Gerbang 'Pulau Honeymoon' Bora Bora Siap Dibuka 1 Mei

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 13:50 WIB
Bagi yang berencana bulan madu di Pemandangan di Bora Bora, Kepulauan Tahiti. (Istockphoto/TriggerPhoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Liburan di "kepulauan surgawi" Tahiti yang telah lama Anda impikan mungkin bakal terwujud sebentar lagi, karena Kepulauan Tahiti - termasuk Bora Bora, Moorea, dan Tahiti - akan dibuka kembali untuk turis mulai 1 Mei 2021.

Pengumuman itu dibuat oleh Edouard Fritch, Presiden French Polynesia, setelah pertemuan di Paris dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada pekan lalu, seperti yang dikutip dari surat kabar Prancis Le Figaro.

Kelompok 118 pulau di Samudra Pasifik itu disebut mengalami bulan pertama tanpa kematian terkait COVID-19, karena jumlah kasus telah menurun sejak Januari, kata Fritch.


French Polynesia menangguhkan perjalanan dari semua negara asal pada 3 Februari 2021, hanya mengizinkan mereka yang memiliki "alasan kuat" dalam kategori kesehatan, profesional, keluarga, dan perjalanan pulang untuk masuk.

Aturan tersebut rencananya akan diterapkan selama tiga bulan, menurut situs Tahiti Tourisme.

Tetapi pengumuman Fritch pada 7 April 2021 memotong garis waktu menjadi beberapa hari, meskipun jam malam masih berlaku mulai pukul 10 malam sampai 4 pagi hingga 30 April 2021.

Sementara tanggal pembukaan perbatasan telah diumumkan, peraturan dan batasan khusus masih dirundingkan.

Juga tidak pasti apakah tanggal pembukaan akan berlaku untuk semua wisatawan internasional, atau hanya mereka yang berasal dari negara tertentu.

"Kami akan memberlakukan protokol di pintu masuk perbatasan kami menggunakan pengujian virologi, pengujian serologis, vaksin, dan ETIS (Electronic Travel Information System)," kata Fritch, menurut salah satu maskapai penerbangan lokal, Air Tahiti Nui.

"Kami akan menjelaskan protokol ini secara rinci dengan Komisaris Tinggi dalam beberapa hari mendatang."

Sementara data Reuters menunjukkan bahwa ada 18.666 kasus dan 141 kematian terkait COVID-19 sejak awal pandemi, CDC tidak menawarkan rekomendasi resmi, karena menganggap tingkat penyebarannya "tidak diketahui."

Namun, menurut Travel Weekly, pulau-pulau tersebut baru-baru ini disertifikasi sebagai tujuan Perjalanan Aman oleh World Travel & Tourism Council.

[Gambas:Instagram]



[Gambas:Instagram]

(ard/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK