Pandemi Munculkan Masalah Kulit Baru, Skindemik

tim | CNN Indonesia
Kamis, 28 Oct 2021 17:54 WIB
Pandemi Covid-19 memunculkan berbagai masalah baru, termasuk pada kesehatan kulit.Masalah ini dikenal dengan skindemik. Pandemi Covid-19 memunculkan berbagai masalah baru, termasuk pada kesehatan kulit.Masalah ini dikenal dengan skindemik.(Foto: iStockphoto/Boyloso)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi Covid-19 memunculkan berbagai masalah baru, termasuk pada kesehatan kulit. Sejak pandemi berlangsung, banyak orang mengeluh mengalami masalah pada kulit mereka, terutama di area wajah.

Keluhan yang muncul berupa kehadiran jerawat di Zona O atau di wilayah yang tertutup masker hingga kulit kusam dan kering.

Dokter Danar Wicaksono mengatakan pandemi memunculkan masalah kulit baru yakni skindemik. Skindemik harus mendapat perhatian khusus karena sama berbahayanya dengan penyakit lain. Meski tak mengancam jiwa, skindemik bisa menghilangkan kepercayaan diri penderitanya.


"Pandemi ini muncul juga masalah lain, skindemik yang tentu harus jadi perhatian kita semua," kata Danar dalam webinar Herborist Rose Series Launch, Rabu (27/10).

Skindemik, kata Danar, ditandai dengan munculnya berbagai keluhan permasalahan kulit yang sebelumnya tidak ada. Berikut keluhan yang muncul akibat skindemik.

1. Kulit Kusam dan Kering

Masalah ini muncul karena terlalu banyak berdiam di rumah dan terpapar AC. Meski tak mengeluarkan keringat, kulit nyatanya tetap kehilangan cairan. Padahal, kata Danar, kulit memerlukan cairan agar tetap normal dan lembap.

Tak hanya itu, berdiam di rumah membuat orang juga melupakan perawatan kulit. Banyak yang berpikir perawatan kulit hanya dipakai saat sering keluar, tapi sebenarnya di rumah pun kulit tetap perlu dirawat.

"Sebenarnya dalam keadaan apapun jangan biarkan kulit berjuang sendiri, tetap jaga skin barrier dan tetap tahan air yang ada di kulit," kata dia.

2. Maskneu

Maskneu adalah masker acne. Jerawat muncul di area yang ditutup masker yakni di area hidung, pipi bawah hingga dagu.

Sebelum pandemi, keluhan jerawat yang terjadi adalah di dahi. Sementara sejak pandemi keluhan berpindah ke area bawah yakni dagu.

"Kenapa bisa muncul, ternyata kalau kita pakai masker ini kan bergesekan dengan kulit yang bisa merusak skin barrier, bakteri gampang masuk," kata dia.

3. Breakout

Pandemi membuat orang merasa jenuh. Untuk menghilangkan rasa jenuh ini banyak yang melampiaskannya kepada belanja dan makan. Membeli makanan secara daring dari mulai makanan manis hingga gorengan yang mengandung minyak berlebih.

"Semua hal dimakan, gorengan misalnya itu kan bisa mengubah sistem hormon dan menyebabkan kelenjar di wajah tersumbat, pori-pori tersumbat, muncul jerawat dan jadi breakout," kata dia.

Apa yang harus dilakukan?

Danar menyebut meski pandemi dan banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan atau di rumah, perawatan kulit harus tetap dilakukan. Jika harus keluar rumah, rutinlah mengganti masker dan mencuci wajah.

Dia juga menyarankan agar memerhatikan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.

"Karena makanan seperti gorengan yang mengandung minyak itu bisa pengaruhi produksi kelenjar yang tentu bisa memunculkan jerawat," kata Danar.

(tst/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER