Benarkah Tak Boleh Seks hingga Olahraga Berat Usai Divaksin?

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 27/02/2021 19:32 WIB
Benarkah setelah vaksinasi atau disuntik vaksin tidak boleh hubungan seks hingga olahraga berat? Berikut jawaban dari ahli. Ilustrasi. Jawaban ahli soal tidak boleh hubungan seks hingga olahraga berat setelah vaksinasi. (picjumbo/Viktor hanacek)
Jakarta, CNN Indonesia --

Baru-baru ini, beredar sebuah pesan berantai atau broadcast berisi peringatan terkait kegiatan yang harus dihindari setelah vaksinasi atau disuntik vaksin Covid-19.

Beberapa kegiatan yang disebut untuk dihindari dalam pesan itu di antaranya aktivitas fisik seperti olahraga berat, bersepeda, angkat beban, hingga berhubungan seks.

"Hindari kira-kira 2 - 3 hari secara mandatory dan 7 hari untuk lebih safety. Olahraga lain seperti jalan pagi, jalan santai, yang tidak overuse otot tangan diperbolehkan," demikian tertulis dalam pesan tersebut.


Namun, benarkah bahwa setelah disuntik vaksin tidak boleh hubungan seks hingga olahraga berat? Berikut jawaban dari ahli.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr Agus Dwi Susanto mengatakan bahwa menghindari kegiatan-kegiatan tersebut sifatnya individual artinya tidak berlaku untuk semua orang.

"Karena efek samping vaksin kan ada yang bisa muncul, ada yang enggak," kata Agus melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (27/2).

Agus menyebutkan beberapa efek samping vaksinasi yang bisa muncul di antaranya efek samping lokal seperti bengkak dan nyeri di bagian yang disuntik, serta efek samping sistemik seperti demam, sakit kepala, dan lemah atau letih.

"Pada orang-orang yang mengalami gejala ikutan setelah vaksinasi seperti demam, letih tentu harus istirahat dan menghindari aktivitas-aktivitas olahraga juga. Tapi ini sifatnya individu, tidak pada semua orang," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Vito Damay. Menurutnya, orang dapat kembali beraktivitas seperti biasa setelah vaksinasi kala tidak memiliki keluhan berarti.

"Setelah vaksinasi sebagian orang merasakan lemas dan mengantuk, Anda boleh saja tidak menjadwalkan sesuatu yang berat atau penting setelah itu. Tapi untuk besok dan seterusnya aktivitas normal saja," jelas Vito saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (26/2).

Lebih lanjut, menurutnya yang terpenting justru persiapan sebelum vaksinasi. Dia menyarankan agar tidak meminum kafein atau stimulan dan tidur terlalu larut atau begadang semalam sebelumnya.

"Karena dikhawatirkan itu mempengaruhi tekanan darah, padahal tekanan darah diusahakan stabil, walaupun saat ini batasnya sudah dinaikkan menjadi 180/110 mmHg dari sebelumnya 140/90 mmHg," paparnya.

"Selain itu, sehabis begadang lalu besoknya jadi agak demam dan atau malah sakit kan jadi bisa batal mendapat vaksinasi, sayang sekali," tambah Vito.

Oleh karenanya, dia menyarankan untuk memastikan tubuh dalam keadaan sehat ketika akan dan saat vaksinasi.

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK