Pulau Kecil di Papua Barat yang Dihuni Ribuan Kelelawar

CNN Indonesia
Jumat, 22 Oct 2021 11:56 WIB
Di Papua Barat, ada sebuah pulau kecil yang dihuni oleh ribuan kelelawar. Pulau itu bernama Um. Di Papua Barat, ada sebuah pulau kecil yang dihuni oleh ribuan kelelawar. Pulau itu bernama Um. (ANTARA/ Ernes Broning Kakisina)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di Papua Barat, ada sebuah pulau kecil yang dihuni oleh ribuan kelelawar. Pulau itu bernama Um.

Dalam bahasa Sorong, Um berarti kelelawar. Jadi Pulau Um ialah Pulau Kelelawar.

Selain kelelawar, Pulau Um juga dihuni oleh burung cenderawasih dan kanguru pohon.


Pulau Um tepatnya berada di Kampung Malaumkarta Raya, Kabupaten Sorong. Mengetahui ada pulau yang dihuni satwa liar, warga di sekitar sudah sepakat untuk tidak mengganggu keberlangsungan hidup kawanan fauna di sana.

"Jauh sebelum Pulau Um ramai dikunjungi wisatawan, warga Malaumkarta Raya tidak mengganggu tempat istirahat kelelawar di siang hari dan membiarkan mereka berkembang biak hingga sekarang," kata Ketua Penggiat Konservasi Malaumkarta Raya untuk Masyarakat Hukum Adat Suku Moi Robert Kalami di Sorong, Kamis (21/10), seperti yang dikutip dari ANTARA.

Karena menyadari pentingnya menjaga keanekaragaman hayati untuk kehidupan keturunan mereka pada masa mendatang, ia meminta setiap pengunjung menjaga kelestarian Pulau Um.

"Jangan kita tinggalkan air mata bagi anak cucu kita, tetapi kita tinggalkan mata air bagi anak cucu kita nanti," katanya.

Pulau Um kini menjadi salah satu daerah tujuan wisata. Hanya butuh 15 menit berkeliling pulau yang berpasir putih ini.

Pulau Um Malaumkarta Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat yang dipadati kelelawar pada siang hari. ANTARA/Ernes Broning Kakisina.Pulau Um Malaumkarta Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat yang dipadati kelelawar pada siang hari. (ANTARA/Ernes Broning Kakisina)

Warga Malaumkarta tentu saja mendapat manfaat dari kedatangan wisatawan ke Pulau Um.

Mereka biasanya menyewakan perahu kepada wisatawan yang hendak island hopping ke sana.

Salah satunya ialah Hermanus Do, yang mendapat tambahan penghasilan dengan menyediakan perahu tradisionalnya.

Dia bisa mendapat bayaran Rp250 ribu setiap kali mengantar wisatawan menuju ke dan kembali dari Pulau Um.

"Jika ramai kunjungan dalam satu hari masyarakat penyedia jasa transportasi perahu tradisional bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp700 ribu bahkan lebih," kata dia.

Kuliner seafood tentu saja menjadi sajian utama saat ingin mengisi perut ke Pulau Um.

Masyarakat di sekitar perairan ini juga telah sepakat menggunakan sistem sasi laut, berupa larangan untuk menangkap jenis fauna laut tertentu di sebuah kawasan dalam jangka waktu tertentu yang disepakati oleh masyarakatnya.

[Gambas:Video CNN]

(ANTARA/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER