HARI TELUR SEDUNIA

7 Mitos Soal Telur yang Tak Perlu Lagi Dipercaya

tim, CNN Indonesia | Jumat, 08/10/2021 12:33 WIB
Tahun ini, World Egg Day jatuh hari ini (8/10). Meski hanya sebutir, pangan satu ini kaya akan nutrisi penting. Tahun ini, World Egg Day jatuh hari ini (8/10). Meski hanya sebutir, pangan satu ini kaya akan nutrisi penting. (iStockphoto/stockcam)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebutir telur bisa menjadi telur ceplok, telur dadar atau telur rebus. Kekuatan telur ini dirayakan tiap Jumat minggu kedua di Oktober. Tahun ini, World Egg Day jatuh hari ini (8/10). Meski hanya sebutir, pangan satu ini kaya akan nutrisi penting.

Telur memang punya banyak manfaat dan nutrisi, namun masih banyak mitos-mitos yang menyertainya. Berikut mitos soal telur yang sebaiknya tak perlu dipercaya lagi.

1. Makan telur bikin kolesterol naik

Fakta: Telur tidak mempengaruhi kadar kolesterol


Selama ini mereka yang memiliki risiko penyakit jantung atau masalah kardiovaskular lain disarankan untuk menghindari makanan yang tinggi kolesterol. Telur termasuk yang dihindari sebab mengandung 211 miligram kolesterol (70 persen dari kebutuhan harian). Namun studi terbaru menunjukkan telur tidak benar-benar mempengaruhi kadar kolesterol.

"Apa yang kita makan yang mempengaruhi kadar kolesterol itu lemak jenuh, lemak tans dan gula sederhana," jelas Marjorie Nolan Cohn, ahli diet dan pemilik MNC Nutrition di Philadelphia, mengutip dari The Healthy.

2. Putih telur lebih sehat daripada telur secara utuh

Fakta: Kuning telur lebih banyak nutrisi daripada putih telur

Sajian telur ceplok akan menghadirkan bagian putih telur yang tipis dan renyah di bagian pinggir. Pun ada yang menganggap bagian putih telur lebih sehat daripada bagian kuning atau telur secara keseluruhan. Kenyataannya, kuning telur justru lebih kaya nutrisi.

Putih telur mengandung protein. Sedangkan kuning telur lebih kaya dengan kandungan vitamin B12, vitamin D juga kolin. Bagian kuning telur pun akan membuat menu sarapan lebih seimbang berkat kandungan lemak.

3. Protein pada telur mentah lebih banyak daripada telur matang

Fakta: Tubuh menyerap protein lebih baik dari telur yang dimasak.

Konsumsi telur mentah tidak aneh untuk sebagian orang. Telur dicampurkan pada jamu atau ada pula yang memakannya langsung. Padahal konsumsi telur mentah cukup berisiko termasuk infeksi bakteri salmonella.

Di samping itu, bukan berarti telur mentah lebih banyak protein. Justru konsumsi telur matang membuat tubuh menyerap protein dua kali lipat lebih baik daripada konsumsi telur mentah.

Mitos telur lainnya yang tak perlu Anda percaya masih ada di halaman selanjutnya...

Mitos telur lainnya

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK