Pria Australia Cetak Rekor Plank Terlama, Nyaris 10 Jam

tim, CNN Indonesia | Kamis, 16/09/2021 21:10 WIB
Rekor plank terlama di dunia dipecahkan oleh pria Australia, Daniel Scali, yang bahkan tengah mengidap penyakit kronis Complex Regional Pain Syndrome (CRPS). Rekor plank terlama di dunia dipecahkan oleh pria Australia, Daniel Scali, yang bahkan tengah mengidap penyakit kronis Complex Regional Pain Syndrome (CRPS). (Courtesy of Guinness World Records)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rekor plank terlama di dunia dipecahkan oleh pria Australia, Daniel Scali, yang bahkan tengah mengidap penyakit kronis Complex Regional Pain Syndrome (CRPS).

Pria berusia 28 tahun itu berhasil menaklukkan rasa sakitnya dengan melakukan plank selama 9 jam 30 menit dan 1 detik, nyaris 10 jam.

Dengan catatan waktu tersebut, Scali memecahkan rekor dunia yang sebelumnya dipegang oleh pria Amerika berusia 62 tahun yang merupakan mantan Marinir AS dan pensiunan agen khusus pengawas Drug Enforcement Administration.


Rekor tersebut dipecahkan Scali pada 6 Agustus silam di Adelaide, Australia.

Scali diketahui memiliki Complex Regional Pain Syndrome (CRPS) di lengan kirinya. Kondisi ini membuat dia kerap merasa kesakitan secara spontan.

Scali mengaku bahwa jika lima tahun lalu diberi tahu akan memecahkan rekor sebagai pria yang bertahan paling lama dalam posisi plank, dia tak akan percaya. Apalagi sakit di lengannya itu telah dirasakannya sejak usia 12 tahun setelah terjatuh dari trampolin dan mengalami patah lengan.

"Sakitnya masih ada, rasa sakitnya tidak berubah tetapi sikap saya terhadap rasa sakit itu yang berubah," kata Scali kepada CNN.

Namun, berkat upaya keras, Scali tidak hanya memecahkan rekor dunia, tapi dia juga berhasil yakin akan kegigihannya

Latihan plank sendiri dilakukan Scali belum lama ini. Dia pertama kali mencoba posisi plank pada November lalu dan hanya mampu bertahan selama dua menit.

Pada Januari lalu, Scali mulai tertarik memecahkan rekor plank. Dia meminta bantuan pelatih sekaligus bantuan tali kompresi untuk mengurangi rasa sakit di lengannya.

Meski telah menggunakan tali kompresi, tapi Scali mengaku beberapa kali tetap merasa kesakitan. Ada satu waktu lengannya bahkan sama sekali tidak dapat digerakkan.

"Tapi saya tahu ada orang yang mengawasi saya. Saya akan tahu bahwa ada orang lain yang sedang berjuang melawan penyakit yang lebih parah," kata dia.

"Saya ingin menunjukan kepada orang lain bahwa apa pun rasa sakit yang dihadapi, apa pun masalah yang dimiliki, jika Anda ingin melakukannya dan yakin bisa, maka lakukan lah," kata dia.

Sebelum akhirnya berhasil, Scali telah sempat mencoba membuat rekor tapi dia didiskualifikasi setelah melakukan plank selama 9 jam 9 menit. Panitia merasa ada yang bermasalah dengan posisi pinggul Scali.

Kini, sejak memecahkan rekor tersebut, Scali mengaku kerap mendapat pertanyaan terkait keinginan memecahkan rekor lain. Namun, dia berkata hanya ingin fokus pada pemulihan CRPS yang diidap.

"Tapi itu tidak berarti tidak akan ada rekor lainnya harus dipecahkan dalam waktu dekat," kata Scali.

Rekor dunia plank terlama sebelumnya dipegang oleh seorang pria asal Amerika berusia 62 tahun yang merupakam mantan Marinir AS dan pensiunan agen khusus pengawas Drug Enforcement Administration.

Saat itu, dia berhasil melakukan plank selama 8 jam, 15 Menit dan 15 detik.

Terlepas dari rekor tersebut, Scali juga sukses mengumpulkan dana sebanyak US$14.147 atau sekitar Rp202 juta. Dana itu akan didonasikan ke lembaga Pain Australia, sebuah organisasi advokasi bagi mereka mengidap penyakit kronis.

(tst/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK