'Silent Disco' Jadi Pelipur Lara Para 'Ravers' di Barcelona

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 12:50 WIB
Ajang Silent Disco digelar sebagai pelipur lara para penikmat musik elektronik di Barcelona yang belum bisa ke kelab malam. Pengunjung Silent Disco bergoyang sambil menjaga jarak di tepi pantai Barcelona pada akhir pekan kemarin. (REUTERS/NACHO DOCE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bagi yang senang mengunjungi kelab malam sebelum pandemi virus Corona, janganlah iri hati melihat foto dan video dari Barcelona yang ramai di media sosial pada akhir pekan kemarin.

Pada Minggu (11/4), kota di kawasan otonomi Catalonia, Spanyol, itu menggelar ajang musik senyap berjudul Silent Disco yang di tepi pantai.

Para penikmat musik elektronik di Barcelona sepertinya telah menemukan cara untuk mengatasi pembatasan COVID-19 di kelab malam dengan mengadakan disko sunyi di luar ruangan.


Pada hari Minggu, orang-orang menyambut hari pertama musim semi dengan mengenakan headphone dan berdansa di Pantai Mar Bella di sepanjang tepi laut Barcelona yang terkenal - semuanya dengan tetap menghormati peraturan jarak sosial.

"Luar biasa, sangat keren. Saya tidak menyangka akan ada begitu banyak orang," kata salah satu ravers yang datang, Andres Mellado (41), seperti yang dikutip dari Reuters.

"Awalnya terlihat agak aneh saat menari di tengah Barcelona dan orang-orang berhenti untuk melihat, tapi itu indah ... Ini hal yang bagus untuk dilakukan pada hari Minggu pagi, datang ke sini dan terhubung sedikit dengan musik," lanjutnya.

Kelompok Tribu Silent Disco awalnya hanya berupa kumpulan teman-teman yang gemar musik elektronik. Saat ini mereka telah menggelar banyak acara di berbagai kota di Spanyol.

Salah satunya digelar di Magic Fountain yang terkenal di kawasan Montjuic.

"(Kami bertanya pada diri sendiri) apa yang bisa kami lakukan untuk berdansa di tengah begitu banyak batasan? Dan kami memiliki ide untuk melakukannya di luar ruangan dan dengan headphone," kata salah satu pendiri Silent Disco Xavi Panella.

"Pertama kami memberi tahu teman dan kenalan, lalu orang-orang bergabung karena kami melakukannya di luar ruangan dan di tempat-tempat indah, di mana kami tidak mengganggu siapa pun dan kami menjaga jarak aman."

Hingga Kamis (15/4), tercatat Catalonia memiliki 553 ribu kasus virus Corona, dengan 13.729 kematian dan 26.203 kesembuhan.

Sementara Spanyol memiliki 3,38 juta kasus virus Corona, dengan 76.625 kematian dan nol kesembuhan.

(REUTERS/ard)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK