Jakarta, CNN Indonesia -- Diet bukan perkara mudah bagi pengidap maag atau masalah lambung lainnya. Sedikit saja terlambat makan, perut akan terasa perih karena produksi asam lambung yang meningkat.
Sayang sekali, padahal sebenarnya Anda begitu ingin menjalani program diet untuk menurunkan berat badan. Lantas, seperti apa jenis diet yang cocok untuk penderita maag?
Pengidap maag tentu masih bisa menjalani program diet. Namun, terlebih dahulu Anda perlu tahu bahwa maksud dari 'diet' itu sendiri tak sekadar dari membatasi asupan makanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diet merupakan aturan untuk mengendalikan kontrol asupan dan jenis makanan yang ramah khususnya bagi lambung. Diet dilakukan tanpa mengurangi jam makan.
Cara Diet untuk Penderita Maag
 Ilustrasi. Diet yang cocok untuk penderita maag fokus pada pola makan yang teratur. (iStockphoto/halfbottle) |
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan pengidap maag untuk tetap melakukan diet. Berikut mengutip Medical News Today.
1. Pilih jenis makanan
Memilih jenis makanan diet yang cocok untuk penderita maag sangat penting. Pasalnya, pengidap maag tidak menoleransi makanan tinggi asam, pedas, atau terlalu berlemak.
Makanan yang dianjurkan
Ada beberapa makanan yang dianjurkan dalam diet yang cocok untuk penderita maag, seperti berikut.
Makanan fermentasi
 Ilustrasi. Probiotik membuat yogurt jadi salah satu makanan yang pas dalam diet yang cocok untuk penderita maag. (iStockphoto/alexialex) |
Makanan mengandung prebiotik berfungsi memperbaiki jaringan lambung dan efek inflamasi. Pengidap maag disarankan untuk mengonsumsi makanan fermentasi kimchi, kefir, atau Greek yoghurt.
Sayuran silang
 Ilustrasi. Brokoli aman bagi diet yang cocok untuk penderita maag. (Jakub Kapusnak/FoodiesFeed) |
Sayuran silang seperti brokoli, kubis, kembang kol aman bagi lambung dan baik untuk diet. Kandungan sulforaphane di dalamnya bisa menghambat H. pylori yaitu bakteri di lambung.
Buah beri
 Ilustrasi. Buah stroberi juga bisa jadi menu diet yang cocok untuk penderita maag. (Pixabay/PublicDomainPictures) |
Raspberry, stroberi, blueberry merupakan buah yang bisa mengurangi pertumbuhan H. pylori penyebab perih di lambung. Kadar vitamin C dalam buah beri juga mampu membantu proses metabolisme.
Madu
 Ilustrasi. Menambahkan madu juga aman untuk diet penderita maag. (stevepb/Pixabay) |
Menambahkan madu ke dalam menu diet tidak akan menambah kalori karena gula alami. Sifatnya yang antimikroba juga bisa mengurangi peradangan pada lambung.
Minyak zaitun
 Ilustrasi. Dalam diet yang cocok untuk penderita maag, minyak zaitun berperan untuk memberikan lemak sehat. (stevepb/Pixabay) |
Penggunaan minyak zaitun untuk memasak makanan diet berguna untuk memperoleh lemak sehat. Selain itu, manfaat lainnya dari minyak zaitun adalah bisa menekan infeksi H.pylori.
Makanan yang Dihindari
Selain itu, beberapa makanan juga perlu dihindari pengidap maag, seperti berikut.
Gorengan
Makanan yang digoreng dengan suhu tinggi dapat memperburuk lambung serta pencernaan karena lemak dan garamnya yang tinggi.
Makanan yang diproses
Menghindari makanan yang diproses seperti sosis, daging kaleng, dan lainnya yang minim serat akan lebih baik bagi lambung.
Makanan asam dan pedas
Makanan pedas dan asam memang cukup baik untuk metabolisme. Tapi, bagi pengidap maag, zat dalam makanan pedas asam ini memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan dan membuat nyeri di ulu hati.
Simak penjelasan selengkapnya mengenai diet yang cocok untuk penderita maag di halaman berikutnya...
Kenali Diet yang Cocok untuk Penderita Maag
Ilustrasi. Diet yang cocok untuk penderita maag memperhatikan waktu makan yang teratur dan asupan makanan tertentu. (iStockphoto/spukkato)
2. Atur Porsi dan Makan Teratur
Pengidap maag disarankan untuk tidak makan banyak sekaligus dalam satu waktu. Alih-alih demikian, pengidap maag disarankan untuk makan dalam intensitas lebih sering tapi dengan porsi yang lebih sedikit.
Jika terbiasa makan 3 kali sehari dalam porsi besar, makan bisa diubah menjadi 5-6 porsi kecil. Cara ini efektif dalam mengendalikan berat badan serta mengurangi asam lambung naik.
Selain itu, Anda juga bisa tetap makan besar tiga kali sehari secara teratur. Namun, selingi dengan camilan sehat yang aman bagi lambung di antara waktu makan.
3. Olahraga rutin
 Ilustrasi. Olahraga ringan yang rutin juga bisa jadi 'menu' diet yang cocok untuk penderita maag. (morgueFile/fitwalk) |
Berdasarkan jurnal National Center for Biotechnology Information, berat badan yang ideal dapat mengurangi risiko kambuhnya tukak lambung dengan cara berolahraga rutin.
Jenis olahraga yang bisa dilakukan mulai dari olahraga ringan sampai sedang, yaitu jalan kaki, naik turun tangga, bersepeda, joging, minimal 30 menit selama 2-3 kali dalam seminggu.
Sedangkan olahraga intensitas tinggi (HIIT) yaitu jumping jack, push-up, plank, squat, bisa dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu. Olahraga jenis ini dikhawatirkan akan menurunkan aliran darah yang dapat memicu refluks asam lambung.
Dengan begitu, diet yang cocok untuk penderita maag ini jelas ada dan bisa dilakukan. Kuncinya selektif memilih jenis makanan, porsi terukur, jadwal makan teratur, serta olahraga.