5 Manfaat Ajaib Paprika untuk Kesehatan, Bantu Imun Tubuh

tim | CNN Indonesia
Senin, 16 Aug 2021 06:03 WIB
Paprika adalah makanan yang memiliki sejumlah efek positif bagi kesehatan. Berikut lima manfaat ajaib dari paprika untuk kesehatan. Paprika adalah makanan yang memiliki sejumlah efek positif bagi kesehatan. Berikut lima manfaat ajaib dari paprika untuk kesehatan. (Pixabay/Anelka)
Jakarta, CNN Indonesia --

Paprika banyak digunakan sebagai pelengkap tumisan atau topping piza untuk menambah kelezatan sajian. Di samping itu, paprika juga bisa menjadi makanan ringan karena sumber serat dan nutrisi penting lain yang dikandungnya.

Sebagaimana dilansir Eat This, Not That!, paprika adalah makanan yang memiliki sejumlah efek positif bagi kesehatan.

Berikut lima manfaat ajaib dari paprika untuk kesehatan.


1. Mempertajam kemampuan otak

Paprika sarat dengan vitamin C. Faktanya, paprika sebenarnya memiliki lebih banyak vitamin C daripada jeruk.

Selain manfaat kesehatan seperti membangun kekebalan dan mengelola tekanan darah tinggi, sebenarnya vitamin C juga telah terbukti membantu fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Satu ulasan studi yang diterbitkan di BMC Psychiatry menemukan hubungan antara kekurangan vitamin C dan perasaan depresi dan fungsi kognitif yang lebih lambat.

Sementara para peneliti mengklaim bahwa penelitian lebih lanjut harus dilakukan, ada beberapa penelitian yang menunjukkan hubungan antara vitamin C dan fungsi kognitif selama 20 tahun terakhir-termasuk studi kohort yang ditemukan di American Journal of Epidemiology, yang membuktikan bahwa vitamin C dapat melindungi terhadap gangguan kognitif ringan sampai berat.

2. Meningkatkan kekebalan Anda

Di saat Covid-19 masih merajalela, menjaga kekebalan jadi lebih penting dari sebelumnya.

Paprika mengandung vitamin A dalam jumlah padat, yang dikenal membantu kekuatan sistem imunitas tubuh.

Sebagian besar peneliti telah sepakat bahwa jumlah vitamin A yang cukup dapat melindungi tubuh dari penyakit menular, tetapi alasan di balik ini masih diperdebatkan.

Menurut Annual Review of Nutrition, bisa jadi karena kekurangan vitamin A menghambat kemampuan untuk menyerap nutrisi melalui regenerasi penghalang usus tertentu setelah infeksi. Vitamin A juga diperlukan untuk membangun sel-sel penting yang melawan penyakit menular.

3. Meningkatkan suasana hati

Manfaat lain yang tidak terduga dari paprika adalah dapat meningkatkan mood Anda.

Paprika kaya akan vitamin B6, yang telah dikenal untuk meningkatkan mood dan mengurangi risiko depresi.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Inherited Metabolic Disease, vitamin B6 dapat digunakan sebagai suplemen untuk membantu gejala depresi.

Namun, penting untuk dicatat bahwa tubuh tidak bisa mendapatkan kadar B6 yang cukup besar hanya dalam paprika saja.

4. Membantu mengurangi lemak tubuh

Paprika, khususnya paprika merah, mengandung senyawa alami yang disebut capsanthin. Senyawa ini menciptakan warna merah pada makanan dan juga dapat ditemukan pada cabai rawit, cabai, dan paprika.

Meskipun penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan dalam hal ini, para ilmuwan mulai menemukan bahwa konsumsi capsanthin dapat membantu peradangan dan penurunan berat badan.

Satu studi yang ditemukan di Food Research International menggunakan tikus untuk mempelajari efek capsanthin pada penurunan berat badan. Tikus dalam penelitian tidak hanya mengalami penurunan berat badan, tetapi kadar glukosa dan kolesterol mereka menurun secara signifikan.



5. Menurunkan tekanan darah

Paprika mengandung pigmen warna alami yang disebut quercetin. Pigmen ini adalah bagian dari kelompok flavonoid, dan bertindak sebagai antioksidan kuat dalam tubuh.

Quercetin telah dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan yang berbeda, termasuk anti-inflamasi, melawan sel kanker, mengurangi risiko penyakit jantung, dan menurunkan tekanan darah.

Sebuah studi dari British Journal of Pharmacology bereksperimen dengan memberi tikus tingkat quercetin yang berbeda selama periode lima minggu.

Tikus-tikus tersebut mengalami penurunan tekanan darah rata-rata sekitar 23 persen. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan tentang topik ini, tetapi quercetin dari paprika terbukti menjadi tambahan yang sehat untuk diet.

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER