Pandemi, Anjing Pendeteksi Bom di Bali Ikut Menganggur
CNN Indonesia
Selasa, 21 Sep 2021 16:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Pandemi virus corona juga membuat kawanan anjing-anjing pintar pendeteksi bom di hotel dan mal Bali menganggur. (Pixabay/Hans_Kemperman)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pandemi virus corona yang melanda dunia ikut menyusahkan pekerja sektor pariwisata. Di Indonesia, Pulau Bali menjadi yang paling terpukul, karena gerbang pariwisata domestik dan mancanegara masih belum terbuka lebar. Hasilnya, tempat kongko dan tempat menginap jadi sepi tamu.
Tak hanya pemandu wisata atau supir travel, nyatanya pandemi juga ikut membuat kawanan anjing pendeteksi yang biasanya memandu petugas keamanan di hotel dan mal ikut menganggur seiring sepinya kegiatan wisata di sana.
K9 Bali, tempat perawatan dan pendidikan anjing penjaga di Pulau Dewata, saat ini mengasuh sekitar 23 anjing pendeteksi yang telah dirumahkan selama pandemi virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komunitas pecinta hewan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) melalui akun Instagram-nya lalu membagikan kabar tersebut, agar semakin banyak orang yang mensponsori kegiatan di K9 Bali, sehingga anjing-anjing di sana bisa kembali turun ke lapangan dan kali ini dengan "karier" baru: anjing pelacak satwa liar.
Sebelumnya, JAAN sudah pernah bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kepolisan untuk mengajak anjing-anjing di shelternya menjadi anjing pelacak satwa liar yang hendak diselundupkan dari Indonesia.
Mengetahui ada kawanan anjing pendeteksi yang sedang menganggur di Bali selama pandemi, JAAN berniat merangkul K9, tentunya terbuka juga dengan keberadaan sponsor.
Femke, salah satu pendiri JAAN, mengatakan kalau anjing pendeteksi atau pelacak sejatinya bukan sengaja dilatih untuk "bekerja". Mereka ialah hewan pintar yang telah memiliki insting untuk mencari, namun insting ini perlu dipertajam agar mereka lebih fokus saat turun ke lapangan.
"Anjing-anjing ini bukan sengaja dilatih lalu dipekerjakan. Selama di asuh, mereka dididik agar instingnya lebih tajam. Mereka juga menganggap kegiatan pendeteksi atau pelacakan seperti permainan yang seru, seperti manusia yang senang dengan sepakbola atau basket," kata Femke saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Selasa (21/9).
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Femke lanjut mengatakan, durasi mendidik anjing demi mempertajam insting mencarinya bisa singkat, bisa juga panjang. Paling cepat, ada anjing yang sudah bisa turun ke lapangan setelah dididik selama enam bulan.
Akibat pandemi, kawanan anjing pendeteksi jadi tidak bisa "bermain" dengan bebas. Sehingga sangat disayangkan jika insting mereka nantinya tumpul seiring berjalannya waktu, padahal anjing pendeteksi dan pelacak amat berguna untuk manusia dalam hal pencegahan tindakan kriminal sampai bencana.
Selain berkegiatan bersama JAAN, Femke juga mengatakan kalau K9 Bali terbuka bagi pemilik gedung yang sedang mencari bantuan kawanan anjing pendeteksi.
Tentu saja latar belakang calon pengasuh akan diperiksa dengan rinci melalui prosedur yang ketat, sehingga tak terjadi kekhawatiran terjadinya perlakuan kejam terhadap anjing-anjing ini. Hal yang sama juga diterapkan untuk adopsi sebagai hewan peliharaan di rumah.
"Anjing pendeteksi sebenarnya bisa dijadikan anjing peliharaan rumah, asal pengasuh barunya mau mendidik dan merawatnya dengan baik. Di JAAN sendiri kami biasanya mensurvei karakter hingga pemukiman calon pengasuh. Jangan sampai ada anjing adopsi nantinya ditelantarkan," ujar Femke.
Di luar ajakan mensponsori kegiatan K9, Femke mengatakan kalau shelter-shelter yang dikelola JAAN boleh didatangi oleh pecinta fauna yang mungkin punya kendala tak bisa memelihara hewan di rumahnya.
Bermain ke shelter hewan sejatinya juga bisa mengurangi kasus penyiksaan binatang yang sering stres karena dikurung di rumah plus minim perawatan.
"Silakan datang ke shelter kami dan mengedukasi diri mengenai pentingnya mencintai hewan sembari bermain bersama," pungkasnya.
Pandemi virus corona yang melanda dunia ikut menyusahkan pekerja sektor pariwisata. Di Indonesia, Pulau Bali menjadi yang paling terpukul, karena gerbang pariwisata domestik dan mancanegara masih belum terbuka lebar. Hasilnya, tempat kongko dan tempat menginap jadi sepi tamu.
Tak hanya pemandu wisata atau supir travel, nyatanya pandemi juga ikut membuat kawanan anjing pendeteksi yang biasanya memandu petugas keamanan di hotel dan mal ikut menganggur seiring sepinya kegiatan wisata di sana.
K9 Bali, tempat perawatan dan pendidikan anjing penjaga di Pulau Dewata, saat ini mengasuh sekitar 23 anjing pendeteksi yang telah dirumahkan selama pandemi virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komunitas pecinta hewan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) melalui akun Instagram-nya lalu membagikan kabar tersebut, agar semakin banyak orang yang mensponsori kegiatan di K9 Bali, sehingga anjing-anjing di sana bisa kembali turun ke lapangan dan kali ini dengan "karier" baru: anjing pelacak satwa liar.
Sebelumnya, JAAN sudah pernah bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kepolisan untuk mengajak anjing-anjing di shelternya menjadi anjing pelacak satwa liar yang hendak diselundupkan dari Indonesia.
Mengetahui ada kawanan anjing pendeteksi yang sedang menganggur di Bali selama pandemi, JAAN berniat merangkul K9, tentunya terbuka juga dengan keberadaan sponsor.
Femke, salah satu pendiri JAAN, mengatakan kalau anjing pendeteksi atau pelacak sejatinya bukan sengaja dilatih untuk "bekerja". Mereka ialah hewan pintar yang telah memiliki insting untuk mencari, namun insting ini perlu dipertajam agar mereka lebih fokus saat turun ke lapangan.
"Anjing-anjing ini bukan sengaja dilatih lalu dipekerjakan. Selama di asuh, mereka dididik agar instingnya lebih tajam. Mereka juga menganggap kegiatan pendeteksi atau pelacakan seperti permainan yang seru, seperti manusia yang senang dengan sepakbola atau basket," kata Femke saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Selasa (21/9).
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Pandemi, Anjing Pendeteksi Bom di Bali Ikut Menganggur
Ilustrasi. Pandemi virus corona juga membuat kawanan anjing-anjing pintar pendeteksi bom di hotel dan mal Bali menganggur. (Pixabay/Hans_Kemperman)
Femke lanjut mengatakan, durasi mendidik anjing demi mempertajam insting mencarinya bisa singkat, bisa juga panjang. Paling cepat, ada anjing yang sudah bisa turun ke lapangan setelah dididik selama enam bulan.
Akibat pandemi, kawanan anjing pendeteksi jadi tidak bisa "bermain" dengan bebas. Sehingga sangat disayangkan jika insting mereka nantinya tumpul seiring berjalannya waktu, padahal anjing pendeteksi dan pelacak amat berguna untuk manusia dalam hal pencegahan tindakan kriminal sampai bencana.
Selain berkegiatan bersama JAAN, Femke juga mengatakan kalau K9 Bali terbuka bagi pemilik gedung yang sedang mencari bantuan kawanan anjing pendeteksi.
Tentu saja latar belakang calon pengasuh akan diperiksa dengan rinci melalui prosedur yang ketat, sehingga tak terjadi kekhawatiran terjadinya perlakuan kejam terhadap anjing-anjing ini. Hal yang sama juga diterapkan untuk adopsi sebagai hewan peliharaan di rumah.
"Anjing pendeteksi sebenarnya bisa dijadikan anjing peliharaan rumah, asal pengasuh barunya mau mendidik dan merawatnya dengan baik. Di JAAN sendiri kami biasanya mensurvei karakter hingga pemukiman calon pengasuh. Jangan sampai ada anjing adopsi nantinya ditelantarkan," ujar Femke.
Di luar ajakan mensponsori kegiatan K9, Femke mengatakan kalau shelter-shelter yang dikelola JAAN boleh didatangi oleh pecinta fauna yang mungkin punya kendala tak bisa memelihara hewan di rumahnya.
Bermain ke shelter hewan sejatinya juga bisa mengurangi kasus penyiksaan binatang yang sering stres karena dikurung di rumah plus minim perawatan.
"Silakan datang ke shelter kami dan mengedukasi diri mengenai pentingnya mencintai hewan sembari bermain bersama," pungkasnya.