Telur Ayam Omega 3 VS Biasa, Mana yang Lebih Sehat?

tim, CNN Indonesia | Jumat, 08/10/2021 15:16 WIB
Telur omega 3 diklaim lebih sehat daripada telur ayam biasa, benarkah? Berikut pendapat ahli. Telur omega 3 diklaim lebih sehat daripada telur ayam biasa, benarkah? Berikut pendapat ahli. (iStockphoto/dusanpetkovic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ingin beli telur ayam? Di pasaran ada beberapa pilihan termasuk telur omega 3. Harganya memang di atas harga telur ayam biasa.

Namun, ini tidak lantas membuat peminatnya turun sebab telur omega 3 diklaim lebih sehat daripada telur ayam biasa.

Menurut Inge Permadi, dokter spesialis gizi klinik di MRCCC Siloam Hospital Semanggi, telur omega 3 memang memiliki kelebihan kandungan omega 3 yang tidak dimiliki telur ayam biasa.


"Telur omega 3 itu pakan ayam yang dikasih omega 3. Dari komposisi [nutrisi telur] yang diteliti, memang iya [ada kandungan omega 3]," kata Inge saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (8/10).

Dia melanjutkan omega 3 merupakan asam lemak esensial sehingga asupannya harus diperoleh dari luar tubuh. Ini berbeda dengan jenis asam lemak non-esensial yang bisa disintesis tubuh.

Omega 3 sendiri berfungsi sebagai antiinflamasi dan dikaitkan dengan kesehatan jantung. Tidak heran orang lebih tergoda membeli telur omega 3 daripada telur biasa.

Kandungan omega 3 pada telur bisa bervariasi meski dari pengusaha atau produsen yang sama. Sebagaimana dilansir Scientific American, kandungan omega 3 pada telur omega 3 beragam mulai dari 100-500 miligram per butir telur.

Ada pula produsen telur yang mengklaim kandungan omega 3 ada telurnya 'hanya' 125 miligram.

Beda telur ayam omega 3 dan telur ayam biasa

Perbedaan telur omega 3 dan telur ayam biasa juga terletak pada warnanya. Pada telur ayam biasa, kuning telur warnanya kuning cerah.

Sementara, telur ayam omega bagian kuning telur warnanya oranye hampir merah. Ini karena kandungan omega 3 yang tinggi pada pakan ayam.

Meski menyehatkan, Inge mengingatkan untuk mengontrol konsumsi telur terlebih pada orang yang memiliki hiperkolesterol (kolesterol tinggi). Dalam satu butir telur khususnya kuning telur mengandung kolesterol sekitar 200 miligram.

"Pada orang dewasa tanpa hiperkolesterol, maksimal konsumsi 300 miligram kolesterol. Kalau pada orang dengan hiperkolesterol maksimal 200 miligram. [Sebaiknya] kuning telur dibatasi," jelasnya.



Selain telur omega 3, Anda bisa memperoleh omega 3 dari bahan pangan lain. Inge menyarankan untuk mengonsumsi ikan-ikan dari laut dalam.

"Tubuh ikan itu mampu mengubah fitoplankton jadi omega 3," imbuhnya.

Selain itu, sumber omega 3 juga bisa diperoleh dari ikan kembung, tuna, kerapu, lemuru juga tongkol.

(els/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK