Tips Aman Berpuasa Bagi Penyandang Diabetes Melitus

Mayapada Hospital, CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 07:00 WIB
Beberapa persiapan perlu dilakukan penyandang diabetes melitus akibat perubahan waktu serta jumlah konsumsi makanan dan minuman pada saat berpuasa. Beberapa persiapan perlu dilakukan penyandang diabetes mellitus akibat perubahan waktu serta jumlah konsumsi makanan dan minuman pada saat berpuasa. (iStockphoto/neirfy).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ibadah puasa merupakan salah satu kewajiban umat muslim dimana pun berada. Selain merupakan kewajiban, puasa juga punya beberapa manfaat untuk kesehatan.

Namun bagaimana dengan penyandang diabetes melitus? Amankan bagi penyandang diabetes melitus untuk menjalankan ibadah puasa? Berikut tips-tips berpuasa bagi orang dengan penyakit diabetes melitus.

Beberapa persiapan perlu dilakukan oleh penyandang diabetes melitus agar tidak membahayakan kesehatannya akibat perubahan waktu dan jumlah konsumsi makanan dan minuman pada saat berpuasa.


Dokter spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Endokrin, Metabolik, diabetes Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Herry Nursetiyanto, SpPD-KEMD,FINASIM menjelaskan, bahwa pada prinsipnya penyandang diabetes boleh berpuasa dengan catatan kadar gulanya terkontrol dengan baik.

Pasien yang terkontrol baik dengan minum obat tunggal, stabil dan tidak mempunyai komplikasi berat, bisa menunaikan puasa tanpa masalah. Begitu juga dengan pasien yang terkontrol baik dengan obat oral kombinasi boleh puasa dengan pemantauan ketat. Sementara pasien yang menggunakan insulin dosis tunggal, boleh puasa tapi juga dengan pemantauan ketat.

"Pasien yang menggunakan insulin dosis terbagi, sebaiknya tidak berpuasa. Pasien yang tidak terkontrol baik, memiliki riwayat hipoglikemia (penurunan kadar gula yang berat/berulang) dan mempunyai stress metabolik berat, sebaiknya juga tidak berpuasa," kata dr Herry.

Untuk itu dr Herry juga memberikan beberapa tips dan anjuran agar puasa bagi penyandang diabetes melitus menjadi lancar. Berikut tips buat penyandang diabetes melitus untuk berpuasa.

1. Atur Pola Makan

Jangan pernah melewatkan sahur, karena makan sahur merupakan pengganti sarapan yang sangat tepat untuk mendapatkan asupan yang cukup dan cadangan energi selama berpuasa agar tidak terjadi hipoglikemia.

Selain sahur, saat berbuka puasa juga sangat penting. Segeralah berbuka dengan takjil atau makanan kecil yang cukup agar kadar gula darah tidak turun terlalu lama.

Kemudian usai salat tarawih, sangat penting untuk makan yang sebanding makan malam dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan selalu dalam porsi yang cukup atau tidak berlebihan.

● Perencanaan makan:
- Tidak berubah drastis dari pola makan sebelum puasa
- Sahur mendekati imsak
- Hindari skip waktu makan

● Saat sahur:
- Karbohidrat kompleks

● Saat buka puasa:
- Perbanyak jenis karbohidrat sederhana
- Hindari makanan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat kompleks dan lemak

2. Konsumsi air yang Cukup

Kecukupan cairan penting untuk mencegah dehidrasi. Konsumsi air putih 1,5 -2 liter sehari (mulai buka sampai saat sahur) lebih dianjurkan ketimbang minuman manis dan minuman yang mengandung kafein seperti teh atau kopi. Sebab dua minuman manis seperti itu akan menyebabkan lebih sering buang air kecil sehingga memicu dehidrasi.

3. Periksa Kadar Gula Darah Secara Teratur

Menurut dr Herry penyandang diabetes harus mengecek kadar gulanya saat berpuasa sangat penting. Dr Herry menganjurkan tujuh waktu pengecekan gula darah terutama pada 1 minggu pertama puasa Ramadan, yaitu saat saat sahur, pagi hari pukul 08.00, pukul 12.00, siang menjelang sore, sebelum berbuka puasa.

Kemudian dua jam setelah buka puasa serta kapan pun saat dirasa ada gejala hipoglikemi atau hiperglikemi atau saat saat di rasakan badan kurang sehat. Pemeriksaan kadar gula darah itu sangat penting dilakukan.

"Yang perlu di ingat jika gula darah kurang dari 70mg/dl atau lebih dari 250 mg/dl, dianjurkan untuk segera membatalkan puasa," katanya.

4. Tetap Kegiatan Fisik atau Berolahraga

Melakukan kegiatan fisik atau bisa dengan berolahraga ringan sangat baik untuk menjaga kebugaran tubuh, asalkan tidak berlebihan. Sebab aktifitas fisik atau berolahraga secara berlebihan bagi penyandang diabetes akan menyebabkan hipoglikemia (kadar gula darah yang sangat rendah).

5. Konsultasi

Sebetulnya sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter satu bulan sebelum menjalankan ibadah puasa. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mengevaluasi gula darah anda, mengatur dosis dan waktu minum obat serta menentukan apakah kondisi tubuh aman untuk menjalani ibadah puasa atau tidak.

"Jika kadar gula darah terkontrol dengan baik, ibadah puasa tentu dapat dilakukan dengan lancar," ujarnya.

6. Jangan Memaksa

Apabila saat berpuasa penyandang diabetes merasa pusing, sakit kepala, lemas, jantung berdebar-debar, keringat dingin, tubuh gemetar, dan seperti akan pingsan, kemungkinan besar yang bersangkutan mengalami hipoglikemia (kadar gula darah sangat rendah). Segera hentikan puasa dan periksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat.

(osc)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK