Sejarah Kontrasepsi: dari Batu, Kulit Hewan hingga Masa Kini
CNN Indonesia
Minggu, 26 Sep 2021 18:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Alat kontrasepsi sudah ada sejak zaman Mesir Kuno. Berikut sejarah alat kontrasepsi dari batu, kulit hewan hingga masa kini.(Foto: iStockphoto/andrewsafonov)
Jakarta, CNN Indonesia --
Alat kontrasepsi telah menjadi bagian hidup manusia modern. Banyak yang menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilanyang tidak diinginkan, membuat perencanaan keluarga hingga mencegah penularan penyakit melalui hubungan seksual.
Namun jauh sebelum itu, kontrasepsi sudah digunakan sejak zaman Mesir Kuno dan Mesopotamia. Dikutip dari Pandia Health, tata cara pembuatan alat kontrasepsi pertama kali ditemukan dalam gulungan papirus yang berasal dari masa Mesir Kuno dan Mesopotamia.
Dalam gulungan itu disebutkan pembuatan alat kontrasepsi dilakukan dengan memanfaatkan madu, daun akasia dan juga serat yang digunakan sebagai alat penutup serviks agar sperma tak masuk ke rahim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang Mesir Muno juga memperpanjang pemberian ASI kepada anak mereka dari yang seharusnya selesai di usia 2 tahun menjadi 3 tahun. Hal ini, dipercaya bisa mengendalikan kehamilan.
Mereka juga melakukan mencoba penggunaan alat kontrasepsi ke hewan. Tepatnya ke unta betina dengan memasukan kerikil ke dalam rahim hewan tersebut.
Hal ini dilakukan untuk melihat apakah hal tersebut benar bisa mencegah kehamilan dan bisa diterapkan kepada manusia di kemudian hari.
"Unta yang hamil sangat lemah dan tidak kuat berjalan jauh. Jadi penerapan alat kontrasepsi juga diberlakukan ke hewan untuk melihat kemampuannya," kata Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kencana, Jakarta Pusat, Andon Hestiantoro kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/9).
Praktik pada unta ini disebut menjadi asal usul IUD yang digunakan saat ini.
"Kemudian berkembang, berkembang sampai sekarang, di mana alat kontrasepsi yang dari usus atau dari uji coba unta itu jadi lebih layak, aman, efektif dan nyaman dipakai oleh pemakainya," kata dokter Obgyn di Rumah Sakit Mayapada, Ari Waluyo, saat dihubungi.
Pada masa Mesir Kuno, kondom juga sudah mulai digunakan. Namun, pada awalnya kondom sebenarnya dibuat bukan untuk mencegah kehamilan seperti alat kontrasepsi lain yang lebih dulu muncul.
Kondom justru dibuat untuk mencegah terjadinya penularan penyakit akibat hubungan seksual.
"Awal penemuannya pada masa Romawi Kuno dan Mesir, dibuatnya dari usus binatang dengan cara membungkus penis dengan usus binatang saat akan melakukan hubungan seksual," kata Ari.
Simak perkembangan alat kontrasepsi di tahun 1800-an pada halaman berikut.
Pada tahun 1800-an, alat kontrasepsi digunakan karena para suami kasihan terhadap istri mereka yang terlalu sering hamil. Faktor ekonomi juga jadi alasan.
"Pada masa itu, para suami melihat ibu yang hamil dan baru melahirkan kondisinya sangat lemah," kata Andon.
Saat itu, para suami menggunakan cara yang cukup ekstrem berkaitan dengan alat kontrasepsi. Mereka memasukan daun-daunan tertentu ke dalam vagina istrinya demi mencegah kehamilan.
"Atau mereka juga ada yang meminta istri minum ramuan dedaunan tertentu karena melihat kambing atau sapi tidak hamil saat memakan daun tersebut," kata Andon.
Dunia farmasi berhasil mengembangkan ramuan dan obat-obatan lain hingga menjadi pil KB.
Kapan alat kontrasepsi ada di Indonesia?
Jika di negara lain alat kontrasepsi mulai dikenal sejak satu abad lalu, penggunaan alat kontrasepsi di Indonesia baru dikenal pada 1950-an.
Tak berbeda dengan para suami di luar negeri, alat kontrasepsi di Indonesia juga dimaksudkan untuk mencegah risiko kematian istri dan anak akibat terlalu sering hamil dan melahirkan.
"Alasan sama, nah yang pertama muncul di Indonesia itu jenis kontrasepsi Pil KB," kata Andon.
Saat ini pengguna alat kontrasepsi di Indonesia per Agustus 2021 sebanyak 1.009.527 orang.
"Ini di luar penggunaan kondom pria dan menyusui alami," kata Andon.
Jakarta, CNN Indonesia --
Alat kontrasepsi telah menjadi bagian hidup manusia modern. Banyak yang menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilanyang tidak diinginkan, membuat perencanaan keluarga hingga mencegah penularan penyakit melalui hubungan seksual.
Namun jauh sebelum itu, kontrasepsi sudah digunakan sejak zaman Mesir Kuno dan Mesopotamia. Dikutip dari Pandia Health, tata cara pembuatan alat kontrasepsi pertama kali ditemukan dalam gulungan papirus yang berasal dari masa Mesir Kuno dan Mesopotamia.
Dalam gulungan itu disebutkan pembuatan alat kontrasepsi dilakukan dengan memanfaatkan madu, daun akasia dan juga serat yang digunakan sebagai alat penutup serviks agar sperma tak masuk ke rahim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang Mesir Muno juga memperpanjang pemberian ASI kepada anak mereka dari yang seharusnya selesai di usia 2 tahun menjadi 3 tahun. Hal ini, dipercaya bisa mengendalikan kehamilan.
Mereka juga melakukan mencoba penggunaan alat kontrasepsi ke hewan. Tepatnya ke unta betina dengan memasukan kerikil ke dalam rahim hewan tersebut.
Hal ini dilakukan untuk melihat apakah hal tersebut benar bisa mencegah kehamilan dan bisa diterapkan kepada manusia di kemudian hari.
"Unta yang hamil sangat lemah dan tidak kuat berjalan jauh. Jadi penerapan alat kontrasepsi juga diberlakukan ke hewan untuk melihat kemampuannya," kata Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kencana, Jakarta Pusat, Andon Hestiantoro kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/9).
Praktik pada unta ini disebut menjadi asal usul IUD yang digunakan saat ini.
"Kemudian berkembang, berkembang sampai sekarang, di mana alat kontrasepsi yang dari usus atau dari uji coba unta itu jadi lebih layak, aman, efektif dan nyaman dipakai oleh pemakainya," kata dokter Obgyn di Rumah Sakit Mayapada, Ari Waluyo, saat dihubungi.
Pada masa Mesir Kuno, kondom juga sudah mulai digunakan. Namun, pada awalnya kondom sebenarnya dibuat bukan untuk mencegah kehamilan seperti alat kontrasepsi lain yang lebih dulu muncul.
Kondom justru dibuat untuk mencegah terjadinya penularan penyakit akibat hubungan seksual.
"Awal penemuannya pada masa Romawi Kuno dan Mesir, dibuatnya dari usus binatang dengan cara membungkus penis dengan usus binatang saat akan melakukan hubungan seksual," kata Ari.
Simak perkembangan alat kontrasepsi di tahun 1800-an pada halaman berikut.
Sejarah Alat Kontrasepsi di Tahun 1800-an sampai Masa Kini
Pada tahun 1800-an, alat kontrasepsi digunakan karena para suami kasihan terhadap istri mereka yang terlalu sering hamil. (Ilustrasi Foto: iStockphoto/FatCamera)
Pada tahun 1800-an, alat kontrasepsi digunakan karena para suami kasihan terhadap istri mereka yang terlalu sering hamil. Faktor ekonomi juga jadi alasan.
"Pada masa itu, para suami melihat ibu yang hamil dan baru melahirkan kondisinya sangat lemah," kata Andon.
Saat itu, para suami menggunakan cara yang cukup ekstrem berkaitan dengan alat kontrasepsi. Mereka memasukan daun-daunan tertentu ke dalam vagina istrinya demi mencegah kehamilan.
"Atau mereka juga ada yang meminta istri minum ramuan dedaunan tertentu karena melihat kambing atau sapi tidak hamil saat memakan daun tersebut," kata Andon.
Dunia farmasi berhasil mengembangkan ramuan dan obat-obatan lain hingga menjadi pil KB.
Kapan alat kontrasepsi ada di Indonesia?
Jika di negara lain alat kontrasepsi mulai dikenal sejak satu abad lalu, penggunaan alat kontrasepsi di Indonesia baru dikenal pada 1950-an.
Tak berbeda dengan para suami di luar negeri, alat kontrasepsi di Indonesia juga dimaksudkan untuk mencegah risiko kematian istri dan anak akibat terlalu sering hamil dan melahirkan.