Salah satunya adalah diet alkaline, yang fokus pada asupan alkali, untuk menggantikan makanan yang bersifat asam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah studi telah mencoba mencari manfaat diet alkaline untuk kesehatan. Artikel ini secara lengkap akan membahasnya.
Pengertian Diet Alkaline
Ilustrasi. Diet alkaline fokus pada tingkat keasaman tubuh. (iStockphoto/RossHelen)
Diet ini dikenal juga sebagai diet asam-basa. Diet ini percaya bahwa pola makan tertentu dapat mengubah tingkat pH atau keasaman tubuh, yang kemudian membuat tubuh lebih sehat.
Dalam proses metabolisme, makanan yang dikonsumsi akan meninggalkan residu 'abu' yang dikenal sebagai limbah metabolik.
Mengutip Healthline, limbah ini bersifat basa, netral, atau asam. Diet ini percaya bahwa limbah tersebut dapat memengaruhi tingkat keasaman tubuh.
Dengan kata lain, konsumsi makanan yang meninggalkan abu asam dapat membuat darah jadi lebih asam. Mengonsumsi makanan yang meninggalkan abu alkali membuat darah jadi lebih basa.
Dalam hipotesa tersebut, abu asam dianggap membuat tubuh rentan terhadap sejumlah penyakit. Sedangkan abu alkali dianggap dapat melindungi tubuh dari ancaman penyakit. Ini-lah yang menjadi dasar dari diet alkaline.
Berikut pembagian kelompok makanan asam, netral, basa (alkaline).
Asam: daging sapi, daging ayam, ikan, susu, telur, biji-bijian, alkohol Netral: lemak alami, pati, dan gula Basa (Alkaline): buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayur
pH sendiri merupakan tingkat keasaman. Nilai pH biasanya berkisar dari 0-14.
pH 0 - 6,9 masuk kategori asam pH 7 masuk kategori netral pH 7,1 - 14 masuk kategori basa (alkali)
Banyak pendukung diet ini menyarankan orang untuk memantau pH air urine. pH air urine yang baik, atau yang basa, adalah lebih dari 7.
Namun, penting juga untuk dicatat bahwa pH sangat bervariasi dalam tubuh.
Daftar Makanan Diet Alkaline
Ilustrasi. Pada diet alkaline, Anda akan disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung alkali seperti sayur dan buah. (iStock/carlosgaw)
Sama seperti jenis diet lainnya, diet alkali juga menyarankan Anda untuk mengonsumsi sejumlah makanan dan menghindari sebagiannya. Berikut mengutip Everyday Health.
Makanan Asam yang Harus Dihindari
1. Daging sapi, terutama daging kalengan dan daging sapi tanpa lemak 2. Daging ayam 3. Ikan 4. Keju, terutama Parmesan, cheddar rendah lemak 5. Susu 6. Yogurt 7. Es krim 8. Telur, khususnya bagian kuning telur 9. Biji-bijian, termasuk nasi merah, rolled oat, spageti, nasi putih, roti gandum 10. Alkohol 11. Minuman bersoda 13. Kacang tanah dan kacang kenari 14. Makanan olahan dan kemasan lainnya
Simak selengkapnya mengenai diet alkaline di halaman berikutnya...
Makanan Netral yang Harus Dibatasi
1. Lemak alami seperti minyak zaitun, mentega, dan susu 2. Karbohidrat 3. Gula
1. Buah-buahan, terutama anggur 2. Jus tanpa pemanis 3. Kismis 4. Sayuran, terutama bayam 5. Kentang 6. Air mineral 7. Makanan yang terbuat dari kedelai 8. Kacang-kacangan
Manfaat Diet Alkaline
Ilustrasi. Manfaat diet alkaline hingga saat ini masih diperdebatkan. (iStockphoto)
Pada dasarnya, fokus utama dari pola makan alkali ini bukan-lah penurunan berat badan, melainkan pencegahan penyakit. Berikut manfaat diet alkali, mengutip Everyday Health.
1. Mencegah kanker
Diet ini diklaim dapat mengatasi berbagai penyakit kronis seperti kanker.
Sayangnya, sejumlah ahli menganggap klaim tersebut tak realistis. Kendati demikian, makanan yang terdaftar dalam makanan basa memang cenderung sehat dan mirip dengan pendekatan diet Mediterania. Sejumlah ulasan menemukan diet Mediterania dapat mengurangi risiko kanker.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer pada 2019 lalu menemukan adanya faktor perlindungan dari diet alkali yang diberikan untuk kanker payudara. Namun, penelitian ini perlu ditelaah lebih lanjut.
Diet ini juga diklaim dapat membantu menjaga massa otot. Sebuah penelitian menemukan, diet basa mampu meningkatkan indeks massa otot pada perempuan.
Kandungan potasium dan magnesium dalam buah dan sayur ditengarai dapat membantu menjaga kesehatan otot.
3. Mengatasi penyakit ginjal
Disebutkan bahwa orang dengan penyakit ginjal juga bisa mendapatkan manfaat dari diet ini. Pasalnya, diet ini melibatkan makanan yang tidak mengandung protein tinggi. Terlalu banyak protein dipercaya akan merusak ginjal.
Sebuah tinjauan yang dipublikasikan di Journal of Renal Nutrition menyebutkan bahwa dengan mengurangi beban asam ke ginjal melalui diet, pasien dapat memperlambat perkembangan penyakit.
Namun, berbagai manfaat diet alkaline di atas hingga saat ini masih diperdebatkan. Perlu adanya proses validasi lebih lanjut.
Jakarta, CNN Indonesia --
Siapa yang tak ingin memiliki tubuh sehatdan berat badan ideal? Pola makan atau dietyang tepat jadi kunci tubuh yang sehat.
Ada banyak pilihan jenis diet. Masing-masing jenis diet menerapkan metode dan aturan yang saling berbeda satu sama lain.
Salah satunya adalah diet alkaline, yang fokus pada asupan alkali, untuk menggantikan makanan yang bersifat asam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah studi telah mencoba mencari manfaat diet alkaline untuk kesehatan. Artikel ini secara lengkap akan membahasnya.
Pengertian Diet Alkaline
Ilustrasi. Diet alkaline fokus pada tingkat keasaman tubuh. (iStockphoto/RossHelen)
Diet ini dikenal juga sebagai diet asam-basa. Diet ini percaya bahwa pola makan tertentu dapat mengubah tingkat pH atau keasaman tubuh, yang kemudian membuat tubuh lebih sehat.
Dalam proses metabolisme, makanan yang dikonsumsi akan meninggalkan residu 'abu' yang dikenal sebagai limbah metabolik.
Mengutip Healthline, limbah ini bersifat basa, netral, atau asam. Diet ini percaya bahwa limbah tersebut dapat memengaruhi tingkat keasaman tubuh.
Dengan kata lain, konsumsi makanan yang meninggalkan abu asam dapat membuat darah jadi lebih asam. Mengonsumsi makanan yang meninggalkan abu alkali membuat darah jadi lebih basa.
Dalam hipotesa tersebut, abu asam dianggap membuat tubuh rentan terhadap sejumlah penyakit. Sedangkan abu alkali dianggap dapat melindungi tubuh dari ancaman penyakit. Ini-lah yang menjadi dasar dari diet alkaline.
Berikut pembagian kelompok makanan asam, netral, basa (alkaline).
Asam: daging sapi, daging ayam, ikan, susu, telur, biji-bijian, alkohol Netral: lemak alami, pati, dan gula Basa (Alkaline): buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayur
pH sendiri merupakan tingkat keasaman. Nilai pH biasanya berkisar dari 0-14.
pH 0 - 6,9 masuk kategori asam pH 7 masuk kategori netral pH 7,1 - 14 masuk kategori basa (alkali)
Banyak pendukung diet ini menyarankan orang untuk memantau pH air urine. pH air urine yang baik, atau yang basa, adalah lebih dari 7.
Namun, penting juga untuk dicatat bahwa pH sangat bervariasi dalam tubuh.
Daftar Makanan Diet Alkaline
Ilustrasi. Pada diet alkaline, Anda akan disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung alkali seperti sayur dan buah. (iStock/carlosgaw)
Sama seperti jenis diet lainnya, diet alkali juga menyarankan Anda untuk mengonsumsi sejumlah makanan dan menghindari sebagiannya. Berikut mengutip Everyday Health.
Makanan Asam yang Harus Dihindari
1. Daging sapi, terutama daging kalengan dan daging sapi tanpa lemak 2. Daging ayam 3. Ikan 4. Keju, terutama Parmesan, cheddar rendah lemak 5. Susu 6. Yogurt 7. Es krim 8. Telur, khususnya bagian kuning telur 9. Biji-bijian, termasuk nasi merah, rolled oat, spageti, nasi putih, roti gandum 10. Alkohol 11. Minuman bersoda 13. Kacang tanah dan kacang kenari 14. Makanan olahan dan kemasan lainnya
Simak selengkapnya mengenai diet alkaline di halaman berikutnya...
Diet Alkaline: Pengertian, Manfaat dan Daftar Makanan
Foto: iStockphoto/Aamulya
Makanan Netral yang Harus Dibatasi
1. Lemak alami seperti minyak zaitun, mentega, dan susu 2. Karbohidrat 3. Gula
1. Buah-buahan, terutama anggur 2. Jus tanpa pemanis 3. Kismis 4. Sayuran, terutama bayam 5. Kentang 6. Air mineral 7. Makanan yang terbuat dari kedelai 8. Kacang-kacangan
Manfaat Diet Alkaline
Ilustrasi. Manfaat diet alkaline hingga saat ini masih diperdebatkan. (iStockphoto)
Pada dasarnya, fokus utama dari pola makan alkali ini bukan-lah penurunan berat badan, melainkan pencegahan penyakit. Berikut manfaat diet alkali, mengutip Everyday Health.
1. Mencegah kanker
Diet ini diklaim dapat mengatasi berbagai penyakit kronis seperti kanker.
Sayangnya, sejumlah ahli menganggap klaim tersebut tak realistis. Kendati demikian, makanan yang terdaftar dalam makanan basa memang cenderung sehat dan mirip dengan pendekatan diet Mediterania. Sejumlah ulasan menemukan diet Mediterania dapat mengurangi risiko kanker.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer pada 2019 lalu menemukan adanya faktor perlindungan dari diet alkali yang diberikan untuk kanker payudara. Namun, penelitian ini perlu ditelaah lebih lanjut.
Diet ini juga diklaim dapat membantu menjaga massa otot. Sebuah penelitian menemukan, diet basa mampu meningkatkan indeks massa otot pada perempuan.
Kandungan potasium dan magnesium dalam buah dan sayur ditengarai dapat membantu menjaga kesehatan otot.
3. Mengatasi penyakit ginjal
Disebutkan bahwa orang dengan penyakit ginjal juga bisa mendapatkan manfaat dari diet ini. Pasalnya, diet ini melibatkan makanan yang tidak mengandung protein tinggi. Terlalu banyak protein dipercaya akan merusak ginjal.
Sebuah tinjauan yang dipublikasikan di Journal of Renal Nutrition menyebutkan bahwa dengan mengurangi beban asam ke ginjal melalui diet, pasien dapat memperlambat perkembangan penyakit.
Namun, berbagai manfaat diet alkaline di atas hingga saat ini masih diperdebatkan. Perlu adanya proses validasi lebih lanjut.