Kapan Manusia Mulai Pakai Baju?

tim, CNN Indonesia | Minggu, 19/09/2021 08:11 WIB
Sebuah penemuan baru di Maroko menemukan bukti yang menunjukkan kisaran waktu manusia mulai berpakaian. Sebuah penemuan baru di Maroko menemukan bukti yang menunjukkan kisaran waktu manusia mulai berpakaian. (REUTERS/Emily Yuko Hallett)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapan manusia mulai berpakaian? Pertanyaan ini mungkin sering muncul di benak Anda dan penemuan baru di sebuah gua yang ada di Maroko akhirnya memberi secercah pencerahan.

Dalam budaya populer, manusia dari zaman batu digambarkan sering memakai bulu hewan untuk membungkus tubuh mereka. Namun, sejak narasi pakaian bulu muncul, bukti arkeologis tentang apa yang sebenarnya manusia zaman purba pakai dan cara pembuatan pakaian di zaman itu justru sangat minim.

Bulu, kulit dan bahan lainnya yang identik dengan pembuatan pakaian bisa hancur, terutama setelah 100.000 tahun. Namun kini, para peneliti menemukan 62 tulang hewan yang digunakan sebagai alat pembuatan pakaian masih tersimpan di sebuah gua di Maroko.


Penemuan alat-alat yang berusia antara 90.000 dan 120.000 tahun tersebut kemudian dianggap dapat menjadi bukti kapan pakaian pertama kali dibuat dalam catatan arkeologi.

"Saya tidak menyangka akan menemukannya. Semula saya mempelajarinya untuk merekonstruksi pola makan manusia," kata Emily Yuko Hallet, ilmuwan pascadoktoral di Max Planck Institute for the Science of Human History's Pan African Evolution Research Group, seperti dikutip CNN.

Ketika melakukan pemeriksaan terhadap 12.000 tulang hewan, Hallet mulai menyadari ada beberapa tulang yang memiliki bentuk berbeda, bukan bentuk alami dari tulang hewan. Tulang-tulang itu tampak mengilap, memiliki beberapa goresan di atasanya.

Hallet yang juga penulis temuan tersebut di jurnal iScience mengatakan tulang tersebut tak seperti tulang yang memang dibuang setelah daging yang membungkusnya dimakan.

Archeological artifacts from up to 120,000 years ago found in Contrebandiers Cave in Morocco indicate that small carnivores were skinned by humans for fur and that bone tools were then used to prepare the furs into pelts. One of the bone tools from the cave - the oldest-known archeological evidence for clothing manufacturing by humans – and two animals whose hides were used are seen in this handout image.   Jacopo Niccolo Cerasoni/Handout via REUTERS NO RESALES. NO ARCHIVES. THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.Sebuah penemuan baru di Maroko menemukan bukti yang menunjukkan kisaran waktu manusia mulai berpakaian. (REUTERS/JACOPO NICCOLO CERASONI)

Tulang-tulang itu ada yang berbentuk seperti spatula yang bisa digunakan untuk menghilangkan jaring ikat.

"Alasan orang senang menggunakannya ya karena mereka tidak menembus kulit, sehingga kulit hewan bisa tetap utuh," kata Hallet.

Dia juga menemukan pola bekas luka pada tulang lain di gua yang menunjukkan bahwa manusia yang tinggal di sana membuang kulit karnivora seperti rubah pasir, serigala emas dan kucing liar, untuk pakaian mereka.

Sementara tulang hewan mirip sapi menunjukkan tanda yang berbeda, menunjukkan bahwa mereka diproses untuk daging.

"Saya sangat senang dengan tanda menguliti pada karnivora, karena saya belum pernah melihat pola ini dijelaskan sebelumnya. Dan harapan saya adalah para arkeolog yang bekerja di situs yang jauh lebih tua juga mulai mencari pola ini," katanya.

Untuk apa manusia purba berpakaian

Peralatan yang terbuat dari tulang ini ditemukan di Gua Contrebandiers yang berada di Pantai Atlantik, Maroko. Hallet mulai bertanya-tanya terkait fungsi pakaian yang dibuat manusia pada zaman purba itu.

Sebab dia meyakini iklim 120.000 tahun lalu tak berbeda dengan saat ini, memiliki suhu yang ringan.

Bisa jadi, kulit yang mereka buat dengan menggunakan peralatan dari tulang itu digunakan untuk pakaian sebagai bentuk perlindungan tubuh atau bahkan hanya sebagai ornamen yang diletakan di tubuh mereka.

"Tidak ada suhu ekstrem baik saat ini maupun masa lalu di daerah itu. Jadi saya bertanya-tanya apakah pakaian benar berguna atau hanya simbolis atau justru keduanya," kata dia.



Dalam temuannya, Hallet juga meyakini bahwa manusia purba yang pernah tinggal di sana menggunakan kulit dan bulu dari rubah pasir, serigala hingga kucing liar.

Memang tidak mudah memastikan kapan manusia mulai memakai pakaian dalam hidupnya. Bisa saja, manusia purba Neanderthal yang hidup Di iklim dingin telah memakai pakaian untuk melindungi diri dari cuaca ekstrem. Meski begitu belum ada bukti kuat untuk menjelaskannya.

Hallet mengatakan, dari 98 alat berusia 400.000 tahun yang terbuat dari tulang gajah dan ditemukan di Italia bisa jadi sama dengan temuan yang di Maroko, digunakan untuk menghaluskan kulit. Bisa saja tulang-tulang ini digunakan Neanderthal.

(tst/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK