Cara Agar Pikiran dan Hati Ikut Berpuasa Saat Ramadan

tim, CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 05:13 WIB
Selama bulan Ramadan 2021, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam. Kali ini, membahas bagaimana agar pikiran dan hati ikut berpuasa. Puasa juga dimaknai sebagai momentum bagi setiap kita umat Muslim khususnya untuk melatih diri dalam menahan dan mengendalikan diri. (PublicDomainPictures/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama bulan Ramadan 2021, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam. Kali ini, tanya jawab seputar Islam membahas cara agar pikiran dan hati ikut berpuasa.

Tanya

Bagaimana agar pikiran dan hati ikut berpuasa?

Jawab

Narasumber: Menteri Agama Indonesia 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin


Ass. Wr. Wb.

Bagaimana agar pikiran dan hati ikut berpuasa?

Pertama perlu memahami dahulu apa pengertian puasa lebih dahulu.

Pada hakikatnya, puasa adalah menahan diri, mengendalikan diri dalam hal ini dari makan dan minum, dari perbuatan melakukan hubungan suami istri, atau melakukan hal-hal yang yang dihindari bahkan dilarang oleh agama, yang dimulai sejak terbitnya matahari di kala subuh sampai tenggelamnya matahari.

Itulah pengertian kita terkait puasa.

Namun, puasa tidak hanya dipahami atau dimengerti sebagaimana penjelasan tadi. Puasa juga hakikatnya adalah upaya pengendalian diri dari perusakan, agar kita sebagai manusia tidak melakukan perusakan, merusak diri sendiri apalagi merusak orang lain dan lingkungan kita tinggal.

Sehingga, puasa juga dimaknai sebagai momentum bagi setiap kita umat Muslim khususnya untuk melatih diri dalam menahan dan mengendalikan diri.

Mengapa hal semacam itu perlu dilatih?

Sebab, pada diri setiap manusia, kita memiliki beragam nafsu. Ada nafsu marah, nafsu lawwamah yaitu nafsu-nafsu yang senantiasa atau seringkali mengajak kita ke hal-hal negatif. Melampiaskan kemarahan, emosi, atau bahkan berkeluh kesah, senantiasa menyesali apa yang menimpa dirinya.

Namun, dalam diri manusia juga ada nafsu muthmainah, nafsu yang senantiasa mengajak kita kepada hal-hal kebajikan, hal-hal yang positif.

Maka puasa pada hakikatnya agar nafsu yang mengajak kepada keburukan, kepada hal-hal yang negatif itu, bisa dikendalikan dengan cara kita menahan diri untuk tidak makan-minum, untuk tidak bergunjing atau membicarakan keburukan orang lain, atau berbohong, dan hal-hal lain yang oleh ajaran agama sebaiknya dihindari.

Maka inilah sebenarnya hikmat dari hakikat puasa

Kembali lagi ke pertanyaan tadi, lalu bagaimana agar pikiran dan hati ikut berpuasa?

Maka masing-masing kita ketika mulai niat ingin mengawali puasa, kita juga harus melibatkan pikiran dan hati untuk menjalankan hakikat puasa.

Sehingga, puasa yang kita jalani tidak hanya semata cara kita atau kemampuan kita untuk menahan diri mengendalikan emosi diri kita sendiri tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Namun, juga bagaimana pikiran dan hati kita pun perlu dilibatkan terkait dengan esensi, substansi, dan hakikat dari puasa.

Sehingga dengan demikian, nafsu yang kita miliki nafsu yang muthmainah, yang mengajak kepada kebaikan.

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK