Menelisik Sejarah Jeans Ketat yang Dilarang Kim Jong-un

tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 20:20 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan melarang pemakaian celana jeans ketat karena dianggap mencerminkan budaya Barat. Seperti apa sejarah jeans ketat? Ilustrasi. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan melarang penggunaan celana jeans ketat. Bagaimana asal mula celana jeans ketat?. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Celana jeans atau jin menjadi pakaian favorit yang tak lekang oleh zaman. Selain mudah ditemukan dan bertahan lama, celana jeans juga mudah dipadukan dengan berbagai atasan, baik itu kaus maupun blus.

Beberapa jenis celana jeans yang sempat populer di antaranya flare jeans, boyfriend jeans, dan skinny jeans atau celana jin ketat. Setiap orang setidaknya memiliki satu jeans ketat yang jadi andalan.

Namun, hal ini mungkin tak berlaku di Korea Utara. Pasalnya, sang pemimpin, Kim Jong-un dilaporkan melarang penggunaan jeans ketat karena dianggap terlalu mencerminkan budaya barat.


Sebenarnya, bagaimana awal mula kemunculan celana jin ketat?

Melihat perkembangan skinny jeans tak bisa dipisahkan dari celana jin pendahulunya. Celana jin awalnya dibuat longgar dan tidak ketat, modelnya seperti wide leg jeans yang umum saat ini. Semula, celana jin juga hanya dikenakan oleh laki-laki.

Fashion Archives menyebutkan bahwa celana jin ketat bukanlah mode baru. Kemunculan celana jin ketat sudah ada sejak abad ke-17.

Celana jin ketat saat itu terinspirasi dari celana dalam bangsawan pria yang ketat. Awalnya, celana ketat memang populer di kalangan bangsawan Prancis saat itu, tapi bukan berbahan dasar denim.

Kemudian terciptakan celana ketat berbahan dasar denim. Hanya saja, tidak disebutkan siapa dan bagaimana celana jeans ketat ini dibuat. Namun, tren skinny jeans ini menyebar hingga ke Inggris dan seluruh Eropa.

Hal yang kemudian membuat Kim Jong-un menilai bahwa celana jin ketat merupakan budaya Barat.

Saat itu, celana jin hanya dipakai oleh laki-laki. Sementara perempuan umumnya mengenakan gaun panjang atau rok. Tren penggunaan jeans pada perempuan masih belum lazim karena melawan kebiasaan sosial masyarakat.

Popularitas skinny jeans pun sempat meredup sementara. Tren ini baru populer kembali pada era 1800-an. Celana jin ketat menjadi populer karena dipakai oleh para masyarakat yang ikut serta dalam Revolusi Prancis.

Pada masa tersebut, celana jeans ketat dibuat unisex sehingga bisa dipakai laki-laki maupun perempuan.

Di Eropa bagian lain, celana jin ketat menjadi populer karena mudah digunakan dan efisien. Para bangsawan mulai mengenakan celana ini untuk aktivitas kebangsawanan seperti menunggang kuda atau bersepeda. Meski demikian, celana jin ketat tak dipakai saat acara formal seperti jamuan sosial.

Baru pada 1910, celana jin ketat untuk perempuan mulai diterima secara umum oleh masyarakat Eropa. Celana jin ketat untuk perempuan juga dibuat dengan mode high waist atau tinggi sepinggang.

Berangsur, perkembangan celana jin ketat kian populer di pasaran, bahkan pada era 1950-an, celana jin ketat juga banyak diperkenalkan oleh bintang kenamaan dunia. Sebut saja James Dean, Marlon Brando, hingga Elvis Presley.

Menggunakan celana jin ketat pun identik dengan gaya rock 'n roll. Di sisi lain, celana jin ketat juga jadi simbol 'anak nakal' atau 'anak jalanan' karena kesannya yang jauh dari formalitas dan kesopanan.

Refinery melaporkan bahwa pada 1970, gaya busana ini meleburkan batasan gender antara laki-laki dan perempuan pada . Di sisi lain, celana jin ketat juga menjadi tren yang dikenakan para rocker.

Kemudian pada 1990, perkembangan celana jin ketat makin merajalela. Celana ini banyak diproduksi dengan mode high waist atau setinggi pinggang dan mengerucut pada bagian kaki.

Popularitasnya tak menurun hingga awal 2000-an. Kemunculan emo fashion khas dengan musiknya kembali mempopulerkan celana jeans ketat berwarna gelap.

Tren penggunaan celana jeans ketat masih tercatat hingga di tahun 2010. Penggunanya kini tak hanya menunjukkan mode atau simbol tertentu. Celana jin ketat menjadi umum di pasaran, bahkan penjaga toko atau supermodel menggunakannya sehari-hari.

Skinny jeans juga sempat populer di Indonesia pada 2000-an. Jika masih melekat di pikiran, Anda mungkin bakal mengingat beragam warna skinny jeans seperti merah, biru, atau hijau. Hampir setiap toko celana jin saat itu bakal menampilkan skinny jeans berwarna warni di etalase toko.

Mungkin, Anda pun salah satu pemilik skinny jeans berwarna cerah tersebut!

(mel/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK