BioNTech-Moderna Perbarui Vaksin Covid agar Ampuh Lawan Varian Omicron

pwn | CNN Indonesia
Minggu, 28 Nov 2021 13:32 WIB
Manufaktur vaksin Covid-19 berlomba-lomba meneliti vaksin buatan mereka efektif melawan varian baru Omicron atau tidak. Moderna berencana memperbarui vaksin Covid-19 buatan mereka jika terbutki kurang efektif melawan varian Omicron. (Foto: AFP/JOEL SAGET)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan farmasi BioNTech dan Moderna berencana memperbarui vaksin Covid-19 bautan mereka agar dapat lebih efektif melawan varian Omicron atau B.1.1.529 yang kini menjadi perhatian dunia.

BioNTech, salah satu perusahaan yang berkolaborasi dengan Pfizer dalam membuat vaksin, menyampaikan pihaknya membutuhkan lebih banyak data untuk menentukan apakah perusahaan itu perlu membuat memperbarui vaksinya agar efektif melawan Omicron.

BioNtech berharap data-data baru soal Omicron ini bisa didapat dalam dua minggu ke depan agar mempercepat keputusannya.


"Kami mengerti kekhawatiran pakar (terkait Omicron) dan telah memulai penyelidikan terkait varian B.1.1.529," kata perusahaan BioNTech, seperti dikutip dari Reuters.

"Kami mengharapkan lebih banyak data dari tes laboratorium paling lambat dua minggu ke depan. Data ini akan memberikan lebih banyak informasi terkait apakah varian B.1.1.529 dapat menjadi varian yang dapat menghindari vaksin kami (escape variants), dan karenanya membutuhkan penyesuaian dari vaksin kami jika varian ini menyebar secara global," tambah perusahaan itu.

Pfizer dan BioNTech mengatakan bahwa jika diperlukan, mereka memperkirakan dapat memproduksi vaksin yang telah diperbarui itu dalam waktu sekitar 100 hari.

BioNTech juga mengklaim mereka dapat mendesain ulang vaksin mereka dalam waktu enam minggu.

Sementara itu, Moderna menyampaikan pihaknya tengah mengerjakan pengembangan vaksin booster untuk menghadapi varian Omicron. Mereka juga tengah melakukan pengujian dosis yang lebih tinggi terhadap vaksin yang tersedia sekarang.

Moderna mengatakan pihaknya juga tengah mempelajari kandidat vaksin booster lain untuk melindungi beragam varian virus corona.

"Dosis booster dari vaksin resmi merupakan satu-satunya strategi yang tersedia saat ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh yang berkurang," kata Moderna.

Escape variants sendiri merupakan varian yang mampu menghindar dari respon imun yang timbul dari vaksinasi.

Kemunculan varian Omicron membuat dunia panik. Pasalnya, varian ini memiliki banyak mutasi dan berpotensi dapat mengurangi kemanjuran vaksin Covid-19 yang ada saat ini.

Pusat pencegahan dan Pengadilan Penyakit Eropa mengatakan varian Omicron berpotensi lolos kekebalan vaksin dan lebih cepat menular dibandingkan varian Delta.

"Ada risiko tinggi hingga sangat tinggi yang akan menyebar di Eropa," kata lembaga tersebut seperti dikutip CNN.

Para ilmuwan khawatir tingginya jumlah mutasi Omicron dapat membuat varian Covid-19 ini lebih mudah menular dan mengurangi kekebalan imun.

"Kita telah melihat berbagai varian Covid-19 bermunculan setiap lima sampai enam bulan, dan sebagian besar dari mereka tidak banyak jumlahnya. Tapi ini (Omicron) berbeda. Perilakunya berbeda, seperti jauh lebih menular daripada varian Delta," kata Dekan Sekolah Kesehatan Publik Brown University, Dr Ashish Jha, seperti dikutip CNN.

(pwn/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER