Cara Membedakan Sesak Napas karena Asma dan Covid-19

Antara, CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 12:01 WIB
Sesak napas merupakan salah satu gejala yang muncul saat seseorang terinfeksi Covid-19. Lalu, apa perbedaan sesak napas karena Covid-19 dan asma? Ilustrasi. Sesak napas merupakan salah satu gejala yang muncul saat seseorang terinfeksi Covid-19. Lalu, apa perbedaan sesak napas karena Covid-19 dan asma? (iStockphoto/ Catinsyrup)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sesak napas merupakan salah satu gejala yang muncul saat seseorang terinfeksi Covid-19. Namun, asma juga merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan.

Lalu, apa perbedaan sesak napas karena Covid-19 dan asma?

Menurut Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA), terdapat beberapa gejala serupa di antara penyakit pernapasan ini.


Dalam bagan yang dibagikan AAFA di laman resminya, lama gejala sesak napas bagi pengidap asma bisa berlangsung dalam jangka waktu singkat hingga berjam-jam. Sementara, sesak napas karena virus corona (ringan hingga sedang) mencapai 7-25 hari.

Sesak napas pada pengidap asma napas disertai dengan batuk dan mengi (napas bunyi), sedangkan gejala Covid-19 tidak.

Selanjutnya, mereka yang terinfeksi Covid-19 jarang diawali oleh sesak napas, melainkan lebih ke sakit kepala, meriang, tidak enak badan, demam, nyeri pada sendi, hingga kehilangan indera penciuman.

Data AAFA per 27 Januari 2021 tidak menunjukkan peningkatan risiko infeksi Covid-19 atau keparahan penyakit Covid-19 pada orang dengan asma.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) sebelumnya mencantumkan asma sedang hingga parah sebagai faktor risiko yang mungkin untuk penyakit Covid-19 yang parah. Tetapi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa asma bukanlah faktor risiko.

Meski demikian, penderita asma harus berhati-hati ketika semua jenis penyakit pernapasan menyebar di lingkungan mereka.

AAFA mengatakan bahwa penderita asma dimungkinkan untuk tertular virus corona dan flu pada saat yang bersamaan.

Ketika musim flu telah tiba, penderita asma harus mendapatkan vaksinasi flu.

Setelah mendapatkan vaksinasi flu, dibutuhkan sekitar dua minggu bagi tubuh untuk membangun kekebalan terhadap flu. AAFA mengingatkan bahwa vaksinasi flu tidak akan melindungi Anda dari Covid-19.

Sebagaimana dikutip dari Antara, meskipun penderita asma tidak memiliki risiko tertinggi untuk Covid-19, tetap penting untuk mengendalikan asma.

Obat-obatan umum yang mungkin sudah dikonsumsi untuk asma dan kondisi terkait disebut tidak meningkatkan risiko terkena Covid-19.

Menurut AAFA, obat-obatan tersebut (sesuai resep dokter) penting untuk membantu mengendalikan asma. Justru, risikonya akan lebih besar mengalami serangan asma jika berhenti minum obat.

Namun, jika penderita harus menggunakan nebulizer, batasi jumlah orang di dalam ruangan atau gunakan sendiri di ruangan itu.

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK