Agar Lebaran Bebas dari Hipertensi

tim, CNN Indonesia | Minggu, 09/05/2021 11:29 WIB
Tidak terasa Lebaran hampir tiba, tapi jangan sampai Anda terkena hipertensi karena terlena akan hidangan khas Lebaran yang tinggi kalori. Tidak terasa Lebaran hampir tiba, tapi jangan sampai Anda terkena hipertensi karena terlena akan hidangan khas Lebaran yang tinggi kalori. (Istockphoto/Tharakorn)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tidak terasa Lebaran hampir tiba. Setelah berpuasa selama sebulan lebih, Anda mendambakan menu-menu makanan istimewa selama hari kemenangan. Namun Muhammad Hafiz Aini, dokter spesialis penyakit dalam, mengatakan menu makanan selama Lebaran tak jarang tinggi kalori.

"Biasanya kita makan ketupat, banyak makan makanan gurih, garing, snack kalori tinggi, opor juga hidangan bersantan lain, ini bisa berpengaruh pada tekanan darah," kata Hafiz dalam 'Bicara Sehat' bersama Rumah Sakit Universitas Indonesia yang disiarkan secara daring, Rabu (5/5).

Dia mengingatkan jangan sampai Anda terkena hipertensi karena terlena akan hidangan khas Lebaran yang tinggi kalori. Hipertensi merupakan pengukuran serial tekanan darah yang menunjukkan tekanan darah menunjukkan batas atas (sistolik) 140 dan batas bawah (diastolik) 90.


Sekitar 1 miliar penduduk dunia memiliki hipertensi dan 2/3 di antaranya ada di negara berkembang termasuk Indonesia. Sayangnya, hanya sebagian penderita hipertensi yang terdiagnosis, itu pun tidak semua rutin minum obat. Padahal tekanan darah tinggi bisa memicu penyakit kardiovaskular lain seperti penyakit jantung dan stroke.

Akan tetapi, sebenarnya hipertensi bisa dicegah. Faktor risiko hipertensi bisa dibagi menjadi dua yakni, faktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang bisa diubah atau dimodifikasi.

Faktor risiko yang tidak bisa diubah:

- Usia, makin bertambah usia, makin tinggi risiko terkena hipertensi.
- Jenis kelamin, pria lebih tinggi risiko hipertensi akibat efek hormon estrogen.
- Genetik, pada beberapa pasien hipertensi ditemukan ada keluarga yang juga memiliki penyakit yang sama.

Faktor risiko yang bisa diubah:

- Kurang aktivitas fisik
- Diet tidak sehat
- Mengonsumsi makanan serba garam
- Kelebihan berat badan hingga obesitas
- Stres
- Kebiasaan merokok

Menurut Hafiz, faktor risiko yang bisa diubah ini jadi kunci untuk mencegah hipertensi. Berkaitan dengan Lebaran, tentu Anda tidak ingin perayaan istimewa ini jadi momen panen penyakit termasuk hipertensi.

"Kalau nanti Lebaran, diharapkan ada [rumus] Isi Piringku. Nasinya kalau bisa seperempat bagian piring, lauknya seperempat, ada sayur dan kalau bisa meminimalisir konsumsi santan, buah juga seperempat. Harus dijaga enggak boleh kebanyakan di salah satu sisi," jelasnya.

Di samping itu, ia mengingatkan konsumsi karbohidrat tersembunyi. Selama ini banyak yang menganggap karbohidrat hanya terdapat pada nasi, ketupat atau lontong. Padahal ada karbohidrat yang tersembunyi di kerupuk, rempeyek yang merupakan jenis karbohidrat sederhana.

"Hipertensi bisa dicegah dan dikontrol. Yang sudah memiliki hipertensi sebaiknya rutin cek. Kalau enggak rutin sama saja bohong karena kita mengira aman tapi sebenarnya ada risiko bahaya. Mereka yang sudah berusia 18 tahun ke atas musti diskrining," katanya.

(els/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK