7 Tips Ajak Anak Rajin Membaca Buku
4. Buat akses membaca yang mudah
Terkadang, anak merasa kesulitan mendapatkan buku yang diinginkan. Bisa jadi buku tersebut tidak ada di rumah, atau disimpan di tempat yang sulit terjangkau. Hal tersebut akan membuat anak malas membaca pada saat itu dan kemudian menghindari membaca buku.
Penting bagi orang tua untuk meletakkan buku di area yang mudah diakses anak. Berikan anak Anda akses yang mudah terhadap buku dan bahan bacaan lainnya. Jika diperlukan, Anda bisa memperbarui buku secara berkala agar anak tak jenuh dengan buku yang sama berulang kali.
5. Ajak anak ke perpustakaan
Jika bosan membaca di rumah, atau kesulitan menemukan bahan bacaan yang sesuai untuk anak, Anda bisa membawanya ke perpustakaan nasional atau perpustakaan di sekitar tempat Anda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anda bisa membantunya menemukan buku bacaan yang sesuai dengan minat anak, sekaligus juga memperkenalkan perpustakaan kepada mereka.
6. Kenali minat anak
Mengetahui minat anak bisa membantu Anda menemukan buku yang tepat sehingga anak semakin tertarik membaca buku.
Anda juga bisa mengenalkan banyak genre buku pada anak untuk memupuk rasa penasarannya, seperti buku misteri, fiksi ilmiah, bahkan buku komik.
Setelah selesai membaca sebuah buku, bicarakan dengan anak apa isi buku tersebut dan tanyakan apa yang menjadi favoritnya. Hal itu akan membantu keterampilan anak dalam berbicara dan meringkas informasi. Membaca juga bisa menjadi aktivitas keluarga.
7. Membaca setiap hari
Jadikan rutinitas membaca setiap hari agar anak terbiasa. Sisihkan waktu beberapa jam sehari untuk membaca dengan anak sehingga anak merasa bahwa membaca adalah rutinitas harian yang sulit terlewatkan.
Anda bisa membaca ketika malam hari menjelang tidur, atau di waktu luang pada sore hari setelah selesai bekerja dan berkumpul bersama keluarga.
"Membaca setiap hari bisa membuat anak terbiasa dengan rutinitas membaca sehingga anak akan merasa ada yang kurang jika dalam sehari belum membaca," kata Ratih.
[Gambas:Video CNN]
Selamat Hari Buku Sedunia dan Hari Hak Cipta Sedunia.
Tanggal ini ditetapkan sebagai perayaan tahunan yang jatuh pada tanggal 23 April yang diadakan oleh UNESCO untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan, dan hak cipta.
Membaca bisa jadi salah satu cara memupuk pengetahuan anak. Membaca juga akan menyenangkan jika dilakukan bersama, sesuai dengan minat dan keinginan anak mempelajari sesuatu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun di masa serba modern, budaya membaca rasanya mulai terkikis dengan munculnya gawai super canggih, atau dengan kemunculan berbagai video game.
Alhasil tidak sedikit anak yang lebih memilih bermain gawai atau games ketimbang membaca buku.
Padahal membaca buku adalah rutinitas harian yang baik untuk tumbuh kembang anak. Pada usia anak, membaca dan mempelajari banyak hal akan berdampak baik pada fungsi kognitifnya. Usia anak juga disebut 'golden age' karena anak bisa dengan mudah mengingat dan menerapkan sesuatu yang dipelajarinya.
Itu sebabnya, memupuk kebiasaan membaca sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Anda juga bisa melakukan beberapa hal di bawah ini untuk meningkatkan minat baca pada anak.
1. Membuat area membaca
Siapkan area membaca yang nyaman bagi anak. Area baca tidak selalu harus menyediakan kursi baca dan meja belajar, Anda bisa menggantinya dengan kursi santai seperti bean bag, atau aksesoris pendukung seperti lampu yang membuat anak Anda nyaman membaca.
Terpenting adalah, area tersebut bisa membuat anak merasa nyaman tanpa terdistraksi saat membaca.
2. Beri contoh
Psikolog Anak dan Remaja, Ratih Zulhaqqi mengatakan, meningkatkan minat baca pada anak bisa dimulai dengan memberikan contoh langsung. Anda bisa menunjukkan saat-saat ketika Anda membaca buku, koran, atau majalah, kepada anak. Anda bahkan bisa membaca bersama-sama dengan anak.
"Ketika anak melihat orang tuanya membaca buku, dia juga akan nurut ikut, dan gak ada tuh pikiran anak 'kok aku disuruh baca tapi mama atau papa ga baca buku' karena dia lihat orang tuanya juga baca buku," kata Ratih saat dihubungi CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.
Agar Anak Rajin Membaca Buku
Foto: robarmstrong2/Pixabay
4. Buat akses membaca yang mudah
Terkadang, anak merasa kesulitan mendapatkan buku yang diinginkan. Bisa jadi buku tersebut tidak ada di rumah, atau disimpan di tempat yang sulit terjangkau. Hal tersebut akan membuat anak malas membaca pada saat itu dan kemudian menghindari membaca buku.
Penting bagi orang tua untuk meletakkan buku di area yang mudah diakses anak. Berikan anak Anda akses yang mudah terhadap buku dan bahan bacaan lainnya. Jika diperlukan, Anda bisa memperbarui buku secara berkala agar anak tak jenuh dengan buku yang sama berulang kali.
5. Ajak anak ke perpustakaan
Jika bosan membaca di rumah, atau kesulitan menemukan bahan bacaan yang sesuai untuk anak, Anda bisa membawanya ke perpustakaan nasional atau perpustakaan di sekitar tempat Anda.
Anda bisa membantunya menemukan buku bacaan yang sesuai dengan minat anak, sekaligus juga memperkenalkan perpustakaan kepada mereka.
6. Kenali minat anak
Mengetahui minat anak bisa membantu Anda menemukan buku yang tepat sehingga anak semakin tertarik membaca buku.
Anda juga bisa mengenalkan banyak genre buku pada anak untuk memupuk rasa penasarannya, seperti buku misteri, fiksi ilmiah, bahkan buku komik.
Setelah selesai membaca sebuah buku, bicarakan dengan anak apa isi buku tersebut dan tanyakan apa yang menjadi favoritnya. Hal itu akan membantu keterampilan anak dalam berbicara dan meringkas informasi. Membaca juga bisa menjadi aktivitas keluarga.
7. Membaca setiap hari
Jadikan rutinitas membaca setiap hari agar anak terbiasa. Sisihkan waktu beberapa jam sehari untuk membaca dengan anak sehingga anak merasa bahwa membaca adalah rutinitas harian yang sulit terlewatkan.
Anda bisa membaca ketika malam hari menjelang tidur, atau di waktu luang pada sore hari setelah selesai bekerja dan berkumpul bersama keluarga.
"Membaca setiap hari bisa membuat anak terbiasa dengan rutinitas membaca sehingga anak akan merasa ada yang kurang jika dalam sehari belum membaca," kata Ratih.