Studi: Gejala Covid-19 pada Anak Berlangsung Lebih Singkat

tim, CNN Indonesia | Kamis, 05/08/2021 06:15 WIB
Studi terbaru menunjukkan gejala Covid-19 pada anak berlangsung lebih singkat dibandingkan gejala Covid-19 pada orang tua. Studi terbaru menunjukkan gejala Covid-19 pada anak berlangsung lebih singkat dibandingkan gejala Covid-19 pada orang tua.(Foto: iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi terbaru menunjukkan anak-anak lebih tidak berisiko mengalami gejala Covid-19 yang bertahan lama seperti pada orang dewasa. Penelitian dari King's College London ini menemukan sebagian besar anak-anak yang terinfeksi virus corona tidak mengalami gejala.

Sedangkan pada anak yang bergejala, studi menunjukkan gejala berlangsung lebih singkat yakni dalam selama enam hari saja. Gejala ini lebih singkat ketimbang gejala Covid-19 pada orang dewasa yang bisa bertahan lebih dari 10 hari.

Studi yang dipublikasikan di jurnal The Lancet Child & Adolescent Health ini menganalisis 1.734 anak yang positif Covid-19. Hasilnya, anak biasanya mengalami tiga gejala berbeda pada minggu pertama. Gejala Covid-19 pada anak rata-rata hanya berlangsung selama enam hari.


Sebagian anak pulih dalam empat minggu. Sementara sebagian kecil anak, atau 4,4 persen (77 anak) masih mengalami penyakit setelah sebulan. Kurang dari 2 persen anak masih bergejala setelah delapan minggu.

Pada anak-anak yang memiliki gejala jangka panjang, sebagian besar melaporkan mengalami gejala kelelahan. Gejala lain seperti sakit kepala, dan kehilangan indra penciuman juga dirasakan anak-anak.

Studi ini merupakan penelitian pertama yang merinci gejala Covid-19 pada anak berusia 5-17 tahun. Namun, peneliti mengakui terdapat batasan pada penelitian ini. Studi ini tidak memerika gejala yang dilaporkan orang tua dengan catatan kesehatan.

Dikutip dari Independent, hingga saat ini, penelitian gejala Covid-19 pada anak-anak masih bervariasi.

Data yang dipublikasikan Office of National Statistics (ONS) Inggris menunjukkan bahwa 9,8 persen anak di bawah 11 tahun dan 13 persen anak berusia 12-16 tahun melaporkan memiliki setidaknya satu gejala yang menatap hingga lima minggu setelah diagnosis positif Covid-19.

Studi di Rusia menemukan 1 dari empat anak yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 masih memiliki gejala setelah lima bulan.

Sementara itu, penelitian Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman di Indonesia menunjukkan 67,3 persen anak yang terpapar virus corona tidak bergejala. Gejala itu meliputi batuk, kelelahan, dan demam.

Orang tua disarankan untuk terus memantau kondisi anak yang positif Covid-19 dan mendapatkan perawatan yang tepat dari dokter.

(ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK