Mengenal TB Usus yang Sempat Diderita Ustaz Maaher

tim, CNN Indonesia | Rabu, 10/02/2021 12:46 WIB
Istri Ustaz Maaher mengungkapkan bahwa Maaher sempat mengindap TB usus. Apa sebenarnya TB Usus? Istri Ustadz Maaher mengungkapkan bahwa Maaher sempat mengindap TB usus. Apa sebenarnya TB Usus? (Arsip Pribadi via Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia pada Senin (8/2/2021) pukul 19.45 WIB. Sampai saat ini belum ada keterangan penyebab meninggalnya Ustadz Maaher.

Namun Iqlima Ayu, istri Ustaz Maaher mengungkapkan bahwa dia sempat mengidap TB usus.

Apa sebenarnya TB usus seperti yang pernah diidap Ustaz Maaher?


Dibanding TBC, TB usus jarang terdengar. Namun sama seperti TBC, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri yang menginfeksi organ lain, termasuk usus dikenal sebagai TB ekstra paru.

TB ekstra paru itu istilahnya bisa terjadi dari ujung rambut sampai ujung kaki kejadiannya. Misalnya, bisa ke otak (meningitis TB), mata (TB mata), kulit (TB kulit)," kata Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, ahli pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Selasa (9/2/2021).

"Kemudian di kelenjar getah bening itu juga bisa, kemudian bisa di liver, bisa di ginjal, dan bisa mengenai usus," lanjutnya.

Hanya saja, kejadian TB usus ini hanya terjadi 20 persen dari kasus TB secara umum.

Ciri TB Usus yang sempat diderita Ustadz Maaher.

Ari mengungkapkan ada beberapa tanda umum terinfeksi TB usus. Beberapa gejalanya antara lain demam, berkeringat di malam hari, dan berat badan turun.

"(gejala) Lokalnya kalau diaTB usus, dia diare, mencret. Diarenya kronik lebih dari 2 minggu," katanya.

"(diarenya) Bisa darah lendir. Mencretnya sedikit-sedikit, tapi ada darah lendir."

Penularan TB Usus

Sama seperti TB paru, TB usus seperti yang diderita Ustadz Maaher ini bisa menular melalui droplet atau percikan saat batuk dan bersin.

"Kumannya tetap melalui droplet. Jadi reseptor pertama kuman itu adanya di paru-paru. Masuk ke paru nanti baru dia yang kita bilang sistemik itu (menginfeksi organ lain)," jelas Ari.

"Lewat droplet, tapi dia menularnya lagi ke dalam tubuh melalui darah dan limfatik itu," tuturnya.

KLIK DI SINI UNTUK ARTIKEL SELANJUTNYA

(chs/chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK