Meski tak boleh mengadakan open house dan juga mudik, tradisi bagi-bagi angpao atau THR untuk anak-anak masih bisa dilakukan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Meski tak boleh mengadakan open house dan juga mudik, tradisi bagi-bagi angpao atau THR untuk anak-anak masih bisa dilakukan.
Sekalipun tahun ini masih dilanda pandemi Covid-19 yang berdampak pada urusan keuangan, Anda harus pandai-pandai merencanakan keuangan rumah tangga.
Financial advisor, Christina Indah Desheila Putri mengungkapkan menyiapkan angpao untuk anak itu penting karena bisa mengajarkan anak arti tanggung jawab akan keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rata-rata orang tua sering tidak memberikan angpao hanya karena anak masih kecil. Padahal, angpao tetap bisa diberikan dengan porsi yang tepat.
"Konsep THR anak itu memang ada porsi yang dikasih langsung ke dia, setidaknya mereka pegang lah. Kalau anak yang sudah mengerti, uangnya akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, seperti untuk jajan atau membeli barang perlengkapan sekolah. Jadi, penting untuk disisihkan ke anak," kata Sheila.
"Setidaknya anak dikasih tanggung jawab karena banyak anak kecil yang sebenarnya diajarkan pun sudah mengerti."
Memberi angpao untuk anak memang tak boleh sembarangan. Pastikan uang tersebut digunakan untuk hal yang bermanfaat.
Jangan lupa untuk menjelaskan kepada anak manfaat dan cara mengelola uang yang mereka dapat.
Misalnya, angpao ditaruh ke dalam amplop khusus untuk membeli kebutuhan atau uang jajan, sehingga tidak lagi meminta orang tua. Angpao juga dapat disimpan oleh orangtua. Namun, jangan lupa untuk memberi tahu anak sebagai bukti bahwa uang tersebutaman disimpan.
"Bisa juga dikasih tahu, ini duit dipegang ibunya dengan bukti bahwa uang ini, misalnya buat pendidikan, 'Mama taruh di tabungan buat jangka panjang kamu sekolah ya'. Kalau enggak percaya sama anak, bisa dipegang ibunya untuk kebutuhan anaknya itu sendiri, tapi tetap dikasih tahu ke anak. Secara psikologis anak kecil sudah bisa paham," ujar Sheila.
"Kita bisa buat tabungan yang memang enggak boleh diambil untuk jangka pendek. Misalnya, tabungan pertama untuk keinginan anak beli handphone, tabungan kedua buat beli buku bacaan, dan tabungan ketiga buat beli alat musik bagi anak remaja yang punya hobi bermusik."
Besaran nominal angpao Lebaran untuk anak
Jika anak yang akan diberikan angpao ternyata masih kecil maka Anda tak perlu memikirkan jumlah uang yang akan Anda berikan.
Beberapa uang pecahan Rp5.000 bisa diberikan ke anak dan sudah bisa membuat mereka senang. Anda bisa memasukkan uang dalam amplop dengan gambar yang lucu-lucu.
Bagi anak yang sudah masuk Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menegah Pertama (SMP), nominal angpao perlu diperhatikan ya.
Anak di usia ini sudah mengerti angpao dan mungkin membutuhkan nominal yang agak besar.
"Kalau direntang SD bisa dari nominal Rp15.000. Tapi kalau anak SMP bisa sampai Rp100.000 karena dia sudah banyak kebutuhan dan punya hobi," ujar Sheila.
Agar tak mengganggu keuangan rumah Anda, Anda tetap perlu menghitung bujet sebelum memberikan angpao. Tetapkan jumlah uang yang akan diberikan untuk angpao lebaran, lalu dibagi ke beberapa anak yang telah ditentukan.
"Tetap dihitung dari bujet dia. Misalnya, orang tua mau kasih anak SD dan SMP, dilihat bujet ada Rp1 juta untuk dibagi ke 10 anak. Kalau memadai dan anak SMP ini lebih sedikit, nominal segitu sudah cukup. Tapi kalau anaknya banyak, bisa dikurangi. THR itu tetap harus dibujetin, nominal 100 persen THR jangan benar-benar dihabiskan," kata Sheila.
Financial advisor, Christina Indah Desheila Putri mengungkapkan menyiapkan angpao untuk anak itu penting karena bisa mengajarkan anak arti tanggung jawab akan keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rata-rata orang tua sering tidak memberikan angpao hanya karena anak masih kecil. Padahal, angpao tetap bisa diberikan dengan porsi yang tepat.
"Konsep THR anak itu memang ada porsi yang dikasih langsung ke dia, setidaknya mereka pegang lah. Kalau anak yang sudah mengerti, uangnya akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, seperti untuk jajan atau membeli barang perlengkapan sekolah. Jadi, penting untuk disisihkan ke anak," kata Sheila.
"Setidaknya anak dikasih tanggung jawab karena banyak anak kecil yang sebenarnya diajarkan pun sudah mengerti."
Memberi angpao untuk anak memang tak boleh sembarangan. Pastikan uang tersebut digunakan untuk hal yang bermanfaat.
Jangan lupa untuk menjelaskan kepada anak manfaat dan cara mengelola uang yang mereka dapat.
Misalnya, angpao ditaruh ke dalam amplop khusus untuk membeli kebutuhan atau uang jajan, sehingga tidak lagi meminta orang tua. Angpao juga dapat disimpan oleh orangtua. Namun, jangan lupa untuk memberi tahu anak sebagai bukti bahwa uang tersebutaman disimpan.
"Bisa juga dikasih tahu, ini duit dipegang ibunya dengan bukti bahwa uang ini, misalnya buat pendidikan, 'Mama taruh di tabungan buat jangka panjang kamu sekolah ya'. Kalau enggak percaya sama anak, bisa dipegang ibunya untuk kebutuhan anaknya itu sendiri, tapi tetap dikasih tahu ke anak. Secara psikologis anak kecil sudah bisa paham," ujar Sheila.
"Kita bisa buat tabungan yang memang enggak boleh diambil untuk jangka pendek. Misalnya, tabungan pertama untuk keinginan anak beli handphone, tabungan kedua buat beli buku bacaan, dan tabungan ketiga buat beli alat musik bagi anak remaja yang punya hobi bermusik."
Besaran nominal angpao untuk anak
Foto: CNN Indonesia/Safir Makki
Besaran nominal angpao Lebaran untuk anak
Jika anak yang akan diberikan angpao ternyata masih kecil maka Anda tak perlu memikirkan jumlah uang yang akan Anda berikan.
Beberapa uang pecahan Rp5.000 bisa diberikan ke anak dan sudah bisa membuat mereka senang. Anda bisa memasukkan uang dalam amplop dengan gambar yang lucu-lucu.
Bagi anak yang sudah masuk Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menegah Pertama (SMP), nominal angpao perlu diperhatikan ya.
Anak di usia ini sudah mengerti angpao dan mungkin membutuhkan nominal yang agak besar.
"Kalau direntang SD bisa dari nominal Rp15.000. Tapi kalau anak SMP bisa sampai Rp100.000 karena dia sudah banyak kebutuhan dan punya hobi," ujar Sheila.
Agar tak mengganggu keuangan rumah Anda, Anda tetap perlu menghitung bujet sebelum memberikan angpao. Tetapkan jumlah uang yang akan diberikan untuk angpao lebaran, lalu dibagi ke beberapa anak yang telah ditentukan.
"Tetap dihitung dari bujet dia. Misalnya, orang tua mau kasih anak SD dan SMP, dilihat bujet ada Rp1 juta untuk dibagi ke 10 anak. Kalau memadai dan anak SMP ini lebih sedikit, nominal segitu sudah cukup. Tapi kalau anaknya banyak, bisa dikurangi. THR itu tetap harus dibujetin, nominal 100 persen THR jangan benar-benar dihabiskan," kata Sheila.