Kenali Vertigo Seperti yang Dialami Firmanzah Eks Stafsus SBY

CNN Indonesia | Sabtu, 06/02/2021 13:45 WIB
Saat kambuh, vertigo terasa mirip dengan mabuk perjalanan tapi berbeda dengan pusing biasa. Ilustrasi mengalami vertigo. (lannyboy89/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah berpulang Sabtu (6/2) pagi. Pria yang menjabat sebagai staf khusus era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini meninggal akibat penyakit vertigo. Akademisi Universitas Paramadina, Hendri Satrio membenarkan kabar ini.

"Benar, meninggal pagi ini. Kabar dari pihak keluarga karena vertigo," kata Hendri pada CNNIndonesia.com.

Apa itu vertigo?


Vertigo merupakan kondisi kepala pusing yang menimbulkan kesan bahwa penderita atau lingkungan berputar atau bergerak. Saat kambuh, vertigo terasa mirip dengan mabuk perjalanan tapi berbeda dengan pusing biasa.

Melansir dari Medical News Today, vertigo bukan penyakit melainkan gejala.Beberapa kondisi kesehatan bisa mengakibatkan vertigo.

Biasanya kondisi ini berkaitan dengan keseimbangan di area telinga dalam atau masalah dengan sistem saraf pusat.

Berikut kondisi-kondisi yang bisa mengakibatkan vertigo:

Labirinitis

Labirinitis (Labyrinthitis) merupakan infeksi yang mengakibatkan peradangan labirin telinga bagian dalam. Dalam labirin telinga terdapat saraf vestibulocochlear yang mengirimkan informasi ke otak terkait gerakan kepala, posisi dan suara.

Selain vertigo, labirinitis akan membuat penderitanya mengalami gangguan pendengaran, tinitus, sakit kepala, sakit telinga dan masalah penglihatan.

Neuritis vestibular

Di sini terjadi peradangan di saraf vestibular. Ini mirip dengan labirinitis tetapi tidak berpengaruh pada pendengaran. Penderita akan mengalami vertigo diikuti dengan penglihatan kurang jelas, mual dan merasa kehilangan keseimbangan.

Kolesteatoma

Kolesteatoma (Cholesteatoma) merupakan pertumbuhan kulit nonkanker di bagian tengah telinga. Pertumbuhan tak terkendali ini biasanya karena infeksi berulang. Karena tumbuh di belakang gendang telinga, ini mampu merusak struktur tulang telinga tengah sehingga timbul gangguan pendengaran dan pusing.

Penyakit Meniere

Penyakit Meniere mengakibatkan penumpukan cairan di dalam telinga sehingga timbul vertigo diikuti telinga berdering dan kehilangan pendengaran. Biasanya penyakit menyerang mereka yang berusia 40-60 tahun.

Vertigo posisi paroksismal jinak

Bagian dalam telinga memiliki struktur yang disebut otolith dan mengandung cairan dan partikel kristal kalsium karbonat. Otolith ini bagian vital yang mendukung kinerja organ keseimbangan, apparatus vestibularis.

Pada benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) atau vertigo posisi paroksismal jinak kristal-kristal ini terlepas dan jatuh ke kanal berbentuk setengah lingkaran.

Akibatnya, otak menerima informasi kurang akurat mengenai posisi seseorang dan timbul sensasi seperti berputar. Biasanya vertigo terjadi kurang dari 60 detik tetapi timbul gejala ikutan termasuk mual.

Seperti apa gejalanya?

Melansir dari Healthline, gejala vertigo akan berupa kepala pusing seperti berputar dan makin buruk saat kepala bergerak. Selain itu, orang yang mengalami vertigo juga mengalami peningkatan keringat, mual, dan muntah.

Sementara itu untuk penanganan vertigo, ini akan tergantung penyebab vertigonya.

Akan tetapi untuk 'pertolongan pertama' untuk meredakan rasa tidak nyaman akibat vertigo biasanya berupa suplemen ginkgo biloba dan melatonin untuk meningkatkan tidur juga beberapa jenis olahraga.

Kemudian minyak esensial pun banyak digunakan seperti peppermint dan lemon balm. Cukup beberapa tetes pada kapas atau tisu dan dihirup.

(els/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK