• Home
  • Nasional
    • Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik
  • Internasional
    • Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika
  • Ekonomi
    • Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action
  • Olahraga
    • Sepakbola Moto GP F1 Raket
  • Teknologi
    • Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate
  • Otomotif
    • Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif
  • Hiburan
    • Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom
  • Gaya Hidup
    • Health Food Travel Trends
  • Fokus
  • Kolom
  • Terpopuler
  • Infografis
  • Foto
  • Video
  • TV
  • Indeks
  • Download Apps

Ikuti Kami

For You Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup Fokus Kolom Terpopuler Infografis Foto Video Indeks
Home Gaya Hidup Travel

VIDEO: Membuat Terumbu Karang dari Palem di Tunisia

Reuters | CNN Indonesia
Minggu, 13 Jun 2021 14:40 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktivis lingkungan Tunisia membangun terumbu karang buatan dari beton dan cabang pohon palem untuk memulihkan kehidupan laut di wilayah laut yang rusak.

Add as a preferred
source on Google
Tulisan ini merupakan bagian dari kumpulan artikel dalam Fokus: “Mengingat Kehidupan di Lautan”
KOMENTAR
TOPIK TERKAIT

terumbu karang

tunisia

ARTIKEL TERKAIT

INFOGRAFIS: Penjelasan Singkat Soal Terumbu Karang

FOTO: Merawat Terumbu Karang dengan Duit Minyak

7 Gugusan Terumbu Karang Terbesar di Dunia

FOTO: Laut Merah yang Kian Sepi Penghuni

Gara-gara Minyak, Terumbu Karang Laut Merah Terancam Ompong

VIDEO LAINNYA
01:03
Bayi Kuda Nil Menggemaskan Lahir di Kebun Binatang Polandia
00:47
Momen Israel Hantam Tyre usai Niat Duduki Lebanon Selatan
Nasional Teknologi Otomotif Internasional Hiburan Ekonomi Gaya Hidup Olahraga
Add as a preferred
source on Google

© 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2017 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission.

Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclaimer