Alasan Portugal Vaksin Seluruh Warga di Pulau Terpencil Ini
CNN Indonesia
Kamis, 18 Mar 2021 12:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pemandangan Pulau Corvo di Portugal. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Disandera oleh cuaca ekstrem Atlantik Utara dan sering kekurangan pasokan penting, pulau kecil Corvo di Portugal memiliki keunggulan dalam perang melawan pandemi: keterpencilannya.
Terletak ratusan kilometer dari benua Eropa, pulau terkecil di Azores - yang didominasi oleh kawah vulkanik dan dihiasi danau - tampaknya telah lolos dari cengkeraman Covid-19.
Pada hari Sabtu (14/3), hampir seluruh 400 penduduknya telah divaksinasi, dengan satu-satunya dokter yang bersuka cita ketika orang-orang berbaris di kompleks olahraga untuk mendapatkan dosis Pfizer kedua mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah menjalani kehidupan yang sangat dekat dengan normal," kata Antonio Salgado dengan ceria, memeriksa nama-nama dari daftarnya.
Dokter berusia 62 tahun itu tiba dengan Corvo kurang dari setahun yang lalu, tetapi dia sudah terbiasa dengan momen langkanya sembako sampai bahan bakar - hingga ia telah belajar membuat yoghurt buatan sendiri.
"Kondisi sekarang menghapus segala kesulitan yang kami alami setiap hari," katanya.
Wilayah imun
Pemerintah Portugal memutuskan untuk memvaksinasi seluruh penghuni pulau itu sepenuhnya tanpa membuat kelompok prioritas.
Pejabat kesehatan setempat Clelio Meneses menjelaskan bahwa jumlah suntikan yang diperlukan untuk mengimunisasi Corvo tidak akan mempengaruhi vaksinasi di tempat lain di Azores.
"Satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah memvaksinasi seluruh penduduk sekaligus untuk membuat wilayah imun," katanya.
Dengan hanya satu ventilator dan tidak ada tempat tidur rumah sakit, pandemi virus Corona di Corvo bisa sangat menghancurkan.
"Kami sangat takut seseorang akan datang dan menulari kami semua, seperti pengunjung yang datang dari perahu," kata Goreti Melo, satu-satunya perawat di pulau itu.
"Penyebarannya akan menjadi bencana dan sangat cepat," kata walikota Jose Manuel Silva, yang mengenang bahwa beberapa warganya ingin pulau itu ditutup.
"Kami hanya punya satu toko roti jadi mau tidak mau kami semua pergi ke tempat yang sama."
Bagai kapsul
Portugal telah memerangi salah satu wabah paling persisten di dunia, memberlakukan langkah-langkah pengurungan yang ketat karena lebih dari 16 ribu orang telah meninggal karena lebih dari 800 ribu infeksi.
Tetapi di Corvo hanya ada satu kasus Covid, berasal dari seorang warga lokal yang berkelana ke luar kota saat liburan Natal.
Orang-orang di pulau seluas 17 kilometer persegi itu kini bisa kembali bertemu di kafe dan restoran untuk berbincang hal remeh, salah satunya mengenai efek samping vaksin.
Namun, pulau itu hanya memiliki sedikit sumber pendapatan - armada kecil kapal penangkap ikan dan kawanan sekitar 1.000 ternak bertanggung jawab untuk ekonomi pertaniannya.
Pariwisata memberikan mata pencaharian bagi sebagian orang, tetapi pandemi telah membunuh sumber pendapatan itu dan meninggalkan pulau itu terutama bergantung pada bantuan dari luar.
Guru lokal Elisabete Barradas, yang mengatakan dia merasa "sangat istimewa" setelah menerima dosis vaksin keduanya, menjelaskan bahwa pulau itu terasa seperti "kapsul" selama pandemi.
Namun dia mengatakan warga sekarang menyaksikan bagaimana hal itu terjadi di seluruh dunia "dengan penuh perhatian".
Disandera oleh cuaca ekstrem Atlantik Utara dan sering kekurangan pasokan penting, pulau kecil Corvo di Portugal memiliki keunggulan dalam perang melawan pandemi: keterpencilannya.
Terletak ratusan kilometer dari benua Eropa, pulau terkecil di Azores - yang didominasi oleh kawah vulkanik dan dihiasi danau - tampaknya telah lolos dari cengkeraman Covid-19.
Pada hari Sabtu (14/3), hampir seluruh 400 penduduknya telah divaksinasi, dengan satu-satunya dokter yang bersuka cita ketika orang-orang berbaris di kompleks olahraga untuk mendapatkan dosis Pfizer kedua mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah menjalani kehidupan yang sangat dekat dengan normal," kata Antonio Salgado dengan ceria, memeriksa nama-nama dari daftarnya.
Dokter berusia 62 tahun itu tiba dengan Corvo kurang dari setahun yang lalu, tetapi dia sudah terbiasa dengan momen langkanya sembako sampai bahan bakar - hingga ia telah belajar membuat yoghurt buatan sendiri.
"Kondisi sekarang menghapus segala kesulitan yang kami alami setiap hari," katanya.
Wilayah imun
Pemerintah Portugal memutuskan untuk memvaksinasi seluruh penghuni pulau itu sepenuhnya tanpa membuat kelompok prioritas.
Pejabat kesehatan setempat Clelio Meneses menjelaskan bahwa jumlah suntikan yang diperlukan untuk mengimunisasi Corvo tidak akan mempengaruhi vaksinasi di tempat lain di Azores.
"Satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah memvaksinasi seluruh penduduk sekaligus untuk membuat wilayah imun," katanya.
Dengan hanya satu ventilator dan tidak ada tempat tidur rumah sakit, pandemi virus Corona di Corvo bisa sangat menghancurkan.
"Kami sangat takut seseorang akan datang dan menulari kami semua, seperti pengunjung yang datang dari perahu," kata Goreti Melo, satu-satunya perawat di pulau itu.
"Penyebarannya akan menjadi bencana dan sangat cepat," kata walikota Jose Manuel Silva, yang mengenang bahwa beberapa warganya ingin pulau itu ditutup.
"Kami hanya punya satu toko roti jadi mau tidak mau kami semua pergi ke tempat yang sama."
Alasan Portugal Vaksin Seluruh Warga di Pulau Terpencil Ini
Pemandangan Pulau Corvo di Portugal. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)
Bagai kapsul
Portugal telah memerangi salah satu wabah paling persisten di dunia, memberlakukan langkah-langkah pengurungan yang ketat karena lebih dari 16 ribu orang telah meninggal karena lebih dari 800 ribu infeksi.
Tetapi di Corvo hanya ada satu kasus Covid, berasal dari seorang warga lokal yang berkelana ke luar kota saat liburan Natal.
Orang-orang di pulau seluas 17 kilometer persegi itu kini bisa kembali bertemu di kafe dan restoran untuk berbincang hal remeh, salah satunya mengenai efek samping vaksin.
Namun, pulau itu hanya memiliki sedikit sumber pendapatan - armada kecil kapal penangkap ikan dan kawanan sekitar 1.000 ternak bertanggung jawab untuk ekonomi pertaniannya.
Pariwisata memberikan mata pencaharian bagi sebagian orang, tetapi pandemi telah membunuh sumber pendapatan itu dan meninggalkan pulau itu terutama bergantung pada bantuan dari luar.
Guru lokal Elisabete Barradas, yang mengatakan dia merasa "sangat istimewa" setelah menerima dosis vaksin keduanya, menjelaskan bahwa pulau itu terasa seperti "kapsul" selama pandemi.
Namun dia mengatakan warga sekarang menyaksikan bagaimana hal itu terjadi di seluruh dunia "dengan penuh perhatian".