Studi: Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Depresi

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 28/03/2021 16:20 WIB
Studi terbaru menunjukkan, kebiasaan tidur yang buruk memengaruhi kesehatan mental. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko depresi. Ilustrasi. Studi terbaru menunjukkan, kebiasaan tidur yang buruk memengaruhi kesehatan mental. (Istockphoto/bymuratdeniz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sudahkah Anda tidur cukup? Studi terbaru menunjukkan, kebiasaan tidur yang buruk memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental. Penelitian dari University of Michigan mendapati, kurang tidur dapat meningkatkan risiko depresi.

Studi ini dilakukan terhadap 2.115 dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis. Peneliti menganalisis kebiasaan tidur partisipan dua minggu sebelum pendidikan dan satu tahun selama pendidikan yang memiliki jadwal tidur dan kerja yang tidak teratur.

Partisipan juga diminta mengisi kuesioner terkait suasana hati mereka.


Hasilnya, kurang tidur dan waktu tidur yang berantakan meningkatkan risiko depresi.

Studi tersebut juga menemukan bahwa jadwal tidur yang tidak teratur memiliki efek jangka pendek berupa suasana hati yang buruk keesokan harinya.

Orang dengan jadwal tidur yang berubah-ubah sepanjang minggu mendapatkan skor depresi dan suasana hati yang lebih buruk.

Untuk mencegah depresi dan meningkatkan suasana hati, peneliti menyimpulkan untuk tidur yang cukup dengan jadwal yang teratur.

"Konsistensi tidur, bersama dengan durasi tidur, menjanjikan peningkatan kesehatan mental," tulis peneliti, dikutip dari Metro UK.

Coba-lah untuk tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari. Orang dewasa direkomendasikan untuk tidur 7-9 jam setiap hari.

(ptj/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK