Peneliti Temukan Menu Makanan 2400 Tahun Lalu

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 18:05 WIB
Penelitian terbaru menemukan menu makanan 2400 tahun lalu. Menu makanan manusia ini berhasil terungkap dari rekonstruksi mumi. Penelitian terbaru menemukan menu makanan 2400 tahun lalu. Menu makanan manusia ini berhasil terungkap dari rekonstruksi mumi.(Foto: P.S. Henriksen, the Danish National Museum via www.cambridge.org)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penelitian terbaru menemukan menu makanan 2400 tahun lalu. Menu makanan manusia ini berhasil terungkap dari rekonstruksi mumi.

Mumi tersebut dijuluki sebagai Tollund Man, pria yang diperkirakan meninggal saat berusia 40 tahun. Tollund Man diperkirakan hidup pada 2.400 tahun yang lalu. Dia berasal dari sebuah daerah di Denmark.

Penelitian berjudul A Review of World Archaeology ini merekonstruksi mumi Tollund Man menggunakan teknologi terbaru untuk mencari tahu bagaimana kehidupan manusia di zaman dahulu kala.


Dalam rekonstruksi tersebut, ditemukan sisa-sisa makanan pada usus besar yang mungkin menjadi makanan terakhir Tollund Man sebelum meninggal.

Beberapa jenis makanan yang ditemukan adalah bubur yang terbuat dari jelai, rami, ikan, dan biji-bijian dari tumbuhan persicaria. Rekonstruksi ulang tersebut juga menunjukkan kemungkinan makanan dimasak dalam pot tanah liat.

Makanan manusia 2400 tahun laluPeneliti temukan menu makanan 2400 tahun lalu dari rekonstruksi mumi.(Foto: P.S. Henriksen, the Danish National Museum via www.cambridge.org)

Dikutip dari NBC News, Tollund Man kemungkinan adalah korban ritual atau persembahan di Zaman Besi. Persembahan dan ritual itu bukan hal baru pada masa itu. Ribuan orang di Eropa diperkirakan menjadi tumbal dan Tollund Man adalah salah satunya.Selain itu, Tollund Man mungkin juga memakan jenis ikan atau daging yang tidak dimasak matang. Hal ini diketahui dari jejak infeksi parasit pada usus besar. Tollund Man. Peneliti juga berasumsi kemungkinan Tollund Man minum air yang tidak higienis lantaran ditemukan infeksi cacing pita pada ususnya.

Kemungkinan praktik tumbal ini juga disebut dalam penelitian ini. Selama Zaman Besi, mayat hasil ritual atau pengorbanan disimpan di rawa gambut. Tingkat oksigen di daerah rawa yang rendah, suhu, dan air yang asam, membuat mayat menjadi mumi alami. Kulit, rambut, kuku, bahkan usus juga terawetkan secara alami.

Beberapa mayat yang ditemukan di rawa mungkin pula korban kecelakaan pada 2400 tahun yang lalu. Tapi, para arkeolog berasumsi kebanyakan mayat yang ditemukan di rawa ini merupakan tumbal.

Praduga ini juga dilontarkan oleh profesor sejarah, arkeologi, dan agama dari Cardiff University, Miranda Aldhouse-Green. Menurut Miranda, benih biji persicaria pucat yang ada dalam usus Tollund Man menjadi bukti kuat bahwa dia menjadi tumbal manusia.

"Temuan itu memperkuat gagasan bahwa dia dipermalukan dengan diberi sesuatu yang menjijikkan dan mengerikan untuk dimakan, atau itu sebenarnya mencerminkan fakta bahwa masyarakat berada dalam situasi kelangkaan makanan," kata Miranda.

Selain Tollund Man, temuan biji-bijian persicaria dan rami sebelumnya sempat ditemukan pada mumi Grauballe Man tahun 1952. Grauballe Man juga diduga dibunuh sebagai tumbal saat Zaman Besi di daerah Eropa.

Tollund Man kini berada di kotak kaca di galeri khusus Museum Silkeborg di Denmark.

(mel/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK