Dalil sholat 5 waktu dan kewajiban menunaikannya telah banyak disampaikan dalam penggalan surat di Alquran. Ini menunjukkan pentingnya kedudukan ibadah sholat. (Foto: istockphoto/Kadir bolukcu)
Jakarta, CNN Indonesia --
Salatatau sholat merupakan ibadah yang wajib dikerjakan setiap umat muslim. Jenis salatnya terbagi dua, yaitu salat fardu dengan ketentuan 5 waktu dan salat sunah dilakukan pada waktu tertentu.
Dalil salat 5 waktu dan kewajiban menunaikannya telah banyak disampaikan dalam penggalan surat-surat Alquran. Banyaknya ayat dalam surat-surat di Alquran mengenai salat menunjukkan betapa pentingnya kedudukan ibadah ini.
Secara bahasa, salat diartikan sebagai ibadah yang diawali dengan niat dan takbir lalu diakhiri salam sambil memanjatkan doa kepada Allah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kewajiban Salat 5 Waktu
Dilansir NU Online, perintah menunaikan salat fardu sebanyak 5 waktu ini ada dalam perjalanan Nabi Muhammad saat Isra Mi'raj.
Musthofa As Siba'i dalam kitabnya, Sirah Nabawiyah, Durus wa Ibar, jilid 1 halaman 54 menjelaskan bahwa Nabi melakukan Isra Miraj dengan ruh dan jasadnya sebagai mukjizat.
Hal tersebut menjadi sebuah keharusan bagi tiap Muslim menghadap (mi'raj) kepada Allah subhanahu wata'ala, 5 kali dalam sehari dengan jiwa dan hati yang khusyuk.
Sebagaimana firman-Nya dalam arti surat An-Nisa ayat 103, "Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."
Dalil Salat dalam Alquran
Dalil sholat dalam Alquran (Ilustrasi Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Dalil salat 5 waktu memang tidak selalu dijelaskan secara gamblang, tapi perintahnya banyak disebutkan dalam ayat di beberapa surat Alquran. Berikut lafalnya seperti merujuk situs Tafsirq.
Wa aqimus salata wa atuz zakah, wa ma tuqaddimu li'anfusikum min khairin tajiduhu indallah, innallaha bima ta'maluna basir.
Artinya: Dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi diirmi, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
Wa ma umiru ill aliya budullaha mukhlisina lahud dina hunafa'a wa yuqimus salata wa yu tuz zakata wa zalika dinul qayyimah.
Artinya: Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembag Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya dalam (menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.
Utlu ma uhiya ilaika minal kitabi wa aqimus salah, innas salata tan ha'anil fahsya'I wal mungkar, walazikrullahi akbar, wallahu ya'lamu ma tasna'un.
Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Quran dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah yang lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Fa iza qadaitumus salata fazkurullaha qiyamaw wa qu'udaw wa'ala junubikum, fa izatma nantum fa aqimus salah, innas salata kanat'alal mu minina kitabam mauquta.
Artinya: Maka apabila kamu telah menyelesaikan salatmu, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu sebagaimana biasa. Sesungguhnya salat itu adalah fardu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
Aqimus salata lidulukisy syamsi ila gasaqil laili wa qur'anal fajr, inna qur'anal fajri kana masy huda.
Artinya: Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirikanlah salat Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan oleh malaikat.
Wa aqimus salata tarafayin nahari wa zulafam minal lail, innal hasanati yuz hibnas sayyi'at, zalika zikra liz zakirin.
Artinya: Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.