Asal-Usul Kaus Oblong, Elemen Mode yang Santai dan Dinamis

tim, CNN Indonesia | Senin, 07/06/2021 16:36 WIB
Menilik sejarah, sebenarnya t-shirt atau kaus oblong sudah dikenal sejak abad ke-5. Berikut perjalanan t-shirt atau kaus dari masa ke masa. Menilik sejarah, sebenarnya t-shirt atau kaus oblong sudah dikenal sejak abad ke-5. Berikut perjalanan t-shirt atau kaus dari masa ke masa. (dok. Uniqlo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Identik dengan suasana santai, t-shirt atau kaus oblong memang jadi 'top of mind' sebagian orang. Fashion item satu ini pun wajib ada di lemari baju karena mudah dipadu-padan juga tidak tenggelam di tengah tren yang terus berubah.

Lagipula, siapa yang tidak pakai t-shirt alias kaus oblong?

Anda kini melihat kaus oblong dengan berbagai variasi bentuk, warna serta motif. Namun ia sama sekali tidak meninggalkan konsep praktis dan santai. Menilik sejarah, sebenarnya kaus oblong sudah dikenal sejak abad ke-5.


Berikut perjalanan t-shirt atau kaus dari masa ke masa.

Pakaian dalam

Rupanya kaus oblong telah melalui berbagai era dalam dunia fashion. Di abad ke-5 hingga akhir abad ke- 15, kaus oblong lebih dikenal sebagai pakaian dalam dengan bahan wol dan linen. Bentuknya memanjang di bagian belakang.

Diperkenalkan sebagai busana

Penemuan mesin rajut komersial oleh penemu Inggris, William Cotton membawa kaus oblong pada produksi massal. Pada 1864, kaus pun diperkenalkan sebagai busana santai yang nyaman dikenakan saat hari libur.

Diadopsi angkatan laut Amerika

Pada 1904, perusahaan pakaian dalam Cooper merilis iklan kaus. Ditampilkan model pria mengenakan kaus berleher bulat (crew neck t-shirt) yang merepresentasikan sisi praktikal dan kelebihan berupa material yang nyaman.

Hal ini membuat angkatan laut Amerika mengadopsi kaus untuk seragam mereka pada 1913. Kaus dibuat dari material yang sanggup beradaptasi dengan aneka bentuk tubuh, mudah melar, dan jika dilihat bakal memiliki bentuk mirip huruf T.

'T-shirt' dalam novel

F. Scott Fitzgerald jadi penulis pertama yang menggunakan istilah 't-shirt' dalam novelnya berjudul This Side of Paradise. Langkah ini pun diikuti Merriam-Webster. Kaus pun memperoleh panggung dalam tataran mode bahkan hingga kini.

Popularitas kaus pun makin menanjak berkat industri layar lebar. Pada 1950-an, film Streetcar Named Desire dan Rebel with A Cause memperlihatkan aktor Marlon Brando dan James Dean mengenakan kaus dalam adegan ikonis.

Anda tentu juga ingat ikon pop Madonna juga pernah memadukan kaus putih dan rok tartan.

Kaus era kini

Kanye West performs on stage during the 2016 MTV Video Music Awards on August 28, 2016 at Madison Square Garden in New York. (Photo by Jewel SAMAD / AFP)Kanye West mengenakan t-shirt kebesaran. (AFP/Jewel Samad)

Kaus membuktikan diri sebagai elemen mode yang tak lekang oleh zaman. Tren boleh datang silih berganti tetapi kaus tetap bertengger di lemari, bahkan kaus mampu jadi wadah tren.

Tengok saja UNIQLO yang rajin berkolaborasi dengan anime-anime yang sedang populer termasuk Jujutsu Kaisen.

Kini, kaus pun tidak terbatas dalam suasana santai atau nonformal. Tokoh penting dunia teknologi, Mark Zuckerberg kerap tampil mengenakan kaus dalam momen penting termasuk konferensi, presentasi produk juga menyambut tamu penting di kantornya.

Rapper dan pengusaha Kanye West hingga penyanyi Justin Bieber pun kerap tampil di publik dalam balutan kaus oversized.

(els/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK