10 Hikmah Covid-19 dalam Kehidupan dan Agama Islam
CNN Indonesia
Kamis, 29 Jul 2021 06:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Umat Islam sebaiknya menyikapi pandemi Covid-19 dengan mengambil hikmah. Berikut 10 hikmah Covid-19 dalam kehidupan dan agama Islam.(Foto: Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Virus corona masih terus menyebar di seluruh dunia. Umat Islam sebaiknya menyikapi pandemi Covid-19 ini dengan mengambil hikmah di baliknya. Berikut 10 hikmah Covid-19 dalam kehidupan dan agama Islam.
Hikmah adalah makna, pelajaran, atau manfaat yang bisa dipetik dari sebuah peristiwa. Pada pandemi Covid-19 ini, dapat diambil sejumlah hikmah yang bisa membuat kehidupan menjadi lebih baik.
"Pada tiap-tiap kejadian, musibah, wabah, dan lain-lain, yakinlah pasti terdapat hikmah yang bisa diambil bagi mereka yang mau berfikir dan tafakur. Karena, semua terjadi atas izin Allah SWT," kata KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wahyul, hikmah Covid-19 yang bisa diambil terbagi atas hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan sesama manusia, dan hubungan manusia dengan alam semesta.
Berikut 10 hikmah Covid-19 dalam kehidupan dan agama Islam:
Salah satu hikmah Covid-19 dalam kehidupan dan agama Islam adalah menyadari bahwa Allah Mahakuasa. (Foto: ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Ustaz Wahyul menjelaskan Covid-19 membuat kita kembali menyadari bahwa kekuasaan Allah SWT mutlak atas segala sesuatu.
"Bahwa Allah berkuasa atas kematian, kehidupan, dan hancurnya sebuah negara. Begitu juga dengan membuat keadaan menjadi lebih baik," tutur Wahyul.
2. Covid-19 mengajarkan untuk tidak sombong
Covid-19 juga menunjukkan bahwa manusia tak bisa menyombongkan diri dengan kemampuan atau harta yang dimilikinya karena semua milik Allah SWT.
"Covid-19 menyadarkan kita untuk tidak sombong. Betapa negara dengan tingkat pendidikan yang tinggi, teknologi yang maju, tidak berdaya oleh makhluk Allah yang sangat kecil yang tidak tampak oleh mata," ucap Wahyul.
3. Semakin bertakwa pada Allah SWT
Hikmah Covid-19 berikutnya adalah membuat manusia untuk terus mengingat Allah dan bertakwa kepada Allah SWT. Di tengah situasi sulit ini, tak ada yang bisa memberikan pertolongan selain atas izin Allah SWT.
Wahyul mengatakan Covid-19 menunjukkan bahwa Allah SWT menginginkan agar setiap orang beribadah dengan ikhlas dan khusyuk.
"Masjid, gereja, rumah ibadah ditutup. Haji dan umrah tidak bisa dilaksanakan. Ini harus membuat kita sadar bahwa Sang Pencipta ingin ibadah yang tulus dan ikhlas di rumah, bukan yang dipertontonkan penuh kesombongan," kata Wahyul.
5. Mengingat kematian
Covid-19 juga menjadi pengingat manusia pada kematian, alam kubur, dan akhirat. Setiap orang harus bersiap-siap untuk menghadapi kematian yang bisa datang kapan saja dengan memperbanyak amal ibadah.
Simak hikmah Covid-19 dalam kehidupan dan agama Islam lainnya di halaman berikut.
6. Meningkatkan kepedulian
Virus corona juga membawa hikmah untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama seperti keluarga, tetangga, teman, dan rekan kerja.
"Yang selama ini hidupnya cuek, tidak mau tahu, sekarang saatnya peduli dan saling membantu, bekerja sama untuk menghadapi wabah penyakit ini agar segera berakhir. Tidak boleh egois, karena bisa jadi bahaya untuk orang lain," tutur Wahyul.
Covid-19 juga meningkatkan kasih sayang kepada keluarga dan orang-orang terdekat. Jika sebelum pandemi, anggota keluarga bekerja terpisah, kini bisa memiliki waktu lebih banyak di rumah.
Kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk saling memperhatikan, menunjukkan kasih sayang, bercengkerama, dan berkegiatan bersama.
"Kita jadi lebih dekat dengan keluarga. Mungkin yang di kota besar, sibuk di luar, dengan pandemi ini kita sibuk di dalam," kata ketua MUI KH Cholil Nafis kepada CNNIndonesia.com.
8. Menyerahkan pada ahli
Pandemi virus corona juga menunjukkan bahwa segala sesuatu harus diserahkan kepada ahlinya. Misalnya ahli virus dan dokter.
"Bicara agama serahkan pada alim ulama, bicara dunia serahkan pada ahlinya agar urusan cepat selesai," ucap Wahyul.
Di masa pandemi ini, setiap orang juga dituntut untuk terus menambah ilmu, baik ilmu agama maupun bidang ilmu lainnya. Ilmu mampu membawa kehidupan menjadi lebih baik.
"Ini kesempatan untuk belajar meningkatkan kualitas agama kita, keluarga kita, anak-anak kita," ujar Wahyul.
10. Menjaga kebersihan
Hikmah Covid-19 berikutnya adalah mengingatkan kita untuk selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, berwudu, dan mandi agar terhindar dari Covid-19 dan berbagai penyakit lainnya.
Itulah hikmah Covid-19 dalam kehidupan dan agama Islam.
Jakarta, CNN Indonesia --
Virus corona masih terus menyebar di seluruh dunia. Umat Islam sebaiknya menyikapi pandemi Covid-19 ini dengan mengambil hikmah di baliknya. Berikut 10 hikmah Covid-19 dalam kehidupan dan agama Islam.
Hikmah adalah makna, pelajaran, atau manfaat yang bisa dipetik dari sebuah peristiwa. Pada pandemi Covid-19 ini, dapat diambil sejumlah hikmah yang bisa membuat kehidupan menjadi lebih baik.
"Pada tiap-tiap kejadian, musibah, wabah, dan lain-lain, yakinlah pasti terdapat hikmah yang bisa diambil bagi mereka yang mau berfikir dan tafakur. Karena, semua terjadi atas izin Allah SWT," kata KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wahyul, hikmah Covid-19 yang bisa diambil terbagi atas hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan sesama manusia, dan hubungan manusia dengan alam semesta.
Berikut 10 hikmah Covid-19 dalam kehidupan dan agama Islam:
Salah satu hikmah Covid-19 dalam kehidupan dan agama Islam adalah menyadari bahwa Allah Mahakuasa. (Foto: ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Ustaz Wahyul menjelaskan Covid-19 membuat kita kembali menyadari bahwa kekuasaan Allah SWT mutlak atas segala sesuatu.
"Bahwa Allah berkuasa atas kematian, kehidupan, dan hancurnya sebuah negara. Begitu juga dengan membuat keadaan menjadi lebih baik," tutur Wahyul.
2. Covid-19 mengajarkan untuk tidak sombong
Covid-19 juga menunjukkan bahwa manusia tak bisa menyombongkan diri dengan kemampuan atau harta yang dimilikinya karena semua milik Allah SWT.
"Covid-19 menyadarkan kita untuk tidak sombong. Betapa negara dengan tingkat pendidikan yang tinggi, teknologi yang maju, tidak berdaya oleh makhluk Allah yang sangat kecil yang tidak tampak oleh mata," ucap Wahyul.
3. Semakin bertakwa pada Allah SWT
Hikmah Covid-19 berikutnya adalah membuat manusia untuk terus mengingat Allah dan bertakwa kepada Allah SWT. Di tengah situasi sulit ini, tak ada yang bisa memberikan pertolongan selain atas izin Allah SWT.
Wahyul mengatakan Covid-19 menunjukkan bahwa Allah SWT menginginkan agar setiap orang beribadah dengan ikhlas dan khusyuk.
"Masjid, gereja, rumah ibadah ditutup. Haji dan umrah tidak bisa dilaksanakan. Ini harus membuat kita sadar bahwa Sang Pencipta ingin ibadah yang tulus dan ikhlas di rumah, bukan yang dipertontonkan penuh kesombongan," kata Wahyul.
5. Mengingat kematian
Covid-19 juga menjadi pengingat manusia pada kematian, alam kubur, dan akhirat. Setiap orang harus bersiap-siap untuk menghadapi kematian yang bisa datang kapan saja dengan memperbanyak amal ibadah.
Simak hikmah Covid-19 dalam kehidupan dan agama Islam lainnya di halaman berikut.
10 Hikmah Covid-19 dalam Kehidupan dan Agama Islam
(Foto: istockphoto/Kadir bolukcu)
6. Meningkatkan kepedulian
Virus corona juga membawa hikmah untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama seperti keluarga, tetangga, teman, dan rekan kerja.
"Yang selama ini hidupnya cuek, tidak mau tahu, sekarang saatnya peduli dan saling membantu, bekerja sama untuk menghadapi wabah penyakit ini agar segera berakhir. Tidak boleh egois, karena bisa jadi bahaya untuk orang lain," tutur Wahyul.
Covid-19 juga meningkatkan kasih sayang kepada keluarga dan orang-orang terdekat. Jika sebelum pandemi, anggota keluarga bekerja terpisah, kini bisa memiliki waktu lebih banyak di rumah.
Kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk saling memperhatikan, menunjukkan kasih sayang, bercengkerama, dan berkegiatan bersama.
"Kita jadi lebih dekat dengan keluarga. Mungkin yang di kota besar, sibuk di luar, dengan pandemi ini kita sibuk di dalam," kata ketua MUI KH Cholil Nafis kepada CNNIndonesia.com.
8. Menyerahkan pada ahli
Pandemi virus corona juga menunjukkan bahwa segala sesuatu harus diserahkan kepada ahlinya. Misalnya ahli virus dan dokter.
"Bicara agama serahkan pada alim ulama, bicara dunia serahkan pada ahlinya agar urusan cepat selesai," ucap Wahyul.
Di masa pandemi ini, setiap orang juga dituntut untuk terus menambah ilmu, baik ilmu agama maupun bidang ilmu lainnya. Ilmu mampu membawa kehidupan menjadi lebih baik.
"Ini kesempatan untuk belajar meningkatkan kualitas agama kita, keluarga kita, anak-anak kita," ujar Wahyul.
10. Menjaga kebersihan
Hikmah Covid-19 berikutnya adalah mengingatkan kita untuk selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, berwudu, dan mandi agar terhindar dari Covid-19 dan berbagai penyakit lainnya.
Itulah hikmah Covid-19 dalam kehidupan dan agama Islam.