16 Bulan Pandemi, Industri Pariwisata DIY Diakui Rugi Rp10 T

CNN Indonesia | Rabu, 04/08/2021 03:08 WIB
Industri pariwisata Yogyakarta diakui mengalami kerugian Rp10 triliun selama 16 bulan pandemi. Gapura Tamansari, Kraton Yogyakarta ditutup saat PPKM, Sabtu (3/7). Industri wisata di DIY disebut rugi Rp10 miliar akibat pandemi. (Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Industri pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disebut mengalami kerugian Rp10 triliun selama 16 bulan pandemi Covid-19.

Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardyanto Setya Aji menyebut angka Rp10 triliun itu hanya mencakup kerugian industri pariwisata yang dijalankan 22 anggota atau asosiasi pariwisata di bawah GIPI DIY.

Itu tak termasuk dampak ikutan terhadap ekosistem turunan pariwisata, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kreatif lainnya. Nominal tersebut 


"Jika ditambah dengan dampak ikutan terhadap ekosistem turunan pariwisata, seperti UMKM dan industri kreatif lainnya, bisa mencapai Rp25 triliun," jelas Bobby dalam keterangannya, Selasa (3/8).

Menurutnya, saat ini tak lebih dari satu hingga dua usaha jasa pariwisata (UJP) yang masih bisa beroperasi di saat masa PPKM Level 4. Itu pun tidak bisa optimal dan harus menutupi biaya operasional.

"Kami minta Pemda bisa memberi supporting agar teman-teman di industri pariwisata bisa bertahan. Selama ini, kami belum memperoleh solusi apapun sehingga semakin banyak teman-teman di industri ini tutup. Baik temporary closed maupun permanently closed," harapnya.

GIPI DIY juga menuntut stimulus langsung kepada para pelaku industri dan profesi sepanjang pemberlakuan PPKM berupa pengurangan beban biaya tetap (fix cost) seperti BPJS, listrik, kelengkapan kewajiban administrasi industri, internet akses dan saluran komunikasi.

Selain itu, ada permintaan pengurangan beban biaya tidak tetap (variable cost) seperti relaksasi pajak dan perbankan.

Pihaknya pun merekomendasikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor pariwisata DIY serta meminimalisasi dampak lain dari regulasi perpanjangan PPKM ini.

Misalnya, pemakaian jasa pelayanan anggota GIPI DIY untuk tiap program atau kegiatan pemerintahan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap industri pariwisata DIY

"Jika tidak, tahun ini kami benar-benar akan kolaps. Industri pariwisata benar-benar butuh bantuan dan langkah nyata," pungkas Bobby.

Sementara, Ketua Litbang GIPI DIY Ike Janita Dewi menyebut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY mencapai Rp141 triliun. Pariwisata, kata dia, berkontribusi langsung 10 persen atau Rp14 triliun.

"Dari jumlah Rp14 triliun tersebut, pariwisata DIY kehilangan 70-80 persen. Jadi sekitar Rp10-12 triliun lebih. Maka, perhatian pemerintah daerah untuk menyelamatkan pariwisata sangat ditunggu," tegas Ike.

Sebelumnya, Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY menyebut anggotanya merugi hingga Rp600 miliar akibat penyebaran virus Covid-19 di Tanah Air beserta serangkaian kebijakan yang diberlakukan pemerintah.

"Satu tahunnya itu (kerugian) Rp500 sampai Rp600 miliar," kata Ketua Organda DIY Hantoro saat dihubungi, Selasa (3/8).

Situasi ini, kata Hantoro, dialami oleh 65 perusahaan angkutan pariwisata anggota Organda DIY. Kerugian disebabkan karena 817 unit kendaraan terpaksa dikandangkan selama pandemi Covid-19.

(kum/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK