Kata Penyandang Disabilitas soal Viral Masker Logo Tunarungu

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 10/02/2021 15:28 WIB
Foto masker berlogo tunarungu viral di media sosial. Logo pada masker ini menuai respons dari sejumlah pihak, termasuk kelompok penyandang disabilitas. Ilustrasi. Foto masker berlogo tunarungu viral di media sosial. (Istockphoto/Mykola Sosiukin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Foto masker berlogo tunarungu viral di media sosial. Logo pada masker ini menuai respons dari sejumlah pihak, termasuk kelompok penyandang disabilitas.

Sebuah foto yang diunggah pemilik akun Twitter @puspaswarna pada Senin (8/10) viral di media sosial. Foto itu memperlihatkan masker yang ditempeli sebuah stiker kecil di bagian sudut atas masker.

Stiker berbentuk persegi empat itu menampilkan logo berupa gambar telinga beserta alat bantu pendengaran. Logo tersebut identik dengan penyandang disabilitas untuk orang yang tuli atau tunarungu.


"Logo ini menandakan pemakainya tuna rungu, atau mempergunakan alat dengar," tulis @puspaswarna dalam cuitannya.

Menurut @puspaswarna, pemberian logo ini bertujuan agar seseorang dapat mengenali bahwa pemakai masker tersebut adalah tunarungu. Selain itu, di saat pandemi yang mengharuskan setiap orang memakai masker, tunarungu tidak bisa membaca gerak bibir orang lain untuk mengetahui apa yang diucapkan.

"Karena pandemi Covid-19 prokes mempergunakan masker, maka kaum tuna rungu ini tidak dapat membaca gerak bibir kita, sehingga jangan sampai ada salah komunikasi," tulis @puspaswarna.

Namun, saat dikonfirmasi, Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) mengaku tidak mengetahui asal usul logo tersebut.

"Bukan dari PPDI. Saya sudah cek ke teman-teman apakah produk tersebut dari mereka atau tidak, juga ke percetakan yang biasanya membuat produk untuk teman-teman. Dan semuanya tidak ada yang tahu," kata Ketua PPDI Jakarta Didi Leindert kepada CNNIndonesia.com, Rabu (10/2).

Tak hanya itu, Didi juga mengatakan bahwa tunarungu tak membutuhkan masker tersebut.

"Saya sudah tanyakan ke beberapa teman tuli, jawabannya variatif. Ada yang suka, ada yang tidak. Tapi, saya dari PPDI, saya pikir enggak perlu masker begitu," kata Didi.

Menurut Didi, masker berlogo tersebut justru membuat penyandang disabilitas menjadi tidak nyaman.

"Dalam hal komunikasi memang tidak nyaman memakai masker. Tapi, kalau di tempat umum dari gerak gerik kita bisa tahu. Tidak perlu ada logonya," tutur Didi.

Sementara itu, Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta juga menyatakan tidak menjual stiker tersebut.

(ptj/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK