Kolesterol Naik Bikin Sakit Kepala, Mitos atau Fakta?

tim, CNN Indonesia | Minggu, 24/01/2021 11:01 WIB
Kolesterol naik sering dikaitkan menjadi salah satu penyebab utama sakit kepala, mitos atau fakta? Ilustrasi. Kolesterol naik sering dikaitkan menjadi salah satu penyebab utama sakit kepala. (iStockphoto/fizkes)
Jakarta, CNN Indonesia --

Konsumsi makanan berlemak terlalu banyak bisa memicu kenaikan kolesterol. Saat kolesterol naik, sebagian orang merasakan sakit kepala.

Padahal kolesterol naik tidak begitu saja menimbulkan rasa sakit di kepala.

Jadi, kolesterol naik bikin sakit kepala, mitos atau fakta?


Dokter spesialis penyakit dalam di RSCM, Sukamto mengatakan sakit kepala akibat kolesterol naik hanyalah mitos.

"Kolesterol dan sakit kepala sering jadi mitos. Orang pikir sakit kepalanya timbul karena kolesterol naik. Padahal tidak ada hubungannya," kata Sukamto pada CNNIndonesia.com, Rabu (20/1).

Sebagaimana dilansir Healthline, kolesterol adalah substansi mirip lemak atau lem yang diproduksi organ hati.

Kolesterol berguna untuk pembentukan membran sel, vitamin D, dan beberapa jenis hormon. Karena tidak larut air, kolesterol harus dibawa oleh lipoprotein melalui aliran darah.

Ada dua jenis lipoprotein yakni, low density lipoprotein (LDL) yang kerap disebut kolesterol 'jahat' dan high density lipoprotein (HDL) alias si kolesterol 'baik'. LDL bisa menumpuk di arteri dan menimbulkan masalah jantung juga stroke.

Sedangkan, HDL bertugas mengangkut LDL ke organ hati untuk dieliminasi.

Yang disebut kolesterol tinggi adalah terlalu banyak LDL dalam aliran darah. Dalam bahasa medis disebut hypercholesterolemia atau hyperlipidemia.

"Kolesterol kan ada dalam aliran darah kemudian akan menempel bersama komponen lain di dinding pembuluh darah sehingga aliran darah terhambat. Sumbatan bisa menimbulkan kerusakan lalu sakit kepala. Jadi butuh proses, tidak langsung sakit kepala begitu saja," jelas Sukamto.

Untuk menghindari kenaikan kolesterol, biasanya dokter akan menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan tertentu. 

Di antaranya yang mengandung lemak jenuh, konsumsi makanan tinggi serat, konsumsi makanan dengan teknik masak selain goreng juga memilih sumber protein ringan seperti ikan dan ayam.

Konsumsi ikan kaya lemak seperti ikan kembung, akan memberikan asupan omega-3 yang membantu menurunkan kadar LDL.

(els/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK