih baik daripada orang."

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK