Mengenal Rosacea, Penyakit Kulit yang Dialami Maia Estianty

tim, CNN Indonesia | Kamis, 16/09/2021 19:36 WIB
Maia Estianty baru-baru ini mengaku telah lama mengidap penyakit kulit rosacea. Berikut penjelasan soal penyakit kulit rosacea Maia Estianty. Maia Estianty baru-baru ini mengaku telah lama mengidap penyakit kulit rosacea. Berikut penjelasan soal penyakit kulit rosacea Maia Estianty. (Detikcom/Rahmi Anjani/Wolipop)
Jakarta, CNN Indonesia --

Maia Estianty baru-baru ini mengaku telah lama mengidap penyakit kulit rosacea. Berikut penjelasan soal penyakit kulit rosacea Maia Estianty.

Lewat kanal YouTube Maia Aleldul TV, Maia mengungkapkan rosacea merupakan penyakit kulit yang sulit disembuhkan. Dia kerap mengalami gejala berupa ruam merah di kulit saat ada perubahan suhu.

Rosacea kerap dianggap jerawat atau masalah kulit lain. Namun kasus ini berbeda. Lalu apa itu penyakit kulit rosacea Maia Estianty?


Sebagaimana dilansir laman American Academy of Dermatology (AAD), rosacea membuat kulit mudah memerah.

Kemerahan bisa perlahan menyebar di area hidung dan pipi hingga area dahi dan dagu. Bahkan kondisi ini juga tampak di telinga, dada dan punggung.

Rosacea lebih dari sekadar kemerahan biasa. Ada empat tipe rosacea dilihat dari tanda dan gejalanya.

- Erythematotelangiectatic rosacea, kemerahan, semburat merah dan pembuluh darah yang terlihat jelas.
- Papulopustular rosacea, kemerahan, bengkak dan mirip kondisi breakout (jerawat parah).
- Phymatous rosacea, penebalan kulit dan tekstur tidak rata.
- Ocular rosacea, mata memerah dan iritasi, kelopak mata bengkak.

Rosacea bisa dialami siapapun baik perempuan maupun laki-laki. Namun kasus paling umum terjadi pada perempuan paruh baya dan berkulit terang.

Apa penyebab penyakit kulit rosacea Maia Estianty?

Menurut Mayo Clinic, hingga kini penyebab pasti rosacea belum ditemukan. Namun ada yang menyebut penyebabnya kemungkinan sistem imun yang terlalu aktif, keturunan, faktor lingkungan atau kombinasi semuanya.

Tidak seperti jerawat, rosacea tidak berhubungan dengan kebersihan kulit. Pun rosacea tidak menular.

Penanganan rosacea tidak bertujuan untuk menyembuhkan atau menghilangkan penyakit. Obat-obatan hanya digunakan untuk mengurangi gejala. Kemudian untuk bekas rosacea bisa dibantu dengan terapi laser.

Di samping itu, AAD menyebut pasien rosacea perlu melakukan beberapa langkah untuk mengurangi kemunculan gejala.

1. Temukan pemicu gejala

Banyak hal bisa memicu gejala rosacea. Umumnya gejala rosacea dipicu udara yang terlalu panas atau dingin juga makanan pedas. Tiap orang memiliki pemicu berbeda sehingga sangat baik jika pasien mengenal pemicunya.

2. Proteksi dengan tabir surya

Orang dengan rosacea biasanya memiliki kulit lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.. Sebaiknya aplikasikan tabir surya minimal SPF 30 sebelum beraktivitas di luar ruangan, hindari paparan sinar matahari langsung, dan kenakan topi atau kacamata hitam jika perlu.



3. Pilihan produk perawatan kulit yang sesuai

Hindari produk skincare dengan bahan-bahan yang memicu iritasi semisal fragrance (wewangian) dan alkohol. Kemudian yang tidak kalah penting adalah memperbaiki kebiasaan perawatan kulit termasuk tidak menggunakan scrub untuk eksfoliasi.

Sebaiknya perlakukan kulit dengan lembut agar tidak memicu kemerahan.

[Gambas:Youtube]



(els/agn)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK