Studi: Vaksin Covid-19 Tak Ganggu Kesuburan

tim | CNN Indonesia
Jumat, 21 Jan 2022 16:34 WIB
Studi terbaru menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 tidak mengganggu kesuburan baik pada pria maupun wanita. Studi terbaru menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 tidak mengganggu kesuburan baik pada pria maupun wanita. (Foto: iStock/EvgeniyShkolenko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi terbaru menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 tidak mengganggu kesuburan baik pada pria maupun wanita. Temuan ini sekaligus menepis hoaks yang menyebut vaksin Covid-19 membuat mandul.

Penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Epidemiologi ini menemukan bahwa tidak ada hubungan antara vaksinasi Covid-19 dengan penurunan peluang untuk hamil.

Sebaliknya, pasangan justru memiliki peluang pembuahan yang lebih rendah jika pria terinfeksi Covid-19 dalam 60 hari. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar setiap orang segera divaksin agar tidak terpapar Covid-19.


"Temuan ini menunjukkan bahwa infeksi SARS-CoV-2 pada pria dapat dikaitkan dengan penurunan kesuburan jangka pendek dan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak mengganggu kesuburan pada salah satu pasangan," tulis peneliti dalam laporan mereka, dikutip dari CNN.

Hasil ini didapat setelah peneliti menganalisis data 2.126 wanita dan pasangannya yang berusia 21-45 tahun di Amerika Serikat dan Kanada. Sebanyak 73 persen wanita dan 74 persen pria sudah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

Peneliti menemukan bahwa tidak hubungan antara vaksin Covid-19 dan kemungkinan hamil dalam satu siklus menruasi. Sedangkan, pria yang pernah terinfeksi Covid-19 memiliki kemungkinan 18 persen lebih kecil untuk menghamili pasangan. Penurunan ini bersifat sementara karena setelah 60 hari tidak ada perbedaan peluang kehamilan antara yang pernah terinfeksi Covid-19 maupun yang tidak.

Menurut peneliti, penurunan ini terkait infeksi yang mengurangi jumlah sperma. Namun, dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk membuktikan hal ini.

"Temuan ini memberikan kepastian bahwa vaksinasi untuk pasangan yang mencari kehamilan tidak mengganggu kesuburan," kata perwakilan NIH yang mendanai penelitian ini, Diana Bianchi.



(ptj/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER