Rutin Makan Alpukat Bisa Kurangi Risiko Penyakit Jantung

CNN Indonesia
Sabtu, 02 Apr 2022 18:48 WIB
Studi terbaru menemukan, rutin mengonsumsi alpukat dua kali per pekan dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Ilustrasi. Studi terbaru menemukan, rutin mengonsumsi alpukat dua kali per pekan dapat menurunkan risiko penyakit jantung. (iStockphoto/Milan Krasula)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tidak semua lemak layak dimusuhi. Apalagi lemak yang berasal dari alpukat.

Studi terbaru menemukan, konsumsi alpukat dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk jantung. Alpukat sendiri diketahui sebagai salah satu buah yang kaya akan lemak sehat.

Studi yang diterbitkan di Journal of American Heart Association ini memeriksa data dari sekitar 68 ribu wanita di Nurses Health Study dan 41 ribu pria dari Health Professionals Follow-up Study. Mereka dinyatakan sehat tanpa penyakit kronis seperti kanker, jantung koroner, maupun stroke.

Di tahap awal, pola makan peserta studi dinilai melalui kuesioner. Penelitian dilanjutkan secara bertahap setiap empat tahun.

Selama 30 tahun dokumentasi penelitian, ditemukan sebanyak 14.274 insiden penyakit kardiovaskular. Sebanyak 9.185 di antaranya merupakan insiden penyakit jantung, dan 5.290 di antaranya insiden stroke.

Peneliti pun menganalisis gaya hidup peserta dengan kondisi medis terakhir yang diamati. Ditemukan bahwa peserta yang mengonsumsi alpukat dua kali atau lebih dalam sepekan memiliki risiko 16 persen lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan kelompok peserta yang tidak makan alpukat.

Lebih rinci, ditemukan juga bahwa konsumsi alpukat membuat risiko penyakit jantung ditemukan 21 persen lebih rendah pada mereka yang mengonsumsi alpukat.

Ilustrasi sakit jantungIlustrasi. Studi menemukan rutin konsumsi alpukat bisa menurunkan risiko penyakit jantung. (iStock/Nopphon Pattanasri)

"Kesimpulannya, dalam penelitian besar pada pria dan wanita AS ini, asupan alpukat yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit jantung koroner yang lebih rendah secara signifikan. Tidak ada hubungan signifikan yang diamati untuk total atau stroke iskemik," tulis peneliti.

Kendati demikian, penelitian ini masih memiliki keterbatasan. Misalnya saja pelaporan diet yang dilakukan secara mandiri, yang memungkinkan jadi bias.

Untuk memvalidasi hasil penelitian tersebut, dibutuhkan adanya studi lanjutan yang menilai dampak dan efektivitas asupan alpukat dalam mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

"[Meskipun begitu] studi kami memberikan bukti lebih lanjut bahwa asupan lemak tak jenuh yang bersumber dari tumbuhan dapat meningkatkan kualitas diet dan merupakan komponen penting dalam pencegahan [penyakit kardiovaskular] pada populasi umum," imbuh mereka.

(els/asr)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER