Mengenal Tanaman Hias Sansevieria Si 'Lidah Mertua'

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 05/02/2021 10:07 WIB
Sanseviera merupakan salah satu tanaman favorit masyarakat Indonesia karena perawatannya yang mudah. Berikut serba-serbi mengenai tanaman hias sanseviera. Sanseviera merupakan salah satu tanaman favorit masyarakat Indonesia karena perawatannya yang mudah. Berikut serba-serbi mengenai tanaman hias sanseviera. (Foto: Istockphoto/Natalia SERDYUK)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tanaman hias Sansevieria atau biasa disebut Lidah Mertua adalah salah satu tanaman hias asli dari daerah tropis.

Sansevieria sangat mudah dibudidayakan bahkan dalam kondisi lingkungan yang kurang memadai. Tanaman ini adalah tanaman sukulen dari keluarga Dracaenaceae yang berasal dari Afrika Selatan, Arab, India, dan Indonesia.

Tanaman Lidah Mertua memiliki akar serabut yang tumbuh para rimpang. Akar menyebar dangkal di dalam tanah, berwarna putih, dan mengandung banyak air.


Orang awam menganggap rimpang (rhizoma) dan stolon sebagai akar utama. Namun anggapan tersebut salah karena keduanya bukan merupakan akar tetapi modifikasi batang yang berfungsi sebagai organ.

Sebetulnya semua tanaman Sansevieria berbatang, baik batang sejati maupun semu. Batang sejati akan tampak ketika tanaman tumbuh besar sedangkan batang semu telah ada sejak tanaman masih kecil.

Batang semu sendiri merupakan organ perbanyakan pada tanaman Lidah Mertua. Batang semu yang tumbuh dipermukaan tanah disebut stolon sedangkan yang hidup di dalam tanah disebut rimpang.

Banner GIF Tips Merawat Tanaman Hias

Jenis Tanaman Hias Sansevieria

Variegated tropical leaves pattern of snake plant or mother-in-law's tongue (Sansevieria trifasciata 'Laurentii') and aloe succulent plant on dark nature background.Foto: istock/Chansom Pantip
Tanaman hias sanseviera memiliki sejumlah jenis dengan bentuk beragam.

Sansevieria memiliki banyak jenis, namun ada lima jenis yang paling banyak digemari untuk menjadi hiasan ruangan rumah, kantor, dan lainnya.

1. Sansevieria stuckyi

[Gambas:Instagram]

Sansevieria stuckyi memiliki ciri-ciri yaitu berwarna hijau gelap, daunnya tegak lurus, bulat, dan ada guratan-guratan yang berwarna pucat. Pertumbuhan Sansevieria stuckyi bisa mencapai 2 meter.

2. Sansevieria pinguicula

[Gambas:Instagram]

Selanjutnya, salah satu spesies tanaman hias berbunga yang berasal dari kawasan Bura, Kenya, dan Garissa yaitu Sansevieria pinguicula.

Tanaman hias ini memiliki ciri-ciri dengan daunnya yang merekah berwarna biru kehijauan dan bisa tumbuh dengan cepat. Bagian pinggir daunnya terdapat garis tepi yang berwarna cokelat kemerahan.

3. Sansevieria kirkii

[Gambas:Instagram]

Sansevieria kirkii adalah salah satu spesies tanaman hias berbunga yang berasal dari Afrika. Nama lain dari Sansevieria kirkii adalah Sansevieria bintang karena bentuknya yang sangat mirip dengan bintang.

Ciri-ciri tanaman hias Sansevieria kirkii adalah memiliki bunga yang berwarna putih-kehijauan, daunnya berwarna hijau gelap, dan mengeluarkan bau harum yang khas.

4. Sansevieria trifasciata

[Gambas:Instagram]

Sansevieria trifasciata adalah tanaman hias yang berasal dari kawasan Afrika Barat, Nigeria Timur, dan Kongo. Ciri-ciri dari Sansevieria trifasciata memiliki daun yang kaku dan tumbuh secara vertikal ke atas.

Selain itu, daunnya berwarna hijau dengan guratan belang-belang berwarna abu dan hijau.

5. Sansevieria Ehrenbergii

[Gambas:Instagram]

Jenis Sansevieria selanjutnya adalah Sansevieria ehrenbergii. Ciri-ciri yang dimiliki oleh Sansevieria ini adalah daun yang berwarna hijau gelap dan tersusun rapat menyerupai kipas.

Tanaman hias Sansevieria ehrenbergii ini juga bisa dimanfaatkan sebagai antiseptik alami.


Cara Merawat Tanaman Hias Sansevieria

Cover Fokus Pikat Pesona Tanaman HiasFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Cara Merawat Tanaman Hias Sansevieria

1. Letakkan di tempat yang cukup mendapatkan sinar matahari

Jika ditaruh di dalam ruangan, sebaiknya pilih lokasi yang terkena sinar matahari, misalnya dekat pintu atau ambang jendela. Hal ini dilakukan agar tanaman dapat memaksimalkan pertumbuhannya dan tak cepat layu.

Kegiatan menjemur bisa dilakukan minimal satu kali dalam seminggu. Sinar matahari yang didapat pada tanaman hias lidah mertua juga bisa mencegah warna daun yang memudar.

2. Siram seperlunya

Lidah mertua sejatinya tidak butuh sering-sering disiram. Penyiraman terlalu banyak dapat menyebabkan tanaman menjadi busuk. Idealnya, menyiram sansevieria cukup 1-2 kali seminggu

3. Komposisi media tanam

Media tanam yang cocok adalah media tanam yang porous dengan campuran sekam bakar, pasir malang, sekam mentah, dan pupuk kandang. Alternatif lain, sekam bakar bisa digant dengan tanah merah, dengan komposisi yang sama. 

Lidah mertua juga bisa ditanam di tanah biasa asalkan kondisinya tidak terlalu lembap.

4. Pemupukan

Pemupukan dapat dilakukan sebulan sekali melalui akar, daun, atau kombinasi keduanya.

Jenis pupuk yang direkomendasikan adalah pupuk guano organik, terutama untuk sansevieria variegata. Dapat juga dengan pupuk slow release, gandasil, hyponex, grow more, grow quick.

Manfaat Tanaman Hias Sansevieria

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Istimewa (DKI) Jakarta melalui Gubernur Anies Baswedan, baru akan berencana menanam tumbuhan lidah mertua untuk mengurangi polusi udara. Padahal di Kota Surabaya, Wali Kota Tri Rismaharini, telah menanam tumbuhan serupa sudah sejak lama.Foto: CNN Indonesia/Farid
Manfaat tanaman hias Sansevieria antara lain membersihkan racun di udara, mencegah alergi, memproduksi lebih banyak oksigen.

Berikut manfaat tanaman hias sansevieria alias lidah mertua.

1. Membersihkan polusi

Lidah mertua membersihkan udara lebih baik daripada kebanyakan tanaman lainnya. Ia memiliki kemampuan untuk menyerap jumlah karbon monoksida dan karbon dioksida yang berlebihan.

Studi dari Naresuan University, Thailand menemukan kadar karbon dioksida di ruang kantor dapat berkurang dengan menanam lima lidah mertua berukuran 60-80 cm.

Penelitian dari NASA juga menyatakan lidah mertua dapat menyerap racun di udara seperti benzene, xylene, trichlorethylene, dan formaldehyde. Zat ini berbahaya jika dihirup oleh tubuh karena dapat menyebabkan kanker.

NASA merekomendasikan 15-18 tanaman lidah mertua untuk rumah ukuran sedang hingga besar seluas 167 meter persegi.

2. Menghasilkan oksigen

Manfaat sansevieria selanjutnya dapat meningkatkan produksi oksigen sehingga membuat kualitas udara lebih baik.

Dikutip dari situs kebun Balcony Garden, penelitian dari Harvard University Extension menyatakan, lidah mertua adalah salah satu tanaman hias yang paling banyak menghasilkan oksigen.

Lidah mertua mengubah banyak karbon dioksida menjadi oksigen di malam hari. Ini akan membuat udara terasa segar saat pagi hari.

3. Melawan alergi dan sindrom bangunan sakit

Kemampuan lidah mertua menyerap racun dan melepas oksigen dapat mengurangi alergen atau hal-hal yang menyebabkan alergi di udara. Orang dengan alergi udara dapat menanam tumbuhan ini agar dapat menghirup udara yang bersih.

Sindrom bangunan sakit atau sick building syndrome (SBS) merupakan kondisi yang memunculkan gejala iritasi, batuk, gatal, pusing, mual, sesak dada, dan nyeri otot ketika beraktivitas di ruangan atau gedung dalam jangka waktu lama.

Untuk mengatasi sindrom akibat sirkulasi udara yang buruk dalam ruangan tersebut, bisa memanfaatkan tanaman hias sansevieria.

4. Pelindung

Berdasarkan ilmu topografi kuno China atau fengshui, sansevieria dapat memberikan energi pelindung jika diletakkan pada posisi yang ideal. Dalam fengsui, tanaman yang runcing seperti lidah mertua dianggap sangat baik untuk melawan Qi (energi) negatif.

5. Tanaman hias

Manfaat tanaman hias sansevieria yang terakhir adalah dijadikan pemanis pekarangan rumah maupun di dalam ruangan. Bentuknya yang berkarakter kuat, bertekstur, hijau gelap, dan memanjang, menambah kontras dan kesan alami.

Keindahan sanseviera tersebut juga dipercaya dapat membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi stres.

(din/fef)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK