Di Balik Kostum Baru Pesenam Putri Jerman di Olimpiade Tokyo

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 25/07/2021 22:23 WIB
Tim senam putri Jerman mengenakan kostum yang lebih tertutup pada Olimpiade Tokyo 2020. Mengapa demikian? Ilustrasi. Tim senam putri Jerman mengenakan kostum yang lebih tertutup pada Olimpiade Tokyo 2020. (AFP/FABRICE COFFRINI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kostum tim senam putri Jerman pada pembukaan Olimpiade Tokyo, Jumat (23/7) lalu agak sedikit berbeda. Kali ini, mereka mengenakan bodysuit berpotongan panjang.

Mereka meninggalkan bodysuit berpotongan bikini yang telah dikenakan oleh pesenam putri sejak tahun 1970-an. Sebagai gantinya, pesenam putri Jerman mengenakan bodysuit berpotongan panjang berwarna ungu dan hitam, yang menutup kaki dan pinggulnya.

Bodysuit panjang ini memiliki detail di sekitar garis leher dan gambar elang perak yang mewakili lambang Jerman di salah satu sisinya.


Bukan tanpa alasan, kostum yang lebih tertutup ini dipilih untuk menunjukkan sikap mereka yang menentang seksualisasi dalam olahraga senam.

Kostum ini jelas berbeda dengan bodysuit para pesenam putri pada umumnya, yang biasanya memperlihatkan seluruh kaki dan pinggul. Meski tak umum digunakan, namun bodysuit baru ini tak menentang aturan kompetisi.

"Kami ingin menunjukkan bahwa setiap wanita harus memutuskan apa yang akan dikenakan," ujar salah seorang atlet, Elisabeth Seit, mengutip Reuters.

Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga senam telah diguncang oleh kasus pelecehan seksual. Hal ini memicu pemikiran mengenai pentingnya protokol baru yang dapat melindungi atlet.

[Gambas:Instagram]



Busana tertutup ini mulai dikenakan tim Jerman pada European Gymnastics Championships pada April lalu. Langkah ini mendapatkan banyak pujian dari sesama pesenam wanita.

Sikap ini diambil oleh Federasi Senam Jerman. Kali itu, salah satu pesenam, Sarah Voss mengatakan bahwa dirinya berharap ada banyak pesenam lain yang bisa mengikuti langkah mereka.

"Kami, para wanita, semua ingin merasa nyaman dengan tubuh kami. Sebagai seorang gadis kecil, saya tidak melihat pakaian olahraga yang ketat sebagai masalah besar. Tapi, ketika pubertas dimulai, saya mulai merasa semakin tidak nyaman," ujar Voss, mengutip The Independent.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK