Mengenal Kesepian Kronis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

tim, CNN Indonesia | Minggu, 28/02/2021 14:29 WIB
Terdapat perasaan kesepian yang membuat seseorang mengisolasi diri dari kehidupan sosial dalam jangka waktu yang lama, atau dikenal sebagai kesepian kronis. Ilustrasi. Terdapat perasaan kesepian yang membuat seseorang mengisolasi diri dari kehidupan sosial dalam jangka waktu yang lama, atau dikenal sebagai kesepian kronis. (iStockphoto/Tunatura)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hampir sebagian besar orang pernah mengalami kesepian dalam hidupnya, apalagi di masa pandemi Covid-19 sekarang ini yang membatasi interaksi langsung.

Merasa sepi adalah situasi yang wajar dan dapat terjadi pada banyak orang. Namun, bukan berarti itu bisa disepelekan begitu saja.

Pasalnya, terdapat perasaan kesepian yang membuat seseorang mengisolasi diri dari kehidupan sosial dalam jangka waktu yang lama. Kondisi tersebut dikenal dengan kesepian kronis dalam istilah medis.


Sebagaimana dilansir Psychology Today, kesepian kronis ditandai dengan perasaan terus-menerus dan tak henti-hentinya menyendiri, terpisah atau berjarak dari orang lain, dan ketidakmampuan untuk terhubung pada tingkat yang lebih dalam.

Kondisi ini juga bisa disertai dengan perasaan tidak mampu yang sudah mengakar, tidak percaya diri, dan kebencian pada diri sendiri.

Meskipun kesepian dan kesepian kronis, bukanlah kondisi kesehatan mental yang spesifik, tapi hal itu masih dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik Anda.

Mengapa orang kesepian?

Sebagaimana dikutip dari Healthline, kesepian bisa terjadi karena sejumlah alasan. Misalnya, Anda mungkin merasa kesepian jika:

- pindah sekolah atau pekerjaan
- bekerja dari rumah
- pindah ke kota baru
- mengakhiri hubungan
- tinggal sendiri untuk pertama kalinya

Saat Anda menyesuaikan diri dengan keadaan baru ini, perasaan kesepian mungkin berlalu, tetapi juga terkadang tetap ada.

Tidak selalu mudah untuk membicarakan tentang perasaan kesepian, dan jika Anda kesulitan menjangkau orang lain, Anda mungkin akan merasa lebih kesepian.

Di samping itu, kurangnya koneksi, hidup dengan masalah kesehatan mental atau fisik juga dapat meningkatkan risiko kesepian.

Gejala kesepian kronis

Jika Anda kesepian, Anda mungkin merasa sedih, hampa, atau seolah-olah Anda kekurangan sesuatu yang penting saat menghabiskan waktu sendiri.

Kesepian kronis juga bisa melibatkan gejala-gejala berikut:

- penurunan energi
- tidak bisa fokus
- insomnia, gangguan tidur, atau masalah tidur lainnya
- nafsu makan menurun
- perasaan ragu-ragu, putus asa, atau tidak berharga
- kecenderungan untuk sering sakit
- sakit dan nyeri tubuh
- perasaan cemas atau gelisah
- peningkatan belanja
- penyalahgunaan zat
- meningkatnya keinginan untuk menonton acara atau film secara berlebihan
- menginginkan kehangatan fisik, seperti minuman panas, mandi, atau mengenakan pakaian dan selimut yang nyaman

Diagnosa kesepian kronis

Kesepian, bahkan kesepian kronis, bukanlah kondisi kesehatan mental yang spesifik. Namun, para ahli semakin menyadari bagaimana kesepian dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan emosional Anda.

Sebuah tinjauan pada 2017 dari 40 studi tentang isolasi sosial dan kesepian menemukan bukti untuk menghubungkan keadaan ini dengan risiko kematian dini yang lebih tinggi, masalah kardiovaskular, dan memburuknya kesehatan mental.

Studi lainnya pada tahun yang sama, melihat hasil dari Survei Kesehatan Swiss 2012, dan menemukan bukti yang mengaitkan kesepian dengan peningkatan risiko:

- penyakit kronis
- kolesterol Tinggi
- tekanan emosional
- diabetes
- depresi

Pengobatan kesepian kronis

Meskipun kesepian mungkin bukan kondisi yang dapat didiagnosis, Anda masih bisa mendapatkan bantuan untuk mengatasi perasaan kesepian.

Menemukan cara terbaik untuk mengatasi kesepian seringkali bergantung pada apa yang menyebabkannya.

Sebagai contoh:

- Anda mungkin kesulitan mengenal orang, baik mereka teman baru atau calon pasangan romantis.
- Anda mungkin baru saja pindah ke kota baru dan merindukan tempat-tempat lama Anda.
- Anda mungkin memiliki banyak hubungan kasual tetapi tidak ada yang tampak bermakna.
- Anda mungkin memiliki perasaan ragu-ragu, kurang percaya diri, atau kecemasan sosial yang menghalangi membangun koneksi dengan orang lain.

Dalam semua kasus, berbicara dengan terapis dapat membantu Anda menemukan cara untuk membuat perubahan.

Seorang terapis dapat membantu Anda mengungkap kemungkinan penyebab kesehatan mental dari gejala Anda.

Meskipun tidak ada diagnosis untuk kesepian, terapi dapat menbuat Anda bisa mengakses dukungan yang berpotensi membantu.

Seorang terapis juga dapat mengajari Anda kiat untuk mengatasi efek kesepian dan membantu Anda mencari cara untuk membuat perubahan positif.

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK