Kirim Surat, Nostalgia Zaman Dulu dengan Sejuta Manfaat
CNN Indonesia
Sabtu, 09 Okt 2021 09:42 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Selamat Hari Pos Sedunia! Siapa yang sampai saat ini masih menulis surat dan mengirimkannya lewat pos?(Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --
Selamat Hari Pos Sedunia! Siapa yang sampai saat ini masih menulis surat dan mengirimkannya lewat pos?
Tak dimungkiri, teknologi pengiriman pesan saat ini sudah begitu maju dan beragam. Tak sekadar teks dan suara, mengobrol sembari saling pandang via layar ponsel pun bisa. Menulis surat atau kartu pos (postcard) mulai jarang dilakukan.
Menulis surat, mengirimkannya via kantor pos dan menunggu balasan mungkin jadi aktivitas yang menjemukan. Namun selalu ada alasan untuk tetap melestarikan budaya menulis surat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Melatih kemampuan kognitif
Beberapa penelitian membuktikan ada hubungan antara aktivitas menulis dan otak. Riset yang diterbitkan di jurnal Psychological Science menyebut menulis dengan pena bukan laptop membuat siswa memahami objek dengan lebih baik.
Studi fokus pada lebih dari 300 mahasiswa di Princeton dan University of California. Siswa yang mencatat dengan pena lebih mampu menjawab pertanyaan daripada siswa yang mencatat dengan laptop. Para ilmuwan menyebut mereka yang menulis di atas kertas akan menyusun ulang informasi saat menulis. Sedangkan yang mengetik memang mencatat lebih banyak tapi hanya berupa transkrip literal.
2. Ekspresi kepribadian
Lewat tulisan, Anda bisa mengekspresikan apa yang dirasakan dan secara tidak langsung mendeskripsikan seperti apa diri Anda. Dalam bukunya, sejarawan Philippe Artieres menjelaskan bagaimana dokter dan detektif di akhir abad 19 dan awal abad 20 menemukan tanda penyimpangan pada orang gila dan berandalan lewat cara mereka menuliskan surat.
"Dengan tulisan tangan, kami semakin dekat dengan keintiman penulisnya. Itulah mengapa kami lebih tergerak oleh naskah puisi Verlaine daripada karya yang sama yang hanya dicetak dalam sebuah buku. Tangan setiap orang berbeda: gerakannya diisi dengan emosi, memberinya pesona khusus," ujar Roland Jouvent, kepala psikiatri dewasa di RS Pitié-Salpêtrière, Paris, mengutip dari Guardian.
Berkirim surat mampu menunjukkan bahwa Anda melihat hubungan dengan yang dikirim surat begitu penting. Di era yang serba praktis dalam hal berkirim pesan, menulis surat memerlukan usaha lebih. Mulai dari merangkai kata, menulis, membeli prangko dan menunggu surat sampai. Namun Anda akan merasakan sendiri respons si dia terhadap surat yang Anda kirim.
4. Menimbulkan rasa bahagia
Surat atau sesederhana postcard akan menimbulkan rasa bahagia tak hanya bagi yang dikirimi tetapi juga Anda sebagai pengirim. Steve Toepfer dari Kent State University yang mempelajari manfaat buat penulis, menyebut ada rasa bahagia dari kebiasaan menulis surat.
"Anda akan lebih bahagia, lebih puas, dan jika Anda menderita gejala depresi, gejala akan berkurang," katanya mengutip dari Lifehack.
5. Optimal memilah dan memilih kata
Berbeda dengan surat, postcard hanya menawarkan 'lahan' tulisan tidak begitu besar. Melansir dari Huffington Post, kondisi ini akan memaksa Anda untuk benar-benar memikirkan pesan yang ingin ditulis.
Ini sangat berbeda dengan fasilitas berkirim pesan secara digital. Anda bebas mengirim pesan dan bisa menghapusnya. Untuk tulisan tangan, sekali membuat kesalahan berarti tidak bisa diperbaiki. Bisa saja dihapus atau ditutup tetapi akan mengurangi keindahan tulisan.
6. Kejutan klasik nan romantis
Mengirim pesan teks, pesan suara atau unggahan Instagram Story sudah biasa. Menulis surat untuk era sekarang akan terasa begitu spesial. Ini pula yang akan mengingatkan orang terkasih betapa istimewa dirinya.
Siapkan kertas dengan bumbu ornamen, lalu pilih prangko edisi khusus. Jika mengirim postcard, Anda bisa mendesain sendiri postcard unik dan menarik menurut Anda.
7. Bisa dijadikan benda kenangan
Bayangkan betapa melelahkannya harus 'menggulung' layar hingga menemukan jejak awal obrolan Anda dengan si dia. Jika berkirim surat di kesempatan istimewa, tentu kenangan ini bisa disimpan dan tak lekang oleh waktu.
Surat-surat maupun postcard bisa disimpan di kotak khusus. Namun jangan sampai tulisan-tulisan personal ini terpublikasi layaknya surat-surat Lara Jean di film 'To All the Boys I've Loved Before'.
Jakarta, CNN Indonesia --
Selamat Hari Pos Sedunia! Siapa yang sampai saat ini masih menulis surat dan mengirimkannya lewat pos?
Tak dimungkiri, teknologi pengiriman pesan saat ini sudah begitu maju dan beragam. Tak sekadar teks dan suara, mengobrol sembari saling pandang via layar ponsel pun bisa. Menulis surat atau kartu pos (postcard) mulai jarang dilakukan.
Menulis surat, mengirimkannya via kantor pos dan menunggu balasan mungkin jadi aktivitas yang menjemukan. Namun selalu ada alasan untuk tetap melestarikan budaya menulis surat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Melatih kemampuan kognitif
Beberapa penelitian membuktikan ada hubungan antara aktivitas menulis dan otak. Riset yang diterbitkan di jurnal Psychological Science menyebut menulis dengan pena bukan laptop membuat siswa memahami objek dengan lebih baik.
Studi fokus pada lebih dari 300 mahasiswa di Princeton dan University of California. Siswa yang mencatat dengan pena lebih mampu menjawab pertanyaan daripada siswa yang mencatat dengan laptop. Para ilmuwan menyebut mereka yang menulis di atas kertas akan menyusun ulang informasi saat menulis. Sedangkan yang mengetik memang mencatat lebih banyak tapi hanya berupa transkrip literal.
2. Ekspresi kepribadian
Lewat tulisan, Anda bisa mengekspresikan apa yang dirasakan dan secara tidak langsung mendeskripsikan seperti apa diri Anda. Dalam bukunya, sejarawan Philippe Artieres menjelaskan bagaimana dokter dan detektif di akhir abad 19 dan awal abad 20 menemukan tanda penyimpangan pada orang gila dan berandalan lewat cara mereka menuliskan surat.
"Dengan tulisan tangan, kami semakin dekat dengan keintiman penulisnya. Itulah mengapa kami lebih tergerak oleh naskah puisi Verlaine daripada karya yang sama yang hanya dicetak dalam sebuah buku. Tangan setiap orang berbeda: gerakannya diisi dengan emosi, memberinya pesona khusus," ujar Roland Jouvent, kepala psikiatri dewasa di RS Pitié-Salpêtrière, Paris, mengutip dari Guardian.
Berkirim surat mampu menunjukkan bahwa Anda melihat hubungan dengan yang dikirim surat begitu penting. Di era yang serba praktis dalam hal berkirim pesan, menulis surat memerlukan usaha lebih. Mulai dari merangkai kata, menulis, membeli prangko dan menunggu surat sampai. Namun Anda akan merasakan sendiri respons si dia terhadap surat yang Anda kirim.
4. Menimbulkan rasa bahagia
Surat atau sesederhana postcard akan menimbulkan rasa bahagia tak hanya bagi yang dikirimi tetapi juga Anda sebagai pengirim. Steve Toepfer dari Kent State University yang mempelajari manfaat buat penulis, menyebut ada rasa bahagia dari kebiasaan menulis surat.
"Anda akan lebih bahagia, lebih puas, dan jika Anda menderita gejala depresi, gejala akan berkurang," katanya mengutip dari Lifehack.
Manfaat Menulis Surat
Selamat Hari Pos Sedunia! Siapa yang sampai saat ini masih menulis surat dan mengirimkannya lewat pos? (Pezibear/Pixabay)
5. Optimal memilah dan memilih kata
Berbeda dengan surat, postcard hanya menawarkan 'lahan' tulisan tidak begitu besar. Melansir dari Huffington Post, kondisi ini akan memaksa Anda untuk benar-benar memikirkan pesan yang ingin ditulis.
Ini sangat berbeda dengan fasilitas berkirim pesan secara digital. Anda bebas mengirim pesan dan bisa menghapusnya. Untuk tulisan tangan, sekali membuat kesalahan berarti tidak bisa diperbaiki. Bisa saja dihapus atau ditutup tetapi akan mengurangi keindahan tulisan.
6. Kejutan klasik nan romantis
Mengirim pesan teks, pesan suara atau unggahan Instagram Story sudah biasa. Menulis surat untuk era sekarang akan terasa begitu spesial. Ini pula yang akan mengingatkan orang terkasih betapa istimewa dirinya.
Siapkan kertas dengan bumbu ornamen, lalu pilih prangko edisi khusus. Jika mengirim postcard, Anda bisa mendesain sendiri postcard unik dan menarik menurut Anda.
7. Bisa dijadikan benda kenangan
Bayangkan betapa melelahkannya harus 'menggulung' layar hingga menemukan jejak awal obrolan Anda dengan si dia. Jika berkirim surat di kesempatan istimewa, tentu kenangan ini bisa disimpan dan tak lekang oleh waktu.
Surat-surat maupun postcard bisa disimpan di kotak khusus. Namun jangan sampai tulisan-tulisan personal ini terpublikasi layaknya surat-surat Lara Jean di film 'To All the Boys I've Loved Before'.