Mengenal Sebab dan Gejala Aneurisma Otak yang Dialami Dr. Dre

tim, CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 09:44 WIB
Selebriti Dr. Dre dilarikan ke rumah sakit Los Angeles karena mengalami aneurisma otak. Ada beberapa gejala aneurisma otak yang kerap dialami penderitanya. Selebriti Dr. Dre dilarikan ke rumah sakit Los Angeles karena mengalami aneurisma otak. Ada beberapa gejala aneurisma otak yang kerap dialami penderitanya. ( iStockphoto/peterschreiber.media)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selebriti Dr. Dre dilarikan ke rumah sakit Los Angeles karena mengalami aneurisma otak. Ada beberapa gejala aneurisma otak yang kerap dialami penderitanya. 

Pada 5 Januari lalu, Dre menuliskan 'merasa baik-baik saja dan mendapat perawatan yang sangat baik dari tim kesehatannya."

Apa sebenarnya Brain Aneursym dan gejala aneurisma otak?


Mengutip berbagai sumber, aneurisma adalah tonjolan di pembuluh darah yang disebabkan oleh kelemahan pada dinding pembuluh darah, biasanya di tempat bercabang.

Saat darah melewati pembuluh darah yang melemah, tekanan darah menyebabkan area kecil menonjol keluar seperti balon.

Aneurisma dapat berkembang di pembuluh darah mana pun di tubuh. Namun yang paling umum adalah di arteri (yang mengangkut darah dari jantung ke seluruh tubuh) dan juga otak.

Istilah medis untuk aneurisma yang berkembang di dalam otak adalah aneurisma intrakranial atau serebral. Hanya saja, kebanyakan aneurisma otak hanya menyebabkan gejala yang terlihat jika pecah (pecah).

Hal ini menyebabkan kondisi serius yang dikenal sebagai perdarahan subarachnoid. Perdarahan ini disebabkan oleh pecahnya aneurisma dapat menyebabkan kerusakan dan gejala otak yang luas. Kebanyakan aneurisma tidak pecah, jadi pengobatan hanya dilakukan jika risiko ruptur sangat tinggi.

Gejala aneurisma otak

Beberapa gejala aneurisma otak antara lain:
- Sakit kepala yang tiba-tiba dan terasa menyiksa (thunderclap headache atau sakit kepala petir)
- Leher mudah kaku
- Mual dan muntah
- Sakit kepala saat melihat cahaya terang
- Kehilangan kesadaran
- Kehilangan keseimbangan saat berjalan
- Dilatasi pupil mata
- Kebingungan
- Kejang

Ketika tidak ditangani dengan serius, sekitar 3 dari 5 orang yang mengalami perdarahan subarachnoid meninggal dalam waktu 2 minggu. Sedangkan yang bertahan hidup mengalami kerusakan otak parah atau cacat.

Penyebab

Aneurisma otak biasanya berkembang seiring bertambahnya usia. Penyakit ini juga menjadi masalah umum setelah usia 40 tahun.

Ada beberapa penyebab aneurisma otak, beberapa di antaranya adalah:

- Merokok
- Tekanan darah tinggi
- Riwayat keluarga aneurisma otak
- Dalam beberapa kasus, aneurisma otak dapat berkembang karena adanya kelemahan pada dinding pembuluh darah saat lahir.

Wanita juga disebut-sebut lebih berisiko mengalami aneurisma dibanding pria. Hanya saja dalam beberapa kasus, gejala aneurisma otak seringkali tidak muncul atau hanya beberapa yang muncul. 

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK