Kriteria Lansia Layak Vaksinasi Covid-19 Sesuai Kuesioner

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/02/2021 13:06 WIB
Rekomendasi terbaru PAPDI soal vaksin Covid-19 menyertakan kriteria lansia yang boleh melakukan vaksinasi berdasarkan kuesioner Rapuh. Ilustrasi. Rekomendasi terbaru PAPDI soal vaksin Covid-19 menyertakan kriteria lansia yang boleh melakukan vaksinasi berdasarkan kuesioner Rapuh. (AP Photo/Jean-Francois Badias)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) memberikan rekomendasi terbaru mengenai pemberian vaksin Covid-19 Coronavac produksi Sinovac. Rekomendasi terbaru itu dilengkapi dengan kriteria lansia yang boleh mendapatkan vaksin berdasarkan 'Kuesioner Rapuh'.

Surat rekomendasi tertanggal 9 Februari itu dikirimkan kepada Ketua Umum PB IDI dengan tembusan ke Kementerian Kesehatan. Surat ini juga dipublikasikan di situs resmi PAPDI.

Rekomendasi ini disusun dengan mempertimbangkan upaya mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok, kajian BPOM, kesepakatan para ahli, keluarnya izin penggunaan darurat Coronavac untuk usia di atas 59 tahun, dan tidak ditemukannya KIPI yang bermakna pada hampir 1 juta orang yang telah disuntik vaksin.


Berikut kriteria lansia yang boleh mendapatkan vaksin Covid-19.

"Untuk individu dengan usia >59 tahun, kelayakan vaksinasi Coronavac ditentukan oleh kondisi frailty [kerapuhan] dari individu tersebut yang diperoleh dari kuesioner Rapuh," tulis PAPDI dalam surat rekomendasi itu.

Rapuh merupakan kuesioner yang terdiri dari lima pertanyaan. R merupakan resistensi, A untuk aktivitas, P untuk penyakit lebih dari 4, U untuk usaha berjalan, dan H untuk hilangnya berat badan.

Dari kuesioner itu, maka dapat diperoleh angka yang menjadi dasar boleh atau tidaknya seorang lansia mendapatkan vaksin Covid-19. Jika nilai yang diperoleh di atas 2, maka individu tersebut belum layak untuk melakukan vaksinasi Coronavac. Sebaliknya, jika di bawah 2 maka boleh melakukan vaksinasi Coronavac.

Sejumlah tenaga kesehatan mendapatkan vaksinasi dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021. CNN Indonesia/Adhi WicaksonoIlustrasi. Sebelum melakukan vaksinasi Covid-19, lansia harus mengisi kuesioner terlebih dahulu untuk menentukan kelayakan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Berikut pertanyaan kuesioner Rapuh.Kuesioner Rapuh terdiri dari lima pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur.

1. R = Resistensi

Dengan diri sendiri atau tanpa bantuan alat, apakah Anda mengalami kesulitan untuk naik 10 anak tangga dan tanpa istirahat di antaranya?

Skor 1 = Ya, 0 = Tidak

2. A = Aktifitas

Seberapa sering dalam 4 minggu Anda merasa kelelahan?

1: Sepanjang waktu
2: Sebagian besar waktu
3: Kadang - kadang
4: Jarang

Bila jawab 1 atau 2 skor = 1
Bila jawab 3 atau 4 skor = 0

3. P = penyakit lebih dari 4

Partisipan ditanya, apakah dokter pernah mengatakan kepada anda tentang penyakit anda (11 penyakit utama: hipertensi, diabetes, kanker selain kanker kulit kecil, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal)?

Bila ada 0-4 penyakit, maka skor menjadi 0

Bila ada 5-11 penyakit, maka skor menjadi 1

4. U = Usaha berjalan

Dengan diri sendiri dan tanpa bantuan, apakah Anda mengalami kesulitan berjalan kira - kira sejauh 100 sampai 200 meter?

Bila jawaban 'ya', skor = 1

Bila jawaban 'tidak', skor - 0

5. H = Hilangnya berat badan

- Berapa berat badan Anda dengan mengenakan baju tanpa alas kaki saat ini?
- Satu tahun yang lalu, berapa berat badan Anda dengan mengenakan baju tanpa alas kaki?

Cara menghitung berat badan dalam persen:
[(berat badan 1 tahun yang lalu - berat badan sekarang) / berat badan 1 tahun lalu] x 100 persen

Bila hasil >5% (mewakili kehilangan berat badan 5%) diberi skor 1.

Jumlahkan semua skor dari kelima poin di atas. Jika jumlah skor 1-2, maka masuk dalam kategori pre-frail atau pra-rapuh. Sementara jika jumlah skor >2, maka masuk dalam kategori frail atau rapuh.

(ptj/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK